Vinales Lega Bakal Pisah dengan Yamaha

Maverick Vinales lega mengakhiri relasi kurang harmonis dengan Yamaha Factory Racing. Ia belajar banyak dari kerja sama tersebut dan bertekad tak salah langkah untuk MotoGP 2022.

Vinales Lega Bakal Pisah dengan Yamaha

Pembalap Spanyol tersebut berpartisipasi dalam tes tertutup bersama Pol Espargaro, Alex Rins dan Jack Miller. Ia senang bertemu dengan lawan-lawannya di MotoGP dan kembali ke atas motor di Sirkuit Catalunya.

Pasalnya, selama dua pekan awal libur musim panas, pria 26 tahun tersebut menghabiskan waktu dengan keluarga. Momen uji coba tersebut sangat penting baginya untuk mengembalikan feeling.

Vinales kembali menceritakan ketimpangan yang dirasakan terkait YZR-M1, yang ternyata sangat membantu rekan setimnya Fabio Quartararo melesat ke puncak.

“Sangat penting merasa nyaman. Untuk Fabio, motor itu sangat bagus baginya sejak pertama menaikinya. Dia bisa menemukan jalannya. Saya pikir motornya punya potensi bagus. Masalahnya, kami belum bisa mengeluarkan potensi itu,” ia mengungkapkan.

Kesal karena saran untuk memperbaiki motor tak didengar ditambah frustrasi melihat rapornya, Vinales pun memilih memutus kontraknya di akhir musim. Tidak ada penyesalan meninggalkan fasilitas terbaik sebagai pembalap tim pabrikan.

“Lebih lega? Ya, pada akhirnya seperti itu. Sulit ketika Anda pergi ke tempat di mana Anda kurang nyaman, tapi Anda tahu bahwa masih banyak balapan tersisa. Sangat sulit. Itu bagus buat pikiran,” ucapnya.

“Bukan berarti saya tidak berterima kasih kepada Yamaha untuk semua kesempatan yang diberikan kepada saya dan pertaruhan terharap saya. Menurut saya, saya juga memberi mereka panduan untuk mengembangkan motor. Saya ingin sedikit lagi, tapi kami sudah mencoba.”

Lebih lanjut Vinales, mengaku tak peduli dengan reaksi Yamaha setelah menerima pemberitahuan dia  mundur. Yang jelas, ia akan memenuhi komitmennya dengan tampil baik hingga berpisah.

“Masalahnya, saya tahu ke mana saya akan pergi dan saya tidak akan pergi ke sana. Saya harus menemukan cara untuk sampai di sana,” ujarnya.

Baca Juga:

“Saya tidak tahu (apakah perhatian Yamaha beralih). Hanya mereka yang bisa menjawab pertanyaan itu. Dari saya sudah jelas, ketika saya merendahkan kaca pelindung helm, saya memberikan segalanya dan saya akan lanjut.

“Target maksimum, saya ingin menang. Anda harus mencoba berada dalam kondisi terbaik dengan berbagai cara.”

Vinales mengubah pandangan dan pendekatan untuk paruh kedua musim ini. Ia mau lebih santai mengikuti alur.

“Pada paruh kedua, saya ingin mengubah dinamika, menikmati dan memberi yang terbaik. Bagi saya, tidak ada yang berubah. Saya akan memberikan segala yang dimiliki dan kalau mereka membuat saya harus mencoba sesuatu, maka saya akan mencobanya dan memberikan informasi tepat. Saya akan profesional. Saya bakal memberikan posisi terbaik,” ia menandaskan.

Mantan pembalap Suzuki tersebut menyerahkan tugas mencari tim kepada manajemennya. Ia hanya ingin fokus pada balapan.

“Mereka harus mengurus itu. Jujur, saya mendesak, saya berkonsentrasi pada liburan musim panas dan  mengistirahatkan kepala saya karena rasanya terbakar sepanjang tahun dan sebelumnya. Saya mengambil langkah ini karena tidak masuk akal, untuk lanjut dengan sesuatu yang tidak berfungsi tentu tak masuk akal,” ucapnya.

“Seseorang perlu terpenuhi setiap tahun dan saya tidak dapat mencapai itu selama bertahun-tahun. Perubahan karena motor punya banyak potensi. Saya yakin hanya sedikit pembalap yang mengikuti langkah saya.

“Tidak masalah motor atau perangkat tidak bekerja, isunya adalah saya tidak mengendalikan motor dan perangkat. Saya harus menemukan solusi agar bisa mendapat yang maksimal. Target atas segala yang kami lakukan adalah mencapai potensi maksimal saya. Tak ada motivasi lain.”

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Vinales tak menutup kemungkinan hiatus ketika sadar tak mungkin memberikan 100 persen dari kapasitasnya.

“Jelas bahwa tidak bisa paling optimal karena Anda harus berkompetisi. Yang terpenting adalah berkompetisi, tapi jika saya tidak nyaman dan tidak menikmati…terlebih lagi, yang bikin saya frustasi adalah tak bisa memberi 100 persen. Ketika saya tidak bisa melakukan itu, lebih baik saya diam tenang di rumah dan menikmati hidup.

“Semua berjalan dengan sangat cepat dan di dunia ini, 10 tahun berlalu begitu saja dan Anda tidak menikmatinya. Sekarang, kami bekerja, saya tidak menikmati (ada) di sirkuit sama sekali,” ia mengakhiri.

dibagikan
komentar
Mantan Pembalap MotoGP Tak Percaya Vinales Tinggalkan Yamaha

Artikel sebelumnya

Mantan Pembalap MotoGP Tak Percaya Vinales Tinggalkan Yamaha

Artikel berikutnya

Podcast: Tanda Tanya untuk VR46

Podcast: Tanda Tanya untuk VR46
Muat komentar