Wawancara: Kevin Schwantz tentang MotoGP musim 2016

dibagikan
komentar
Wawancara: Kevin Schwantz tentang MotoGP musim 2016
David Malsher
Oleh: David Malsher
16 Mar 2016 07.56

Juara Dunia 500cc 1993, Kevin Schwantz bicara soal MotoGP musim 2016 dan ban Michelin. Kepada jurnalis Motorsport.com, David Malsher, ia mengatakan Jorge Lorenzo berada di posisi utama.

Alvaro Bautista, Aprilia Racing Team Gresini dengan grid girl
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Eugene Laverty, Aspar Team
Hector Barbera, Avintia Racing
Kevin Schwantz
Dani Pedrosa, Repsol Honda Team
Dani Pedrosa, Repsol Honda Team
Pol Espargaro, Monster Yamaha Tech 3
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Danilo Petrucci, Pramac Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing
Andrea Iannone, Ducati Team
Andrea Iannone, Ducati Team
Bradley Smith, Monster Yamaha Tech 3

Apakah Anda bersemangat tentang musim depan atau Anda khawatir Jorge Lorenzo akan melaju?

Ya, seperti biasa saya menantikannya. Tapi sejauh ini Jorge tampak beradaptasi lebih baik dengan ban baru Michelin ketimbang lainnya. Saya pikir [Pramac Racing] Danilo Petrucci akan kuat dan Scott Redding telah luar biasa sepanjang tes pramusim. Jadi, sejauh bersaing untuk podium, kita akan melihat banyak pembalap yang belum meraih hasil tinggi sebelumnya.

Tapi itu hanya dalam kondisi normal. Dalam kondisi buruk, itu siapapun. Tes pramusim dalam kondisi basah di Phillip Island cukup meyakinkan karena Anda tidak pernah yakin bagaimana basahnya, dan bagaimana pembalap menekan keras.

Apakah itu telah memberikan Lorenzo yang tampaknya dianggap keuntungan?

Apa yang saya pahami adalah bahwa Lorenzo menyukai ban dengan banyak grip [daya cengkeram] di tepi, dan ketika Bridgestone membawa sebuah ban rata-rata yang layak tapi hebat di semua trek, Rossi akan mengalahkan dia sembilan dari 10 kali. Tapi ketika ban memiliki grip saat balapan, Lorenzo pada dasarnya lebih cepat dan lebih sering mengalahkan Rossi. Jadi, saya tidak yakin jika perubahan Bridgestone ke Michelin telah menyingkirkan ketidakjelasan Bridgestone, dan Michelin memberikan Jorge keinginan yang lebih sesuai dengan grip tepat di tepi ban.

Sulit untuk mengatakan grip di tepi ban yang juga sangat dinikmati Marc Marquez. Tapi untuk tim pabrikan, tampaknya Honda yang paling kesulitan sekarang.

Marquez mengatakan dia tidak percaya diri di atas motornya. Cukup mencengangkan mendengar dia berkata sesuatu seperti itu, dari seluruh pembalap. Dan pada level yang lebih mendasar, saya juga terkejut bahwa Honda tampak menjadi salah satu dari tim yang kesulitan, bahkan jika ban tidak menjelaskan semua kekurangan mereka.

Setiap kali saya mendengar seorang pembalap mengatakan dia kurang percaya diri, itu berarti dia tidak mendapat feeling dari bagian depan motor. Ketika semua yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan bagian depan menggigit dan mengalihkan dengan mengerem keras, serta bertahan untuk mengirim berat ke depan, itulah yang harus dilakukan. Tapi Anda tidak ingin melakukan itu karena ban belakang memburuk dua kali lebih cepat. Anda harus memakai tenaga lebih keras dari apex untuk melawan bagian depan. Jadi, ini bukan taktik yang cocok untuk seluruh balapan.

Dalam tes pramusim, Marquez membuat peningkatan di akhir yang membawa posisinya naik. Tapi ia masih lebih lambat setengah detik dari Lorenzo.

Kita akan menonton balapan pertama dan melihat mana pembalap yang bisa mengatasi masalah sepanjang balapan. Lalu, kita akan tahu lebih sedikit, walaupun Qatar tidak akan menjawab karena digelar malam hari dan dengan suhu yang dingin.

Saya menyadari tes pramusim tidak mengungkapkan segalanya, tapi sedih untuk Pedrosa karena akhir tahun lalu dia cukup sering menyamai Marquez ... hanya sebelum perubahan secara radikal pada ban. Sekarang dia terlihat jauh dari rekan setimnya lagi.

Anda benar, ia telah tampil kuat untuk dirinya sendiri pada akhir tahun lalu – ‘Hei, inilah kenapa kalian (Honda) harus merekrut saya lagi!’ Dan ia selalu mampu meningkatkan permainannya untuk berbagai macam balapan, walaupun tidak pernah untuk seluruh musim. Tapi saya harus katakan, ia tampak selalu lama beradaptasi dari semua pembalap top lainnya. Jika ada sesuatu yang sedikit berbeda atau sedikit baru, butuh waktu lebih lama bagi Pedrosa untuk menghadapi perubahan itu dibandingkan Lorenzo atau Marquez. Jadi, dengan ban baru ini, ia masih akan mencoba merasakan jalan ke depan dan mengikuti kembali irama.

Kontrak Rossi terbuka untuk diperbarui akhir tahun ini, dan ia tampak jauh dari Lorenzo dalam tes pramusim. Apakah ini akan menjadi tahun terakhir Valentino?

Ada kemungkinan yang sangat baik, tapi saya pikir ketika datang untuk balapan, kita akan melanjutkan untuk melihat apa yang kita lihat dari tahun lalu: ketika pembalap lain tidak sepenuhnya melakukan hal tepat, Rossi ada di sana untuk mengambil keuntungan. Ia berusia 37 tahun tahun ini dan saya tidak yakin akan seperti apa olahraga ini tanpa dia – MotoGP masih tetap jadi kejuaraan besar, tapi tidak yakin soal jumlah penonton!

Sejauh memperbarui kontrak yang bersangkutan, itu semua akan bergantung dari bagaimana kompetitifnya dia. Jika Rossi dan krunya bisa mencari tahu apa yang membuat Lorenzo lebih cepat, dan mereka mampu melakukan hal sama, maka saya pikir dia akan tetap balapan.

Juga perlu diingat bahwa, betapapun Dorna [Sports SL] berpikir telah mengontrol situasi, Michelin memiliki kemampuan untuk mengembangkan kompon ban yang bisa mengirim ke arah berbeda dan mengubah momentum musim. Di luar pakem, ya Michelin akan melakukan segala sesuatu yang bisa untuk membangun sebuah ban kompetitif. Tapi begitu mereka mengenal pembalap dan motor, serta trek lebih baik, saya katakan kepada Anda, akan selalu ada kesempatan perubahan pada suatu titik dalam musim ini.

Bisa jadi ada ban yang lebih menguntungkan pembalap seperti Lorenzo, atau cocok dengan pabrikan berbeda. Dan saya katakan kepada Anda, jika Honda tetap tidak kompetitif seperti saat tes pramusim, saya bertaruh sesuatu akan berubah dengan ban, karena Honda masih berpengaruh cukup besar di sekitar paddock.

Mengapa Redding dan Petrucci di Pramac Racing – tahun lalu motor, tapi jelas tahun ini ban - telah relatif begitu cepat dibandingkan Ducati dengan motor baru, yang mungkin dikembangkan sekitar tahun ini?

Well...saya tidak akan berkata itu. Saya tidak berpikir kita telah melihat yang terbaik dari Ducati. Andrea Iannone baru pulih dari cedera dan performa Andrea Dovizioso tidak pernah sesuai dengan pendapat yang ada. Saat balapan, ia seorang pembalap yang sama sekali berbeda. Dan jujur, saya tidak tahu bagaimana Anda bisa mengembangkan pembalap yang hanya 90 persen dalam tes, tapi memberikan 100 persen untuk balapan. Dalam 10 persen itu bisa mengubah motor yang sangat bagus pada 90 persen menjadi buruk pada 100 persen.

Anda tahu, bagi saya, saya bisa lebih cepat satu detik dari kecepatan utama dan itu seperti pergi ke toko kelontong. Dalam detik terakhir itu saya mencoba segalanya untuk mengendalikan motor dan menekannya, serta memaksimalkan ban. Itulah di mana Anda menemukan pengendalian utama atas motor. Dan karena kita dalam subyek ini, itu juga salah satu kekuatan terbesar tim Yamaha – pembalap mereka menggali keras dan mencoba 100 persen dalam seluruh tes.

Jadi, kembali ke poin Anda, saya pikir Ducati bisa sangat kuat. Intinya adalah, belum diketahui karena pembalap dan cara Dovi melakukan tes. Kita akan segera tahu.

Melihat Suzuki, tahun lalu saya bertanya-tanya mengapa semua orang berkomentar tentang Maverick Vinales. Meskipun ia rookie, saya pikir ia bisa mengalahkan Aleix Espargaro lebih sering daripada dirinya. Tapi, tes pramusim tampaknya telah menunjukkan Anda sebagai fans Vinales benar..

Ya, dan saya cukup bersemangat, karena saya pikir kedua pembalap ini memiliki kemampuan yang besar dan mereka akan mendorong satu sama lain, lebih dan lebih. Saya tidak berpikir Aleix pembalap yang cukup, tapi Maverick cerdas dan cukup cepat untuk bertahan. Tapi saya pikir seamless shift gearbox telah benar-benar membantu Maverick, dan saya pikir itu juga membantu Suzuki menutup kesenjangan dengan tim di depan. Mereka harus mengejutkan orang tahun ini. Saya masih tidak tahu apakah mereka sudah memperbaiki kelemahan pada top speed, tapi ada trek di mana akan menutupi masalah itu.

Aprilia belum benar-benar menunjukkan performa kuat. Bisakah mereka juga mengejutkan?

Hmmm... Anda tahu, saya berharap demikian, karena kita sangat membutuhkan mereka di luar sana. Jika mereka secara konsisten berada di belakang, akan mudah bagi mereka untuk tidak puas dan berkemas, lalu pulang. Dan saya pikir dengan banyak pabrikan yang terlibat, maka akan membuat olahraga ini lebih baik. Sebagai sebuah merek, Aprilia mampu, karena jika Anda melihat di World Superbike [WSBK]; mereka masuk dan tahun lalu mereka mampu memenangi balapan, walau gagal di kejuaraan. Tapi di motoGP, mereka harus mencari tahu lebih dalam.

Akankah pengetahuan dari tim pabrikan terkait ban memberikan keuntungan bagi Tech 3 Yamaha?

Well, tampaknya mereka belum mendapatkan keuntungan! Saya sangat terkejut akan hal itu, dan saya ingin berpikir bahwa setelah musim berjalan, apa yang telah dipelajari dari tim besar akan menurun ke Herve [Poncharal, Team Principal Tech 3 Yamaha] dan kedua pembalapnya di Tech 3. Tapi sejauh ini, Bradley Smith dan Pol Espargaro belum cukup kencang; mereka biasanya di belakang Ducati – pabrikan dan satelit – dan sekarang Suzuki.

Jadi, saya berharap Tech 3 Yamaha bisa lebih dari sekadar konsisten, menggebrak posisi lima teratas. Sebagai pembalap, Bradley dan Pol berkualitas baik dan Herve menjalankan kapal yang cukup ketat. Ia pria yang sedikit emosional, dan saya tidak yakin bagaimana pembalap merespons dengan baik ketika melihat pemilik tim bergetar setiap kali membuat sebuah kesalahan! Tapi, Herve orang yang hebat untuk olahraga ini dan saya ingin katakan ia memiliki tim yang baik.

Bicara masukan dari sumber lain, apakah Cal Crutchlow – satu-satunya pembalap dalam tim dengan satu motor – akan paling kesulitan pada tahun perubahan ini?

Well, Anda harus bertanya-tanya jika pabrikan Honda begitu kesulitan, apakah LCR benar-benar ingin mendapat masukan mereka?! Ini posisi sulit yang mereka hadapi, dan tahun lalu ada saat-saat di mana Anda akan melihat Cal bersinar, dan kemudian hari-hari lain ketika Anda akan lupa dia ada dalam olahraga ini. Satu hal yang tidak bisa diragukan lagi adalah bahwa ia berdedikasi untuk balapan seperti lainnya, dan latihan kebugaran, serta diet yang dijalaninya membuat dia sama siapnya seperti dilakukan pembalap lain. Sebagai kompetitor, Crutchlow adalah satu pembalap paling tangguh di trek, tapi itu tergantung pada LCR dan dirinya sendiri untuk mendapatkan grip pada motor dan apa yang bisa dilakukannya.

LCR menurunkan satu motor, sedangkan tim Marc VDS dengan dua motor. Apakah itu menunjukkan kewalahan atau sebaliknya? Dan jika demikian, bisakah kita melihat Jack Miller – yang saya tahu Anda adalah fansnya – benar-benar menunjukkan performa pada musim ini?

Well, sebagai seorang rookie, saya tidak berpikir Jack mengejutkan kita lebih sering dari yang bisa ia pikirkan. Tapi, sekali lagi, Anda tidak tahu bagaimana kuatnya LCR. Di Marc VDS, ia harus menemukan kepercayaan diri pada motor, tapi ia juga khawatir ketika mendengar bahwa pembalap pabrikan Honda pun tidak menemukan kepercayaan diri itu. Saya pikir Jack bisa menembus 10 besar. Di luar itu, saya tidak tahu. Saya pikir Anda tepat tentang pertanyaan besar yang dihadapi tim – menyebar terlalu kecil, atau bermanfaat dari memiliki motor kedua?

Beberapa pertanyaan ini akan terjawab, sampai batas tertentu, akhir pekan ini. Tapi beberapa akan membutuhkan sepanjang musim untuk mendapatkan jawaban. Dan kita akan melihat mana yang sesungguhnya pintar atau bodoh. 

Artikel MotoGP berikutnya
KTM capai kemajuan usai jalani tes Valencia

Artikel sebelumnya

KTM capai kemajuan usai jalani tes Valencia

Next article

FP1 MotoGP Qatar: Lorenzo kalahkan Rossi

FP1 MotoGP Qatar: Lorenzo kalahkan Rossi
Muat komentar