Wawancara Vinales: Rossi orang pertama yang harus dikalahkan

Sebagai pembalap termuda di grid MotoGP, Maverick Vinales melakukan lompatan besar dengan melaju kencang bersama Suzuki GSX-RR. Tahun ini, ia telah mencetak kemajuan, di mana mendekati perolehan poin Jorge Lorenzo di klasemen.

Dalam wawancara dengan Motorsport.com, Vinales mengaku siap untuk mengambil tantangan terbesar dalam kariernya sejauh ini. Pembalap Spanyol itu akan mengawali musim 2017 bersama Yamaha, dan sekaligus menjadi rekan setim Valentino Rossi.

Dapatkah Anda menilai performa individu dan motor di musim ini?

“Mengingat apa yang kami capai dan melihat posisi di kejuaraan, saya akan memberikan nilai antara 8,5 dan 9. Nilai yang sama untuk performa motor. Kami telah tumbuh bersama. Target kami tahun ini adalah menempati peringkat keenam dan saya keempat (di klasemen), dengan opsi untuk peringkat ketiga (terpaut 11 poin di belakang Lorenzo).”

Apa yang kurang dari tim untuk berada di tim teratas?

“Kurang pengalaman. Setiap balapan kami merasa lebih baik dan itu datang dengan pengalaman. Kami telah berada di depan dan bertarung dalam beberapa balapan. Dan ketika momen datang, sulit bahwa segalanya berjalan tepat.”

Dari luar, ada yang mengatakan bahwa Suzuki adalah tim yang berbeda dari lainnya. Lebih segar dan tidak terkena aturan ketat.

"Saya akan katakan bahwa kami seperti sebuah keluarga dan itu menciptakan atmosfer yang sangat baik. Mungkin di tim lain juga ada feeling baik, tapi Anda tidak melihatnya dari luar. Tapi benar bahwa kami sangat bersatu."

Apakah Anda menyesal meninggalkan tim?

"Saya tidak akan mengatakan menyesal. Pada awalnya, saya memiliki banyak keraguan dan meninggalkan tim merupakan keputusan sangat sulit. Dalam kasus apapun, setelah memenangi Grand Prix dan mencetak beberapa podium, saya tidak merasa begitu buruk, karena saya telah membayar kepercayaan tim."

Di area apa Anda telah paling meningkat pada level pribadi?

"Dibandingkan tahun lalu, terutama dalam mengendarai motor, walaupun juga berkat kemajuan yang dicapai motor. Sekarang saya bisa lebih menekan. Ini tidak sama dengan pendekatan ketika memikirkan balapan akhir pekan,’Mari lihat apa yang saya temukan’. Untuk mengetahui itu, dalam kondisi normal, Anda bisa bertarung demi podium. Itu pendekatan sulit saat balapan tahun lalu. Sekarang saya pergi ke Phillip Island dan mencoba untuk menang. Jadi saya mengendarai motor pada 200 persen. Motivasinya tidak sama ketika Anda tahu bahwa Anda berada di posisi, katakanlah ke-11. Bagi saya, sangat penting untuk mengetahui bahwa saya bisa menang. Dan itu membuat saya lebih nyaman dan fokus."

Apakah Suzuki tempat terbaik untuk tumbuh?

"Jika saya bisa menggunakan motor ini tahun lalu, sekarang saya mungkin akan mengendarainya lebih baik. Tapi juga benar bahwa bisa tumbuh dan belajar tenang, tanpa adanya tekanan untuk meraih hasil, mungkin membantu Anda untuk membuat sedikit kesalahan. Dalam kasus apapun, ketika Anda melakukan lompatan itu adalah ketika Anda bisa bertarung di depan secara konsisten dan melawan pembalap tercepat. Andai saya memiliki motor ini tahun lalu, mungkin saya bisa bertarung demi gelar juara musim ini."

Dalam tes pramusim, Anda mengakui bahwa Anda ingin belajar dari pembalap terkencang. Apa yang telah Anda pelajari dari mereka?

"Saya terutama melihat kepada bagaimana motor mereka bekerja dan itu sangat berguna. Sebegai contoh: ketika kami mengalami masalah akselerasi dan fokus untuk memperbaikinya. Tapi dalam realitasnya kami mengerem terlalu awal dan kehilangan waktu. Ketika Anda melaju bersama pembalap tercepat, Anda bisa melihat di mana Anda berada dan apa yang hilang dari motor Anda. Itu sangat membantu."

Anda juga penasaran tentang bagaimana agresifnya Anda untuk start dari posisi pertama di grid, terutama di tikungan pertama.

"Saya start cukup baik. Saya membayangkan akan seperti itu. Anda harus sangat agresif untuk naik posisi sebisa mungkin dan bertahan di sana. Saya akan katakan ini mungkin bagian paling penting dalam mayoritas balapan."

Berapa kali orang mengingatkan tentang apa yang akan Anda hadapi tahun depan di Yamaha, dengan Rossi sebagai rekan setim?

"Satu-satunya hal yang akan berubah adalah bahwa saya akan mengendarai Yamaha dan targetnya juga akan berubah. Seorang rekan setim berarti memiliki referensi dan cara bagaimana Anda mengetahui level motor. Tapi jelas dia (Rossi) adalah orang pertama yang harus dikalahkan."

Apakah Anda merasa tidak dalam tekanan karena menggantikan Jorge Lorenzo dan akan dibandingkan dengan Rossi?

"Aleix (Espargaro) telah menjadi rival yang sangat sulit bagi kami, karena tahun lalu dia ada di sana setiap akhir pekan, dan ketika itu terjadi Anda memberikan 200 persen."

Apa langkah berikut yang harus Anda ambil?

"Saya telah bergabung dengan tim yang lebih berpengalaman. Semua pengalaman teknis tim pada tahun depan akan sangat membantu saya. Sekarang saya tahu seperti apa rasanya start di depan dan berada di sana sepanjang balapan."

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan MotoGP
Pembalap Maverick Viñales
Tim Team Suzuki MotoGP , Yamaha Factory Racing
Tipe artikel Interview