5 Musim Terakhir, Yamaha Cenderung Melemah di Paruh Kedua MotoGP

Dalam beberapa tahun terakhir, Yamaha menunjukkan tren menurun begitu memasuki paruh kedua musim MotoGP. Ini akan menjadi tantangan bagi Fabio Quartararo.

5 Musim Terakhir, Yamaha Cenderung Melemah di Paruh Kedua MotoGP

Juara dunia MotGP Fabio Quartararo masih kokoh di puncak klasemen saat kejuaraan menyelesaikan paruh pertama. Pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP itu mengoleksi 172 poin dan unggul 21 angka atas Aleix Espargaro (Aprilia Racing) di posisi kedua.

Namun, faktanya dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya tujuh musim terakhir MotoGP, para pembalap Yamaha cenderung menurun pada paruh kedua.

Dengan maksimal 225 poin yang bisa direbut dalam sembilan balapan tersisa musim ini, mampukah Quartararo mempertahankan gelarnya bila melihat keunggulannya hanya 21 poin saat ini?

Sebagai catatan, tahun lalu, Quartararo tertinggal persis 21 poin dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) dari sembilan balapan tersisa di paruh kedua MotoGP 2021. Beruntung, pada paruh pertama, pembalap Prancis itu sudah unggul 47 poin atas Bagnaia.

Kini, Aleix Espargaro sepertinya bakal menjadi rival terberat Quartararo. Seperti apa penurunan performa para pembalap Yamaha di paruh kedua dalam lima musim terakhir Kejuaraan Dunia MotoGP? Berikut rangkumannya.

Baca Juga:

MotoGP 2021

Sebelum libur musim panas (9 balapan awal), para pembalap Yamaha mampu mengoleksi total 5 kemenangan, Fabio Quartararo merebut empat dan Maverick Vinales satu.

Saat itu, sampai GP Belanda, Quartararo memimpin klasemen dengan 156 poin sedangkan Vinales di luar lima besar dengan 95 poin. Adapun Valentino Rossi yang membela tim satelit Petronas Yamaha SRT, hanya mengumpulkan 17 poin.

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Di sembilan balapan paruh kedua, Quartararo menjadi pembalap terbaik Yamaha dengan 122 poin. Ia juga menjadi pembalap Yamaha yang mampu memberikan kemenangan di paruh kedua, hanya satu (GP Inggris).

Vinales tidak memberikan poin karena hanya turun satu balapan, dan kemudian putus kontrak dengan Yamaha. Sedangkan Rossi hanya mengoleksi 27 poin.

Jika dibandingkan, pada paruh pertama seluruh pembalap Yamaha mengoleksi total 308 poin (ditambah 40 poin dari Franco Morbidelli, rekan setim Rossi) sedangkan di paruh kedua, Yamaha hanya mengumpulkan 151 poin (plus 2 dari Morbidelli yang sudah pindah ke tim pabrikan).

MotoGP 2020

MotoGP musim 2020 hanya berlangsung dalam 14 putaran karena sejumlah balapan dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Pada tujuh balapan paruh pertama musim, Yamaha mampu mengoleksi empat kemenangan dengan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) masing-masing menjadi peraih poin terbanyak mereka, 83 poin.  

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT, Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, saat turun di MotoGP Spanyol 2020.

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT, Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, saat turun di MotoGP Spanyol 2020.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Morbidelli, rekan setim Quartararo, mengoleksi 64 poin sementara Rossi di tim pabrikan hanya mengumpulkan 58 poin.

Empat balapan masing-masing dipersembahkan oleh Quartararo (2) yang saat itu membela tim satelit Petronas Yamaha SRT, serta Morbidelli dan Vinales (masing-masing 1).

Di paruh kedua, Morbidelli menjadi pengoleksi poin terbanyak di Yamaha, 94, diikuti Vinales (49), Quartararo (44), dan Rossi (8) yang dua kali absen karena terpapar Covid-19.

Jumlah total poin pembalap antara paruh pertama dan kedua (288 berbanding 195) dan kemenangan (4 berbanding 3) menunjukkan menurunnya performa Yamaha di tujuh balapan terakhir musim 2021.

MotoGP 2019 Pengecualian

Pada sembilan balapan paruh pertama musim 2019, Yamaha hanya mampu mengoleksi satu kemenangan lewat Vinales (GP Belanda). Vinales dan Rossi yang saat itu tergabung di tim pabrikan Yamaha hanya menorehkan masing-masing 85 dan 80 poin.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, di lomba MotoGP Prancis 2019.

Valentino Rossi, Yamaha Factory Racing, Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing, di lomba MotoGP Prancis 2019.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Adapun duet tim satelit Petronas Yamaha SRT, Quartararo dan Morbidelli masing-masing merebut 67 dan 52 poin.

Di 10 balapan paruh kedua, Yamaha kembali hanya memenangi satu Grand Prix, lagi-lagi lewat Vinales (GP Malaysia). Namun, perolehan poin keempat pembalap Yamaha naik signifikan di paruh kedua.

Vinales mengoleksi 126 poin, Quartararo 125, Rossi 94, dan Morbidelli 63. Total, Yamaha mengoleksi 408 poin, jauh lebih baik daripada paruh pertama yang hanya 284 poin.

MotoGP 2018

Dari sembilan balapan awal musim 2018, tidak satu pun pemakai Yamaha YZR-M1 memenangi balapan. Namun, performa para pembalap pabrikan Tiga Garpu Tala terbilang konsisten dan stabil.

Valentino Rossi mampu mengoleksi 119 poin di P2 klasemen umum sedangkan Maverick Vinales di posisi ketiga dengan 109 poin. Duo pembalap tim satelt Tech3 Yamaha, Johann Zarco dan Hafizh Syahrin, masing-masing mengumpulkan 88 poin (P5 klasemen) dan 22 poin.

Di sembilan balapan paruh kedua, Yamaha hanya mampu sekali menang lewat Vinales. Namun, torehan poin para pembalap Yamaha cenderung menurun: Vinales 84 poin, Rossi 79, Zarco 70, dan Syahrin 24.

MotoGP 2017

Sebelum jeda musim panas MotoGP 2017, alias sembilan balapan awal, Yamaha berhasil mengoleksi empat kemenangan masing-masing lewat Maverick Vinales tiga dan Valentino Rossi satu. Vinales saat itu mengoleksi 124 poin dari sembilan balapan sedangkan Rossi 119.

Namun di paruh kedua, tidak satu pun pembalap Yamaha yang mampu memenangi sembilan balapan berikutnya. Vinales mengoleksi 106 poin dari paruh kedua sedangkan Rossi yang absen di Misano, hanya mengumpulkan 89 poin.

Tim satelit Yamaha saat itu, Monster Tech3, diperkuat dua rookie, Johann Zarco dan Jonas Folger. Dari sembilan balapan awal, Zarco mengoleksi 84 poin sedangkan Folger juga tidak terlalu buruk, 71 poin.

Namun di paruh kedua, performa Zarco cenderung membaik. Hal itu ditunjukan dengan 90 poin yang direbutnya dalam sembilan balapan tersisa. Hal sebaliknya dialami Folger. Sering tidak fit hingga absen di empat balapan terakhir membuanta hanya mengoleksi 13 poin dari sembilan balapan paruh kedua MotoGP 2017.

 

dibagikan
komentar
Belum Kesampaian Tes Mobil F1, Quartararo Baru Masuk Kokpit W13
Artikel sebelumnya

Belum Kesampaian Tes Mobil F1, Quartararo Baru Masuk Kokpit W13

Artikel berikutnya

Mimpi Fabio Di Giannantonio Bertemu Idola Terwujud di World Ducati Week

Mimpi Fabio Di Giannantonio Bertemu Idola Terwujud di World Ducati Week