Yamaha Dinilai Belum Cukup Manfaatkan Pengetahuan Dovizioso

Team Manager RNF, Wilco Zeelenberg, merasa Yamaha belum sepenuhnya memanfaatkan ilmu yang dimiliki Andrea Dovizioso dalam pengembangan YZR-M1.

Yamaha Dinilai Belum Cukup Manfaatkan Pengetahuan Dovizioso

Dovizioso dikenal sebagai sosok pembalap cerdas di paddock MotoGP, yang mengerti bagaimana motor bekerja dan bagaimana membuatnya lebih baik.

Ditambah pengalaman selama membesut Desmosedici GP, menjadikan Dovizioso punya pengetahuan akan perbedaan kinerja antara Ducati dengan Yamaha.

“Pendekatan Yamaha adalah belajar dari motor yang menjadi pesaing besar selama delapan tahun (terakhir),” kata Zeelenberg merujuk pada pabrikan Borgo Panigale.

Akan tetapi, dalam hal pengembangan selama satu tahun, durasi waktu ini dianggap Zeelenberg tidak cukup bagi Dovizioso untuk mempelajari secara lanjut.

“Dia ingin melihat hal-hal berubah yang tidak menguntungkan Fabio (Quartararo) sama sekali dan pertanyaannya adalah apakah Anda harus meluangkan waktu dan usaha untuk itu,” ujarnya.

“Sumber daya juga terbatas dalam hal itu, tetapi Fabio tidak mengeluh tentang hal-hal yang dia keluhkan dan kemudian Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah kami harus menginvestasikan banyak waktu dan energi.”

Wilco Zeelenberg, Team Manager Yamaha RNF MotoGP

Wilco Zeelenberg, Team Manager Yamaha RNF MotoGP

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Zeelenberg kemudian mengatakan, bahwa Dovizioso kerap melontarkan pertanyaan mengenai pengembangan YZR-M1 terus-menerus, karena Yamaha juga memintanya untuk memberikan pendapat.

“Dia berasumsi bahwa semua orang di Yamaha akan bekerja lebih keras. Itulah tujuannya. Dia juga mampu menganalisis motor dan menunjukkan hal-hal tertentu yang bisa lebih baik untuk meningkatkan M1,” ucapnya.

“(Tetapi) Anda harus memiliki sumber daya untuk melakukan itu. Saya tidak tahu apakah itu ada di Yamaha dan apakah itu mungkin pada situasi saat ini dengan set-up.”

Baca Juga:

Perihal kesulitan Dovizioso untuk berperforma bagus. Selain dipengaruhi cuti balapan, juga lantaran kejuaraan dunia MotoGP telah jauh berubah dibandingkan saat Italiano masih memperkuat Ducati.

Kendati demikian, Zeelenberg tak menyalahkan Dovizioso. Sebab, memang butuh waktu serta adaptasi guna menyikapi perubahan yang terjadi dalam perlombaan Grand Prix era masa kini.

“Dia memiliki lebih banyak pengalaman dengan Yamaha dan juga telah menempatkan motor itu di podium, tetapi permainan telah berubah,” kata Zeelenberg.

“Sebelumnya, Anda bisa berada di urutan keempat atau kelima dan terpaut 10 detik dari pemenang. Sekarang Anda di urutan ke-12 atau lebih rendah. Dalam empat lap, Anda kehilangan sebanyak 10 detik ketika Anda terjebak traffic atau terlibat pertarungan.

“Tidak ada cara yang benar atau salah, tetapi kami sebagai tim ingin dia terus berkendara sampai akhir musim ini. Anda tidak ingin menjadi tim di mana pembalap Anda terus-menerus berhenti.”

dibagikan
komentar
Lelang Amal MotoGP Inggris Raup Rp3,6 Miliar
Artikel sebelumnya

Lelang Amal MotoGP Inggris Raup Rp3,6 Miliar

Artikel berikutnya

Jorge Lorenzo Bangga Bisa Kalahkan Valentino Rossi

Jorge Lorenzo Bangga Bisa Kalahkan Valentino Rossi