Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
MotoGP Launching Yamaha Factory Racing

Yamaha Rombak Manajemen, Kazutoshi Seki Pimpin Proyek MotoGP

Managing Director Yamaha, Lin Jarvis, mengonfirmasi penunjukan Kazutoshi Seki sebagai Project Leader pabrikan garpu tala di MotoGP. Dia menggantikan rekan senegaranya, Takahiro Sumi.

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Kendati sukses mengklaim gelar juara dunia pada 2021, Yamaha enggan terlena dengan keberhasilan yang dicapai. Skuad berbasis di Iwata itu melakukan perombakan manajemen tim balap jelang bergulirnya musim 2022.

Sumi kini menduduki jabatan sebagai General Manager Motorsports Development Divisio di Yamaha Motor Company. Bertindak penggantinya adalah Seki yang mengemban posisi pimpinan proyek.

“Ya, memang akan ada beberapa perubahan tahun ini. Mari saya mulai dari atas. Sumi dipromosikan menjadi General Manager Motorsports Development Division di Yamaha Motor Company,” ucap Jarvis dalam event presentasi tim, Jumat (4/2/2022).

“Jadi, ini adalah hadiah baginya (Sumi), setelah meraih juara tahun lalu, untuk naik ke level General Manager.

“Dia akan digantikan di level Project Leader dan GP Support Level Seki, yang akan menghadiri setiap balapan dan akan memimpin tim engineer di semua trek tahun ini.”

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Cal Crutchlow, Yamaha Factory Racing, Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Cal Crutchlow, Yamaha Factory Racing, Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Sumi mulai menjabat Project Leader Yamaha MotoGP sejak awal 2019, usai ditunjuk menggantikan Kouiji Tsuya yang memutuskan untuk mundur dari posisinya.

Awalnya, Tsuya diharapkan dapat meneruskan hasil bagus Kouichi Tsuji. Namun, dia gagal melakukannya. Yamaha terpuruk di belakang Honda dan Ducati sepanjang 2017-2018.

Sejak proyek Yamaha MotoGP dipimpin Sumi, Yamaha menjelma sebagai penantang kuat kejuaraan. YZR-M1 berperforma kompetitif di tangan Fabio Quartararo. El Diablo pun sukses merengkuh titel dunia musim lalu, sejak kali terakhir Jorge Lorenzo pada 2015.

Lantas, siapakah Seki? Profilnya memang belum banyak diketahui. Pria asal Jepang itu merupakan salah satu teknisi tim Yamaha Factory Racing, yang bertanggung jawab mengatur piranti elektronik M1 milik Valentino Rossi dulu.

Baca Juga:

Perubahan manajemen juga dilakukan pada jabatan Crew Chief. Mulai MotoGP 2022, Franco Morbidelli tak lagi didampingi oleh Silvano Galbusera. Melainkan sekarang ditemani Patrick Primmer.

“Patrick bergabung dengan kami karena, seperti yang Anda ingat, tahun lalu kami mengalami pergantian pembalap dan pergantian Crew Chief di pertengahan tahun,” tutur Jarvis.

“Jadi, Silvano Galbusera menjaga Franky. Tetapi sekarang, Silvano akan dikembalikan dalam aktivitasnya di test team dan Patrick akan bergabung dengan kami sebagai Crew Chief.

“Selain itu, kami memiliki semua kru kami yang lain. Mereka akan tetap cukup konstan. Kami memiliki tim yang kuat dari tahun lalu dengan beberapa penyesuaian.

“Menurut saya, kami akan berada dalam kondisi yang baik.”

YZR-M1 2022 milik Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

YZR-M1 2022 milik Fabio Quartararo, Yamaha Factory Racing, Franco Morbidelli, Yamaha Factory Racing

Foto oleh: Yamaha MotoGP

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya RNF: Pengalaman Andrea Dovizioso Penting bagi Yamaha
Artikel berikutnya Tes Pramusim MotoGP Bisa Pengaruhi Keputusan Joan Mir untuk 2023

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia