Zarco Jadikan Miller Referensi Taklukkan Motor Ducati

Pembalap Pramac Racing, Johann Zarco, memanfaatkan tes pramusim di Qatar untuk meningkatkan kepercayaan dirinya di atas Desmosedici GP21 dan mencari gaya balap terbaik dengan menjadikan Jack Miller sebagai referensinya.

Zarco Jadikan Miller Referensi Taklukkan Motor Ducati

Pada dua hari pertama tes pramusim di Qatar, Zarco berhasil menjadi yang tercepat kedua sebagai pembalap Ducati dan hanya tertinggal 0,416 detik dari Fabio Quartararo sebagai yang menempati urutan pertama.

Meski dapat tampil cepat di atas Desmosedici GP21, Zarco masih belum puas dengan kinerjanya sepanjang tes. Menurutnya, ia masih harus beradaptasi dengan lebih baik agar bisa lebih kompetitif.

Kendati begitu, pria asal Prancis itu bisa bernapas lega karena dirinya berhasil membuktikan kepada Ducati bahwa kepercayaan yang ditaruh mereka terhadap dirinya tepat.

“Saya senang karena masih bisa melaju cepat. Saya masih bisa lebih dari itu. Untuk itu, saya harus meningkatkan kepercayaan diri untuk mendapatkan kecepatan itu dan bekerja pada hal lain, seperti kecepatan balap,” kata Zarco dilansir Motosan.

“Saya pikir bisa tampil konsisten dengan motor ini. Memang lebih mudah untuk mengatakan daripada melakukannya. Tapi jelas, saya hampir kembali ke titik di mana saya berada tahun lalu dan itu adalah tujuan saya.”

Baca Juga:

Tahun lalu, Jack Miller menjadi pembalap paling baik di atas Desmosedici GP dengan ban belakang baru Michelin. Untuk itu, Johann Zarco mencoba terus mempelajari data milik pria asal Australia tersebut.

“Tujuan saya adalah untuk mencapai level seperti yang Jack tunjukkan pada akhir musim lalu. Kinerja saya tak terlalu buruk, tapi saya pikir masih ada ruang untuk ditingkatkan dalam memahami karakteristik Ducati,” kata Zarco.

“Kami berusaha untuk memahami lebih baik bagaimana beradaptasi dengan motor dengan gaya balap saya. Kami belum menemukan setelan tepat pada ban. Daya cengkeramnya sangat kecil dan itu sebabnya kami menggunakan kompon soft.

“Tak diragukan lagi, kondisi dalam tiga pekan ke depan akan lebih baik daripada saat ini. Jadi, saya tidak terlalu khawatir tentang kondisi ban.”

Bersama Ducati, Zarco berhasil menemukan kembali bentuk terbaiknya setelah mengalami momen sulit bersama KTM pada 2019 lalu.

Diberi kepercayaan besar untuk menunggangi motor tim pabrikan membuat pria 30 tahun itu menegaskan dirinya harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Jack sedikit lebih memanfaatkan instingnya dalam berkendara karena dia sudah lama mengendarai motor ini dan dia memang senang melakukan itu. Jadi, dia merasa itu yang terbaik bagi dirinya,” ujar Zarco.

“Tapi, saya merasa telah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan untuk mengembalikan ritme balap dan jika bisa meningkatkan hal tersebut, maka saya akan tampil cepat.”

dibagikan
komentar
Sirkuit di Indonesia Tak Bisa Sekadar Bangun Lalu Selesai

Artikel sebelumnya

Sirkuit di Indonesia Tak Bisa Sekadar Bangun Lalu Selesai

Artikel berikutnya

Yamaha Pakai Livery Bersejarah Peringati 60 Tahun di Kejuaraan Dunia

Yamaha Pakai Livery Bersejarah Peringati 60 Tahun di Kejuaraan Dunia
Muat komentar