"Zarco mengingatkan saya ketika rookie di MotoGP"

dibagikan
komentar
Scherazade Mulia Saraswati
Oleh: Scherazade Mulia Saraswati , Editor
9 Mei 2017 15.53

Johann Zarco tak henti-hentinya mengundang kekaguman dari para pembalap top MotoGP. Keberhasilan sang rookie finis keempat di Jerez pun menuai pujian dari Marc Marquez.

Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Jorge Lorenzo, Ducati Team
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3, Jorge Lorenzo, Ducati Team
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3
Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3

Aksi Zarco memang impresif, terutama pada dua lap pertama. Tiga pembalap berhasil disalipnya, mulai dari Maverick Vinales, Cal Crutchlow dan Andrea Iannone. Dua lap kemudian, Zarco menyalip Marquez. Tapi pada Lap 6, pembalap rookie Perancis itu turun di posisi ketiga usai disalip Marquez.

Setelah itu, Zarco berduel melawan Lorenzo memperebutkan posisi ketiga. Ia akhirnya finis keempat setelah pembalap Ducati ini menyalipnya pada Lap 12.

“Dia sudah sangat impresif di Qatar. Saya bertarung dengannya pada dua dan tiga lap pertama, karena ban belakang saya masih tidak cukup kuat dan dia banyak menekan. 

“Dia mengingatkan sedikit akan diri saya, karena ketika saya tiba di MotoGP. Sangat agresif dan menekan sampai limit dan hampir kecelakaan, tapi pada akhirnya itulah cara untuk belajar,” papar Marquez. 

“Jika Anda ingin belajar, dia perlu untuk seperti ini. Dia perlu untuk menekan dari awal dan mencoba untuk finis di mana dia bisa. Saya rasa ini cara yang baik dan dia pembalap Yamaha pertama yang finis tidak begitu buruk.”

Pujian senada turut dilontarkan Lorenzo kepada Zarco. Pembalap Spanyol itu bahkan memuji sikap sang rookie Yamaha Tech 3, tapi juga menganggap untuk lebih berhati-hati karena perbedaan antara motor MotoGP dan Moto2.

“Saya sangat menyukai sikap Johann karena dia berpikir tentang balapan. Dia banyak berlatih dan berdeterminasi di atas motor. Jika dia dua kali memenangi kejuaraan di Moto2, itu karena dia sangat bagus. Tentu saja, Yamaha memberikan banyak kepercayaan diri kepada rookie. Ini motor yang mudah,” timpal Lorenzo.

“Tapi sudah pasti, dia sangat berdeterminasi dan sangat cepat. Kadang-kadang saya pikir dia terlalu berdeterminasi, terutama ketika bertarung dengan pembalap lain. Dia perlu untuk sedikit berhati-hati, karena motor (MotoGP) lebih besar dibandingkan Moto2. Terlepas dari itu, saya sangat menyukai sikapnya. Dia pembalap yang sangat bagus.”

Ban medium

Keberhasilan dua kali finis kelima dan keempat mengantarkan Zarco naik ke peringkat keenam dengan torehan 35 poin. Tak pelak, ini menjadikan sang pembalap sebagai rookie MotoGP yang menempati peringkat tinggi dibandingkan Jonas Folger, Alex Rins dan Sam Lowes.

“Balapan yang hebat. Finis keempat itu fantastis. Feeling saya sudah baik sejak awal balapan. Saya melihat para rival mulai kesulitan dengan grip belakang di keluar tikungan dan pada akselerasi. Pada saat ini, feeling saya lebih baik,” tukas Zarco.

“Saya tidak ingin kehilangan waktu. Saya mengejar posisi. Dan ketika saya di posisi kedua, saya dalam kecepatan yang hebat.

“Saya memakai ban depan dan belakang medium karena tidak cukup berpengalaman dengan kompon hard. Saya merasa aman dalam cara ini. Tapi akhirnya menjadi sulit. Bahkan jika memakai ban belakang hard seperti Marc, saya tidak bisa lebih cepat.

“Saya hanya mengambil kesempatan ini dan para pembalap pabrikan (Yamaha) kesulitan. Jadi, terima kasih, karena hal itu saya mendapatkan dua posisi lebih baik.”

Laporan tambahan oleh German Garcia Casanova

Artikel MotoGP berikutnya
Rossi-Vinales beda pendapat soal sasis baru Yamaha

Artikel sebelumnya

Rossi-Vinales beda pendapat soal sasis baru Yamaha

Next article

Nakagami dan Morbidelli masuk radar LCR Honda

Nakagami dan Morbidelli masuk radar LCR Honda
Load comments