Zarco Siap Membayar Kepercayaan Ducati

Johann Zarco berhasil memimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 yang baru berlangsung dua putaran.

Zarco Siap Membayar Kepercayaan Ducati

Dua lomba awal MotoGP musim ini digelar di Sirkuit Internasional Losail, yakni GP Qatar dan GP Doha. Peringkat pertama dan ketiga di dua lomba tersebut berubah, namun tidak untuk posisi kedua yang direbut Johann Zarco.

Dengan dua kali naik podium kedua, Zarco pun memimpin klasemen MotoGP 2021 dengan 40 poin. Inilah kali pertama Zarco memuncaki klasemen kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor itu sejak kali pertama turun pada 2017.

Jika menilik ke belakang, sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bila Zarco mampu memimpin klasemen MotoGP saat ini.

Zarco sejatinya pembalap dengan teknik bagus. Ia terjun ke MotoGP dengan modal mentereng, juara dunia Moto2 2015 dan 2016. Tidak heran bila salah satu tim independen  top di MotoGP, Tech3 Yamaha, langsung merekrutnya untuk musim balap 2017.

Johann Zarco saat membela Tim Avintia Racing beraksi di atas Ducati Desmosedici GP19 di MotoGP 2020.

Johann Zarco saat membela Tim Avintia Racing beraksi di atas Ducati Desmosedici GP19 di MotoGP 2020.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Kendati kecelakaan pada lomba MotoGP pertamanya di Qatar, tanda-tanda Zarco bakal menjadi pembalap hebat mulai terlihat pada lomba-lomba berikutnya.

Terbukti, ia mampu merebut pole position di Assen (Belanda) dan Motegi (Jepang), serta podium masing-masing di Le Mans (Prancis), Sepang (Malaysia), dan Valencia (Spanyol).

Zarco pun finis P6 di MotoGP 2017. Ia juga menyabet gelar Pembalap Muda/Debutan Terbaik (Rookie of The Year) sekaligus pembalap tim independen dengan peringkat tertinggi.

Pada MotoGP 2018, tiga finis podium (Argentina, Spanyol, Malaysia) dan dua pole (Qatar dan Prancis) berhasil direbut Zarco. Pembalap kelahiran Cannes, Prancis, 30 Juli 1990 itu pun sekali lagi finis keenam di klasemen akhir MotoGP.

Ramon Forcada, kepala kru Zarco di Tech3 menyebut, gaya dan teknik pembalapnya itu mirip dengan Loris Capirossi (500cc/MotoGP 2000-2011) dan John Kocinski (500 cc 1993-1999).

“Seperti Capirossi dan Kocinski, gaya balap Zarco membuatnya mampu memaksimalkan performa ban berkompon lebih lunak untuk lomba. Dengan kompon ini, mereka mampu menyelesaikan lomba dan pembalap lain tidak bisa melakukannya,” ucap Forcada.

“Capirossi dan Kocinski adalah master untuk teknik penggunaan ban lunak untuk lomba,” tutur Forcada seperti dikutip Motorsport.com, beberapa tahun lalu.

Johann Zarco, pembalap Pramac Racing yang musim ini bisa saja menjadi andalan Ducati untuk merebut gelar juara dunia di MotoGP.

Johann Zarco, pembalap Pramac Racing yang musim ini bisa saja menjadi andalan Ducati untuk merebut gelar juara dunia di MotoGP.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Pada November 2018, Zarco menerima pinangan skuad pabrikan Red Bull KTM MotoGP untuk MotoGP 2019. Di sinilah Zarco sempat dicap sebagai pembalap “bermasalah”.

Zarco memutus kontrak secara sepihak dengan KTM setelah 13 balapan MotoGP 2019 (dari total 19 pada musim tersebut). Kabarnya, setelah serangkaian hasil buruk bersama KTM, saat itu Zarco mendapat tawaran dari Tim Repsol Honda.  

Sempat turun di tiga balapan terakhir MotoGP 2019 untuk Tim LCR Honda, Zarco akhirnya menerima pinangan Reale Avintia Racing, tim kecil yang didukung Ducati, untuk MotoGP 2020.

Hasilnya, selain mampu mencetak pole dan podium ketiga di GP Rep. Ceko, Zarco juga mampu dua kali finis P5. Torehan tersebut membuat Ducati meliriknya untuk memperkuat tim satelit terbaik mereka, Pramac Racing, untuk MotoGP 2021.

Bersama Pramac, performa Zarco kian menggila, terutama untuk urusan membuat kecepatan tertinggi (top speed). Pada hari pertama tes pramusim kedua MotoGP 2021 di Losail, 10 Maret lalu, Zarco membuat rekor baru top speed dengan 357,6 km/jam.

Barulah pada 27 Maret, di sesi latihan bebas keempat (FP4) GP Qatar, Zarco membuat rekor top speed MotoGP dengan 362,4 km/jam di atas Ducati Desmosedici GP21. Ia mematahkan rekor Andrea Dovizioso, juga dibuat bersama Ducati, di FP3 GP Italia 2019, yakni 356,7 km/jam.

Top speed Dovi tersebut kini hanya berada di posisi keempat. Di GP Qatar lalu, dua pengguna Ducati Desmosedici GP21 lainnya, Jorge Martin (Pramac Racing) dan Jack Miller (Ducati Lenovo) juga mampu mencetak top speed lebih tinggi daripada Dovi.      

Di kualifikasi pertama, Martin menembus 358,8 km/jam. Di sesi yang sama, Miller mampu melesat 357,6 km/jam.

Baca Juga:

Selain “ahli” mencetak top speed, Zarco juga mampu konsisten saat lomba. Di GP Qatar, Zarco start di grid keenam, P3 di (warm up), lalu finis kedua usai lomba. Sedangkan di GP Doha, ia start dari grid kedua, tercepat di warm up, untuk kemudian kembali naik podium kedua.

Salah satu kunci sukses Johann Zarco sejauh ini adalah kemampuannya mengatur level keausan ban. Dan itu sudah ia pelajari dan lakukan musim lalu saat membela Avintia yang juga memakai Ducati Desmosedici GP.

Tidak seperti pembalap Ducati lain yang cenderung agresif karena besarnya tenaga motor, gaya Zarco bisa dibilang sangat halus yang sebenarnya anti-Ducati. Zarco tahu kapan harus agresif dan kapan waktunya untuk smooth.

Dua pekan ke depan, Johann Zarco akan memulai seri MotoGP di Eropa yang akan diawali di Sirkuit Algarve, Portimao, Portugal. Jika mampu konsisten, bukan tidak mungkin Zarco mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP tahun ini.

“Menurut saya, Ducati kini mampu berperforma bagus di semua jenis trek. Paling tidak, saya bisa mengacu hasil torehan Jack (Miller) tahun lalu. Jika itu terjadi, artinya Ducati sangat berpotensi naik podium di setiap balapan,” tutur Johann Zarco.

“Gelar tentu lebih penting dan indah ketimbang sebuah kemenangan (lomba). Gelar masih menjadi mimpi bagi saya kendati tidak ada yang tahu bakal seperti apa musim ini berjalan. Yang pasti, saya akan terus memaksimalkan performa sampai batas dan membuat kemajuan.”  

Johann Zarco kini memiliki hampir semua syarat untuk menjadi juara dunia. Sudah sepantasnya ia membayar kepercayaan besar yang diberikan Ducati kepadanya.

dibagikan
komentar
Zarco Tegaskan Tampil Baik bersama Ducati Bukan Aksi Pembuktian

Artikel sebelumnya

Zarco Tegaskan Tampil Baik bersama Ducati Bukan Aksi Pembuktian

Artikel berikutnya

Miller Segera Operasi Arm Pump Lengan Kanan

Miller Segera Operasi Arm Pump Lengan Kanan
Muat komentar