Zarco Sudah Berani Pikirkan Peluang Juara Dunia

Paruh pertama MotoGP 2021 berjalan bagus untuk Johann Zarco, bahkan melebihi ekspektasi. Rider Pramac Racing itu yang gapnya paling dekat dengan Fabio Quartararo, sang pemuncak klasemen.

Zarco Sudah Berani Pikirkan Peluang Juara Dunia

Dua tahun setelah petualangan dengan KTM yang sangat sulit, Johann Zarco benar-benar mengubah dimensi di MotoGP. Kehadirannya dalam skuad Pramac, disertai dengan peralihan ke generasi baru Ducati, memungkinkannya tampil kompetitif.

Itu terbukti dengan kesuksesannya menduduki posisi kedua dalam klasemen sementara musim ini. Ia memang belum meraih kemenangan, namun telah mengoleksi total empat podium dalam sembilan race 2021.

Zarco sejauh ini adalah pembalap terbaik dan paling konsisten yang mengendarai motor Ducati. Dalam sembilan balapan, rider Prancis itu telah mengoleksi 122 poin, terpaut 34 angka dari Quartararo.

Ia memasuki jeda musim panas dalam posisi yang sangat bagus, sehingga bisa menikmati liburan musim panas sebelum kembali fokus mengejar kemenangan pertama sekaligus Quartararo, Agustus mendatang.

Baca Juga:

"(Saya) senang menempati posisi kedua. Memang belum menang, namun saya mampu mendapat banyak (poin). Dalam kejuaraan, ketika Anda meraih 20 poin, itu sangat bagus," ujar Zarco setelah Grand Prix (GP) Belanda di Sirkuit Assen, akhir pekan lalu.

"Sempat memimpin setelah (double-header) Qatar, dan kembali meraih banyak (poin) di Le Mans, Catalunya dan bahkan Mugello masih menjadi balapan yang hebat. Jadi saya sangat senang.

"Saya masih sedikit khawatir tentang kendali motor, soal cara kerja selama akhir pekan race di Sachsenring (GP Jerman), paruh kedua balapan benar-benar sulit. Namun puas dapat kembali tampil dengan kecepatan tinggi di trek berbeda (Assen)."

Pencapaiannya sejauh ini yang ditunjang dengan konsistensi performa dan feeling yang terus membaik, membuat Zarco makin termotivasi dan percaya diri bisa meraih kemenangan di paruh kedua nanti.

Sejak awal tahun, pembalap 30 tahun itu telah menegaskan keinginannya untuk jadi kandidat tetap bersaing di baris depan ketimbang sekadar berprogres. Dan, ia justru mampu menyatukannya.

Selain kegagalan finis di Portimao, Johann Zarco selalu menyelesaikan balapan di antara posisi delapan besar, bahkan enam di antaranya sukses berada dalam empat besar.

Johann Zarco, Pramac Racing

Johann Zarco, Pramac Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

"Ini lebih baik dari yang bisa saya bayangkan pada awal musim, tetapi begitu berada di sana, Anda harus memanfaatkannya. Saya dapat mengatakan bahwa tujuan saya adalah bertarung untuk gelar dan mencoba menjadi juara dunia MotoGP," ujar Zarco.

"Agar itu bisa terwujud, saya harus lebih pintar dan mengerahkan segalanya. Saya tidak boleh berhenti. Jika memikirkan gelar, saya mungkin kecewa tak mampu mengalahkan Fabio (di Assen), namun bila fokus ke kejuaraan, saya senang bisa merebut poin.

"Jadi ini tetap operasi yang bagus. Apa yang saya maksudkan (di awal musim) lebih kepada berada di lima besar dan kemudian meraih podium. Ketika Anda mulai mampu untuk itu, Anda tahu motornya bisa bersaing, di Belanda, P4, itu bagus."

Oleh karena itu, Zarco kini jelas menjadi penantang kuat untuk gelar juara dunia. Ambisinya bisa mengejar Fabio Quartararo daripada tetap di depan rider utama Ducati, Francesco Bagnaia dan Jack Miller.

"Targetnya adalah mengejar Fabio, bukan menjadi Ducati terbaik. Jika bisa mengalahkan Fabio, maka otomatis saya adalah Ducati terbaik, jadi itu bagus," Zarco menuturkan.

"Dengan posisi yang bagus dalam kejuaraan, tujuannya akan selalu berusaha mengumpulkan poin semaksimal mungkin dan bermimpi untuk menjadi juara dunia," ia menambahkan.

Johann Zarco, Pramac Racing

Johann Zarco, Pramac Racing

Foto oleh: Pramac Racing

 

dibagikan
komentar
Aleix Espargaro Tuntut Mesin Lebih Bertenaga Setelah Jeda

Artikel sebelumnya

Aleix Espargaro Tuntut Mesin Lebih Bertenaga Setelah Jeda

Artikel berikutnya

Mengenal Aramco, Sponsor VR46 di MotoGP

Mengenal Aramco, Sponsor VR46 di MotoGP
Muat komentar