Ikut Balap Gurun Pasir, Price Rekrut Manajer Top Supercars

Dua kali juara Reli Dakar, Toby Price, resmi menggaet Manajer Tim Triple Eight Race Engineering, Mark Dutton, pada ajang Finke Desert Race 2021.

Ikut Balap Gurun Pasir, Price Rekrut Manajer Top Supercars

Musim ini akan menandai penampilan kelima Price dalam perlombaan gurun pasir paling bergengsi di Australia, yang mana ia telah merilis TSCO Trophy Truck terbarunya untuk digunakan saat balapan.

Mobil bertenaga mesin V8 itu sudah melewati serangkaian modifikasi demi membawa bodywork Mitsubishi Triton ketimbang panel standar berbasis Ford, dengan dukungan Mitsubishi Motors Australia.

Dalam upaya merebut kemenangan pertama di Finke Desert Race, Price meningkatkan kekuatan teknis krunya dengan merekrut engineer dan manajer tim Supercars terkenal, Dutton.

Bos Triple Eight Race Engineering itu bakal berperan sebagai manajer skuad untuk gelaran Finke Deserta Race, serta juga akan menjadi navigator Price pada etape pertama dari rute Alice Springs ke Aputula.

Dutton nantinya bakal fokus pada tanggung jawab sebagai manajer tim ketika Joe Weining mengambil alih kursi navigator dalam etape kedua.

“Seolah-olah Anda tidak ingin mencobanya. Saya sudah menilai truknya. Itu mobil yang hebat, dan Toby Price adalah legenda. Saya benar-benar terkejut dan berterima kasih atas tawaran tersebut,” kata Dutton kepada Motorsport.com.

“Saya belum pernah mengikuti Finke sebelumnya. Tapi saya dengar, ini seperti Bathurst di gurun, event yang luar biasa.

“Saya sadar tidak memiliki pengalaman. Saya tidak akan masuk begitu saja dan memerintah. Namun saya ingin membantu dan berkontribusi. Saya tidak ingin berada di sana sebagai penonton.”

Mitsubishi Motors Trophy Truck

Mitsubishi Motors Trophy Truck

Foto oleh: Mitsubishi Motors

Finke Desert Race memang bakal jadi debut Dutton. Pun begitu, ia sebenarnya pernah menjajal balap off-road ketika berkompetisi di Goondiwindi 400 sebagai navigator.

“Kami mengemudikan buggy di trek pendek khusus di Caboolture beberapa tahun lalu. Saya adalah pengemudi dan Ty (Freele), mekanik nomor satu di #88, adalah navigatornya,” tutur Dutton.

“Kami memenangi kelas Pro. Itu lebih karena kami berjuang keras dan kami adalah orang terakhir yang bertahan, selain faktor saya yang juga sangat cepat.

“Itulah pengalaman balap saya.”

Baca Juga:

Pada kesempatan sama, Price mengatakan, bahwa kualifikasi akan menentukan seberapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan Dutton saat menjadi navigator.

“Jika kami tidak lolos dengan baik, maka navigator akan mendapat pekerjaan di depannya karena saya mengandalkan dia untuk memberi catatan jika (lintasan) berdebu,” ucap Price.

“Tapi jika kami bisa melaju tanpa (gangguan) debu, saya tahu treknya cukup baik, kami tidak perlu membuat banyak keputusan. Dia bisa duduk di sana, menikmati perjalanan dan memantau alat pengukur.

“Satu-satunya pekerjaan lain yang mungkin dia miliki saat ban kempes. Saya tidak berencana untuk mengalaminya, tetapi Anda harus bersiap untuk hal yang tidak terduga di Finke.

“Pastinya kami akan memberinya pandangan pada dunia off-road dan melihat bagaimana dia suka bermain di tanah. Saya pikir dia akan baik-baik saja, saya yakin dia sudah sering berada di mobil bersama anak-anak Supercars. Ini adalah dunia yang berbeda di atas tanah, terutama dengan suspensi pada trophy truck.

“Menurut saya, dia bersemangat. Saya akan mencoba menakut-nakutinya.”

dibagikan
komentar
Menanti duel Marquez versus Baker di Superprestigio

Artikel sebelumnya

Menanti duel Marquez versus Baker di Superprestigio

Artikel berikutnya

Price Kendarai Motor untuk Kali Pertama Usai Insiden Dakar

Price Kendarai Motor untuk Kali Pertama Usai Insiden Dakar
Muat komentar