Pengalaman pembalap multidisiplin: Stroll dan Alinka

dibagikan
komentar
Pengalaman pembalap multidisiplin: Stroll dan Alinka
7 Sep 2018 04.27

Sama seperti Alex Lynn dan Felix Rosenqvist, Lance Stroll dan Alinka Hardianti juga turun di beberapa kejuaraan dalam satu musim. Seperti apa komentar mereka?

Selain Williams Formula 1, Lance Stroll tandem dengan Rosenqvist, Daniel Juncadella, dan Robin Frijns dalam naungan Jackie Chan DC Racing. Keempat pembalap tersebut mengemudikan LMP2 #37 di ajang Daytona 24 Jam, Januari 2018.

Musim ini, Alinka berlaga di berbagai disiplin balap, seperti turing, slalom, drift, dan off-road. Ia juga berkesempatan menjajal Fuji Speedway di ajang Gazoo Racing Festival pada 2016 dan 2017.

Slider
List

Lance Stroll, Williams Martini Racing

Lance Stroll, Williams Martini Racing
1/6

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lance Stroll, Williams Martini Racing

Lance Stroll, Williams Martini Racing
2/6

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lance Stroll, Williams Racing

Lance Stroll, Williams Racing
3/6

Foto oleh: Glenn Dunbar / LAT Images

Lance Stroll, Williams FW41

Lance Stroll, Williams FW41
4/6

Foto oleh: Manuel Goria / Sutton Images

#37 Jackie Chan DCR JOTA ORECA LMP2: Lance Stroll

#37 Jackie Chan DCR JOTA ORECA LMP2: Lance Stroll
5/6

Foto oleh: Alexander Trienitz

#37 Jackie Chan DC Racing JOTA ORECA LMP2, P: Lance Stroll, Felix Rosenqvist, Daniel Juncadella, Robin Frijns

#37 Jackie Chan DC Racing JOTA ORECA LMP2, P: Lance Stroll, Felix Rosenqvist, Daniel Juncadella, Robin Frijns
6/6

Foto oleh: Jake Galstad / LAT Images

Stroll: Ada banyak balapan keren di luar F1

Aksi Stroll di Daytona 24 Jam 2018 bukanlah yang pertama. Dua musim lalu, ia membela Chip Ganassi Racing Riley DP Ford bersama sesama pembalap F1, Brendon Hartley, serta Alexander Wurz dan Andy Priaulx.

Rekan setim Sergey Sirotkin di Williams tersebut mengaku ingin memanfaatkan libur musim dinginnya dengan cara berbeda. Menurutnya, ada banyak kejuaraan balap selain F1.

“Musim 2016 saya sudah pernah turun [balapan Daytona 24 Jam],” ujarnya. “Waktu itu sangat menyenangkan, jadi saya ingin coba sesuatu berbeda kali ini [awal 2018]. Ada banyak balapan keren dan kegiatan menarik di luar Formula 1.”

Stroll menilai terdapat beberapa perbedaan besar antara balap ketahanan dan Grand Prix, seperti di F1 yang sarat akan politik. Meski demikian, ia tetap termotivasi saat menjalaninya.

“Ada perbedaan besar antara balapan 24 jam dengan Grand Prix, dilihat dari konsep dan strateginya . Namun, keduanya membolehkan saya untuk masuk ke dalam mobil dan melakukan kesukaan saya, berkompetisi.

“Tiap balapan pasti ada pro dan kontra, seperti F1 yang sangat politis. Di waktu bersamaan, karena [persaingannya] sangat intens [di F1], kepuasan yang didapat pun lebih besar,” pungkasnya.

Pada F1 GP Italia (2/9), Stroll berhasil mendulang dua poin, setelah di GP Azerbaijan ia pulang dengan empat angka.

Baca Juga:

Slider
List

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
1/6

Foto oleh: Scherazade Mulia Saraswati

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
2/6

Foto oleh: Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
3/6

Foto oleh: Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
4/6

Foto oleh: Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia

Alinka Hardianti, Toyota Team Indonesia
5/6

Foto oleh: Wisnu Setioko

Alinka Hardianti

Alinka Hardianti
6/6

Alinka: Jangan sekedar ikut balapan

Musim ini, Alinka ikut di empat disiplin balap, yaitu drift, slalom, turing, dan speed off-road tingkat kejurnas. Ia memiliki kesan sendiri terhadap masing-masing balapan yang diikuti.

Menurutnya, balap slalom cenderung membutuhkan konsentrasi serta teknik sempurna saat menikung. Sedangkan di balap drift, penonton akan lebih terhibur dengan unsur entertainment yang disuguhkan.

“Slalom membutuhkan konsentrasi serta teknik yang benar-benar sempurna, karena tidak ada waktu latihan” komentar Alinka. “Untuk drifting, kami dinyatakan menang berdasarkan penilaian juri. Selain balapan, penonton bisa terhibur karena unsur hiburannya lebih gede.”

Turing tidak hanya berpacu dengan diri sendiri, namun juga dengan lawan-lawannya, sedangkan di speed off-road, sesuai namanya, menguji kemampuan Alinka memacu mobil di lintasan tanah.

“Kalau di turing kami start rame-rame, tidak seperti di slalom atau drift,” tuturnya. “Kami tidak hanya bertarung dengan diri sendiri, tapi juga para rival.

“Speed off-road memakai mobil berukuran lebih besar yang berlaga di lintasan tanah. Berbagai teknik balap seperti [melaju] di trek lurus, belok grip dan sliding, serta loncat dipaka semua di sini.”

Meski mengikuti berbagai balapan dari disiplin berbeda, Alinka telah menetapkan niat untuk berprestasi, tidak hanya sekedar ikut.

“Harus ada niat untuk berprestasi di situ, bukan sekedar ikut-ikutan. Kalau cuma ingin ikut, menang kalah tidak jadi masalah. Saya tidak ingin menjadi seperti itu. Saya ingin dikenal sebagai pembalap profesional,” pungkasnya.

Berbagai piala telah Alinka koleksi, termasuk salah satu yang terbaru saat memenangi Kejurnas Super Drift 2018 di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Baca Juga:

Wawancara Lance Stroll diintisarikan dari Jurnal FIA, Auto, edisi ke-22

Wawancara Alinka Hardianti dilakukan pada 12 April 2018 di markas pusat Toyota Team Indonesia

Artikel Other cars berikutnya
TTI siapkan Fortuner Reli dan 86 TTI

Artikel sebelumnya

TTI siapkan Fortuner Reli dan 86 TTI

Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Formula 1 , Other cars
Pembalap Lance Stroll Shop Now , Alinka Hardianti
Tipe artikel Special feature