Strategi TTI antarkan Haridarma pertahankan titel

dibagikan
komentar
Strategi TTI antarkan Haridarma pertahankan titel
Oleh:
, Journalist
3 Des 2018 12.06

Tampak kesulitan sepanjang akhir pekan BSD Grand Prix, Haridarma Manoppo finis kedua untuk memastikan gelar nasional ITCC 1600 Max.

Unggul lima poin dari Alvin Bahar jelang putaran terakhir ISSOM 2018 di BSD City Grand Prix, Haridarma hanya membutuhkan finis kedua untuk mempertahankan gelar juara nasional ITCC 1600 Max.

Namun, pembalap andalan Toyota Team Indonesia (TTI) itu tampak kesulitan dengan set-up mobil. Terlebih dengan jadwal latihan yang sangat terbatas.

Alhasil, pembalap dengan nomor start #39 itu memulai balapan dari posisi ketiga, dan sempat keteteran mengimbangi rekan satu tinya di TTI, Demas Agil, dan juga Alvin, jagoan tunggal Honda Racing Indonesia.

“Tahun lalu kita bisa latihan dari Jumat, tahun ini ternyata hanya bisa latihan Sabtu (1/12) pagi, warming up, itupun hanya 10 menit,” ujar Haridarma.

“Sebenarnya saya sudah mengikuti set-up mobil tahun lalu, namun karena kondisi trek berubah, baik itu permukaan trek dan juga cuaca, set-upnya tidak maksimal.

"Contohnya seperti rekan satu tim saya (Demas Agil), set-up yang digunakannya sangat bagus. Namun karena waktu latihan yang sangat terbatas, saya tak bisa mengikuti set-upnya. Mungkin kalau latihan dari Jumat, hasilnya akan jauh berbeda.

“Kami sempat compare data, dan saat balapan saya sempat membuntutinya. Cuma saya kewalahan karena set-upnya kurang tepat untuk sirkuit ini, mobilnya cenderung understeer."

Ketika disinggung bagian yang difokuskan dalam set-up, Haridarma menjawab: “Untuk set-up lebih ke suspensi, mulai dari per, shockbreaker, camber, toe in toe out, dan tekanan angin ban.”

Baca Juga:

Menghabiskan sebagian besar paruh awal balapan di belakang Alvin dan Demas, Haridarma naik ke posisi kedua pada lima lap akhir, dan memastikan gelar ITCC 1600 Max 2018 dengan keunggulan hanya satu poin.

Jika menilik kecepatan Haridarma sepanjang akhir pekan BSD Grand Prix, tersirat bahwa TTI menerapkan team order, hal yang diamini oleh sang pembalap.

“Kita saling membantu, kalau memang poin saya dan Demas berdekatan, itu lain cerita. Tapi tetap, yang namanya tim pasti menerapkan order, terlebih ini Toyota (Team Indonesia), tim besar,” bebernya.

“Tapi jelas, kita balapan bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk Toyota. Jika tahun depan saya harus mengalah, gapapa. Saya diminta balapan mundur, ya saya balapan mundur,” candanya.

Artikel berikutnya
BSD City Grand Prix: Benny Santoso podium tertinggi ETCC 3000

Artikel sebelumnya

BSD City Grand Prix: Benny Santoso podium tertinggi ETCC 3000

Artikel berikutnya

GALERI: Rio Haryanto bersama TTI di BSD City Grand Prix 2018

GALERI: Rio Haryanto bersama TTI di BSD City Grand Prix 2018
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Other cars
Event ISSOM: BSD City Grand Prix 2018
Penulis Derry Munikartono
Jadilah yang pertama untuk mendapatkan
berita terbaru