Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Special feature

43 Racing School Konsisten Bentuk Pembalap Profesional

Muhammad Fadli Imammudin mendirikan sekolah balap 43 Racing School untuk membantu para pembalap muda ke jenjang profesional.

Ahmad Marta, salah satu pelatih 43 Racing School

Mantan bintang balap motor nasional dan juara Asia tersebut mendirikan 43 Racing School pada 2016. Namun, ide awal sebetulnya sudah ada di benak M Fadli saat dirinya masih aktif. Saat itu, ia memiliki GP Mono, motor dengan sasis Moto3 bermesin Honda CRF250.

Berbekal dari motor-motor inilah M Fadli membuat sekolah balap yang tujuannya mengembangkan para pembalap muda di bawah 20 tahun dan mereka yang ingin berlatih balap.

M Fadli pun menyebut bila 43 Racing School adalah sekolah balap pertama yang fokus dengan motor tipe sport dan menggunakan racing bike. Meskipun begitu, para siswa 43 Racing School tetap akan mendapatkan dasar mengendarai motor yang benar.

Itulah mengapa di 43 Racing School terdapat tiga kelas, yakni basic turun dengan motor underbone Honda Blade 125, intermediate dengan Honda CBR250RR, dan expert baru memakai motor GP Mono. Pasalnya, handling motor GP Mono ini memerlukan teknik khusus.

M Fadli, 43 Racing School

M Fadli, 43 Racing School

Foto oleh: 43 Racing School / Facebook

Untuk motor, belum lama ini 43 Racing School resmi bekerja sama dengan Alrasyid Indo Racing (Airacing) selaku pemasok motor spesifikasi MiniGP, AP10.

Motor ini rencananya akan dipakai 43 Racing School untuk menunjang program latihan mereka untuk anak-anak berusia 6-14 tahun.

Saat ini, 43 Racing School memiliki dua jenis paket sekolah balap, yakni A (Regular Package A dan Package Ladies A) dan B (Regular Package B dan Package Ladies B).

Paket A bertarif Rp12,5 juta dengan fasilitas di antaranya latihan selama 10 hari di Sirkuit Karting Sentul, motor untu berlatih, mekanik, kru, instruktur, makan siang, serta mes bagi yang memerlukan.

Paket B dibanderol Rp7 juta. Fasilitas yang diberikan tidak terlalu jauh berbeda. Tetapi, durasi latihan hanya lima hari.   

Untuk pelatih teknik balap, M Fadli dibantu Ahmad Marta yang juga mantan pembalap top Tanah Air. Selain itu, 43 Racing School juga memiliki pelatih fisik lulusan universitas ternama di Yogyakarta.

Semua fasilitas ini disediakan dengan harapan peserta mampu memperoleh hasil maksimal untuk persiapan balap misalnya, dalam waktu sekira dua minggu saja.

Seorang siswa sekolah balap 43 Racing School beraksi di Sirkuit Karting Sentul

Seorang siswa sekolah balap 43 Racing School beraksi di Sirkuit Karting Sentul

Foto oleh: 43 Racing School / Facebook

Membantu para pembalap muda untuk menjadi profesional di balap yang benar-benar memakai motor khusus balap, baik nasional maupun internasional, menjadi tujuan utama didirikannya 43 Racing School ini.

Dalam hal ini, 43 Racing School bisa dibilang membantu mempersingkat waktu proses pematangan skill dan teknik pembalap, juga mentalitas, disiplin, dan attitude, baik di dalam maupun luar tim.

Banyak pertanyaan soal apa yang bisa didapatkan dari berlatih di 43 Racing School? Yang diajarkan adalah teknik-teknik balap untuk mereka yang ingin menjadi profesional di kelas balap motor sport.

Peserta didik juga akan mendapatkan latihan fisik, termasuk stretching (peregangan otot agar tubuh tetap lentur, kuat, dah sehat), sosialisasi dalam tim, serta teknik set-up untuk balapan.

Menjadi pembalap butuh banyak faktor dan proses yang tidak sebentar. Disiplin tinggi, latihan setiap hari, dan tentunya kerja keras. Dalam hal ini, 43 Racing School siap membantu mereka yang memang ingin menjadi pembalap profesional.

Baca Juga:

Reputasi 43 Racing School sebagai sekolah balap top bisa dilihat dari kualitas pembalap yang dihasilkan. Lucky “Kaddi” Hendriansya dari angkatan pertama 43 Racing School mampu bersinar di ARRC kelas AP250 pada 2019.

Setelah itu ada Mario Suryo Aji yang kini turun di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Selain Mario, masih ada Dheyo Wahyu, Harlian Dandi, dan M. Adenanta.

Terbaru, jebolan 43 Racing School seperti Reykat Yusuf Fadilah dan Aan Riswanto turun di Asia Talent Cup (ATC) 2022 bersama Astra Honda Racing Team.  

Pada tahun 2020, 43 Racing School mengibarkan sayapnya di dunia balap motor Indonesia dengan mendirikan 43 Racing Team. Selain itu, 43 Racing School juga membuka kelas komunitas dengan materi berupa ridding position, racing line, braking, dan cornering.

Kemampuan 43 Racing School membina pembalap muda membuat banyak pihak bersedia menjadi official partner mereka.

TDR High Performance, PT. Astra Honda Motor, Motul Indonesia, Pirelli Indonesia, YSS Suspension, AM83, AP10, Lenka MiniGP Indonesia, R9 Exhaust, AHRS Racing Suit, dan 96 MOTORSPORT saat ini bekerja sama dengan 43 Racing School.

 

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Profil Qarrar Firhand Ali, Harapan Baru Indonesia
Artikel berikutnya Sepanjang Race Moto3 Spanyol, Mario Aji Teringat Pesan Mekanik

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia