Rifat Sungkar Desak Peningkatan Keselamatan Balap di Indonesia

Pereli nasional, Rifat Sungkar, meminta instansi-instansi pemerintah untuk lebih memperhatikan perangkat keselamatan mobil balap di Indonesia agar sesuai standar Federation Internationale de l'Automobile (FIA).

Rifat Sungkar Desak Peningkatan Keselamatan Balap di Indonesia

Desakan ini dilontarkan Rifat menyusul insiden kecelakaan Sean Gelael dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, bertindak sebagai co-driver, di Kejurnas Sprint Rally, Sabtu (27/11/2021).

Dalam video terlihat bagaimana Citroen C3 R5 yang dikemudikan oleh Sean Gelael mengalami front-flip dan kemudian terbalik tiga kali, sebelum menghantam permukaan tanah dengan bodi miring ke kiri.

Beruntung, kondisi Sean Gelael maupun Bamsoet baik-baik saja. Keduanya keluar dari mobil tanpa cedera serius. Bahkan, sang Ketua IMI masih dapat berpose sambil tersenyum di sebelah bagian belakang mobil yang rusak.

Berkaca dari insiden kecelakaan itu, Rifat Sungkar pun menilai ada pesan yang disampaikan, bahwa sudah waktunya bagi para pembalap Indonesia dibekali dengan mobil atau motor balap berfitur keselamatan standar tinggi saat balapan.

“Alasan pentingnya safety di dunia motorsport dan kenapa saya selalu memohon agar mobil balap bekas luar negri yang berstandarisasi internasional boleh masuk Indonesia, karena harga di sana jauh lebih murah dari membangun mobil spek serupa disisi yang terkendala pula dengan tools yang terbatas,” tulisnya melalui akun media sosial.

“Selama ini menjadi dilema untuk kami dari dunia motorsport, karena setiap kali kita mau meningkatkan kecepatan, teknologi keselamatan terbaik kita belum sebaik mobil-mobil mereka di luar negeri sana.

Rifat Sungkar, M. Redwan, Mitshubishi Xpander Rally Team

Rifat Sungkar, M. Redwan, Mitshubishi Xpander Rally Team

Foto oleh: karyaKU

“Kemudian belum lagi aturan mobil stir kiri tidak boleh masuk Indonesia padahal 99 persen mobil balap spek internasional berposisi stir sebelah kiri.

“Bukan kami tidak menghargai hasil karya bengkel Indonesia, tapi dalam hal ini kita masih perlu belajar untuk transfer teknologi.

“Untung kejadian ini Sean Gelael dan Pak Bamsoet menggunakan mobil spec WRC2 yang dibuat dengan memperhatikan faktor keselamatan tertinggi, dan kejadian hari ini adalah bukti kita butuh tingkat keselamatan yang tinggi di kecepatan tinggi!”

Rifat Sungkar, yang menjabat Wakil Ketua Umum IMI Mobilitas, melanjutkan bahwa peningkatan keselamatan di motorsport dinilai sangat penting lantaran merupakan bagian dari pembinaan pembalap Indonesia.

Jika menengok olahraga balap di luar negeri, terutama di Eropa yang maju pesat sebagai industri dengan melakukan Research and Development (R&D) bertahun-tahun, sebaliknya kondisi di Indonesia sulit untuk berkembang.

Baca Juga:

“Sekarang kita punya sirkuit yang paling bagus. Salah satu yang bagus di dunia, Mandalika. Tetapi pembalap Indonesia mau balap pakai apa? Mau latihan pakai apa? Itu yang jadi pertanyaan,” ucap Rifat Sungkar dalam video di Instagram.

“Apa yang disuarakan ini bukan (kita) minta diistimewakan. Tapi kita berada di suatu industri yang punya tingkat risiko yang bahaya. Kita sebagai individu harus melindungi (diri sendiri).

“Karena bagaimanapun juga kita harus tahu naik mobil yang aman dan proper. Itu hanya bisa didapatkan di luar negeri, di sini tidak bisa didapatkan.”

Sementara itu, Team Jagonya Ayam mengumumkan Sean Gelael tidak dapat melanjutkan kiprahnya dalam Kejurnas Sprint Rally 2021 di Meikarta lantaran Citroen C3 R5 memerlukan perbaikan menyeluruh.

“Namun karena terjadinya kecelakaan yang dialami Sean dan Pak Bambang Soesatyo. Mereka tidak berpartisipasi pada Spesial Stage 3 dan Special Stage 4,” cuit tim.

 
dibagikan
komentar
Sean Gelael Berharap Bisa Menginspirasi Bibit-bibit Baru Pembalap Indonesia
Artikel sebelumnya

Sean Gelael Berharap Bisa Menginspirasi Bibit-bibit Baru Pembalap Indonesia

Artikel berikutnya

Ini Fakta Sebenarnya di Balik Insiden Sean Gelael di Meikarta

Ini Fakta Sebenarnya di Balik Insiden Sean Gelael di Meikarta
Muat komentar