Rifat Sungkar Ingin Sirkuit Mandalika Bangkitkan Motorsport Indonesia

Pereli Indonesia, Rifat Sungkar, menegaskan pemerintah perlu turun tangan untuk membangkitkan dunia balap di Tanah Air setelah memiliki sirkuit level internasional.

Rifat Sungkar Ingin Sirkuit Mandalika Bangkitkan Motorsport Indonesia

Rifat sebagai seorang pembalap dan mengabdikan dirinya di dunia balap melihat Indonesia masih tertinggal jauh dalam hal motorsport dari negara-negara lainnya.

Setelah dilibatkan dalam kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Rifat langsung bergerak dengan menyelenggarakan beberapa balapan.

Keseriusan pemerintah dalam membangun sirkuit berkelas dunia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, membuat Rifat merasa yakin motorsport Indonesia akan bangkit.

Keberhasilan Mandalika menggelar event dunia pertamanya, World Superbike (WSBK) beserta seri pendukungnya World Supersport (WSSP), turut membuat nama Indonesia makin harum.

Rifat Sungkar berharap ada tujuan lainnya yang ingin dicapai, selain membawa event kejuaraan dunia, Indonesia juga dapat mencetak pembalap nasional untuk bersaing di tingkat internasional.

Sirkuit Mandalika bisa mendorong prestasi pembalap Tanah Air karena mereka akan terbiasa dengan kondisi trek dan memahami cara kerja di ajang balap internasional.

Hanya saja diperlukan dukungan lain, selain sarana yang sangat mendukung seperti Sirkuit Mandalika.

Sebagai cabang olahraga yang sangat tergantung kepada peralatan dan perlengkapan, atlet motorsport setidaknya membutuhkan dua hal utama. Pertama adalah kendaraan balap beserta teknologinya, dan kedua adalah perangkat keselamatan yang melindungi pembalap dari risiko fatal.

Sayangnya, dua hal mendasar itu tidak dapat dengan mudah diperoleh insan motorsport Indonesia dari dalam negeri.

Meski Indonesia menjadi pasar utama beberapa pabrikan mobil maupun motor, sedikit sekali yang menyediakan kendaraan dengan spesifikasi balap. Jika ada, kendaraan spesifikasi balap itu hanya tersedia di luar Indonesia.

Kendati begitu, bukan berarti mereka berharap dari orang lain. Tak sedikit yang berusaha sendiri mencoba membangun dan mengembangkan kendaraan balap dari mobil-mobil atau motor-motor yang ada di Indonesia.

Rifat Sungkar mengatakan bahwa mendatangkan peralatan untuk balapan dari luar negeri tidak mudah dan membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Banyak pembalap Indonesia yang kemudian hanya mampu membeli kendaraan balap bekas dengan teknologi yang sudah tertinggal.

Kondisi tersebut membuat suku cadang tidak selalu tersedia yang membuat mereka memanfaatkan komponen dari kendaraan yang sudah tidak terpakai.

“Untuk membangun satu mobil balap, pembalap sampai harus membeli tiga mobil bekas. Satu dipakai untuk balapan, sementara yang dua dicopot seluruh komponennya untuk dijadikan cadangan jika ada yang rusak,” kata Rifat.

Baca Juga:

Tetapi, dengan segala keterbatasan, pelaku dunia balap di Indonesia mampu menggulirkan kejuaraan balap dengan konsisten dan pesertanya selalu ramai.

Sebelum pandemi Covid-19, jadwal balapan di Indonesia mencapai lebih dari 100 event, dari balap roda dua dan roda empat, mulai tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten.

Sayangnya, bibit-bibit yang bermunculan dari kejuaraan itu tidak dapat berkembang dengan baik. Salah satu penyebabnya karena sulit mendapatkan kendaraan balap yang dapat mengasah mereka menghadapi kejuaraan tingkat dunia.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah ketersediaan perangkat keselamatan bagi pembalap. Tidak hanya yang menempel di badan pembalap, tapi juga yang ada pada kendaraan balap.

Insiden yang dialami Sean Gelael dan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat berlomba di ajang Sprint Rally Meikarta menjadi salah satu contoh nyata.

Meski alami kecelakaan mengerikan, keduanya dapat keluar dari mobil tanpa alami cedera, padahal mobil yang mereka kendarai alami kerusakan parah.

“Motorsport itu olahraga yang sangat berbahaya, oleh karena itu diperlukan peralatan yang dapat melindungi pembalap dari risiko terburuk,“ ujar Rifat.

Rifat mengaku terkejut melihat rekaman kecelakaan yang dialami Sean dan Bamsoet. Menurutnya, Sean dan Bamsoet yang selamat dari kecelakaan itu tidak lepas dari canggihnya peralatan keselamatan yang ada dalam Citroen C3 R5.

Seperti diketahui, Citroen C3 R5 lansiran 2020 yang berspesifikasi WRC2 (tahun depan Rally2) milik Sean Gelael didatangkan langsung dari Citroen Prancis dengan peranti keselamatan balap kelas dunia.

“Mobil yang ditunggangi Sean dirancang untuk balapan dan dilengkapi dengan safety device yang mumpuni. Jika mobil yang ditunggangi adalah mobil balap dengan teknologi lama, maka peralatan keamanannya juga sudah usang, mungkin akan lain ceritanya,” ucap Rifat.

Sean Gelael, Citroen C3 R5

Sean Gelael, Citroen C3 R5

Foto oleh: Tri Cahyo Nugroho

Sirkuit Mandalika dan kecelakaan yang dialami Sean seharusnya dapat menjadi momen bahwa kondisi motorsport Indonesia harus dapat ditingkatkan.

Pembalap Indonesia akan sulit berbicara banyak di arena dunia jika apa yang dipakai belum memenuhi standar. Pihak-pihak terkait sudah harus memikirkan cara bagaimana pembalap Indonesia dapat memperoleh semua yang dibutuhkan dengan lebih mudah.

Rifat Sungkat mengatakan salah satu cara untuk mengatasi itu adalah dengan mengubah beberapa aturan yang terkait dengan impor kendaraan dan komponennya.

Misalnya, larangan jual beli blok mesin baru, berbelitnya aturan impor mobil untuk balapan, juga pengenaan pajak yang tinggi untuk peralatan keselamatan balap.

“Sebagai pelaku di dunia balap, saya pribadi memohon pemerintah untuk dapat memperhatikan kebutuhan olahraga balap ini,” tuturnya.

“Mungkin lewat pelonggaran aturan yang memudahkan insan motorsport mendapatkan kendaraan dan peralatan balap.

“Apa yang saya minta ini semata untuk meningkatkan prestasi balap di Indonesia sekaligus dapat melindungi dari risiko fatal yang kami hadapi.”

dibagikan
komentar
Kiat Rifat Sungkar Menarik Minat Anak Muda Geluti Sprint Rally
Artikel sebelumnya

Kiat Rifat Sungkar Menarik Minat Anak Muda Geluti Sprint Rally

Artikel berikutnya

Wakili Indonesia di Moto3 2022, Gubernur Jatim Apresiasi Mario Aji

Wakili Indonesia di Moto3 2022, Gubernur Jatim Apresiasi Mario Aji
Muat komentar