Rifat Sungkar Sebut Sprint Rally Meikarta Berlangsung Ketat

Pereli Xpander Rally Team, Rifat Sungkar, mengatakan hari pertama seri keempat Kejurnas Sprint Rally 2021 di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat berlangsung ketat.

Rifat Sungkar Sebut Sprint Rally Meikarta Berlangsung Ketat

Ryan Nirwan dan H. Rihans Variza yang merupakan rival utama Rifat Sungkar dan navigatornya, M. Redwan, tampil cepat sejak Spesial Stage (SS) 1.

Rifat Sungkar yang masih aman di puncak klasemen Kelas M1, mencoba bermain tenang. Dalam SS1, ia belum mengeluarkan kemampuan penuh Mitsubishi Xpander AP4.

Pereli andalan Mitsubishi Xpander Rally Team tersebut mencoba memetakan persaingan yang ada terlebih dahulu.

“Saya mungkin baru mengeluarkan 70% sampai 80% kemampuan Xpander AP4 di SS1,” ujar Rifat.

Di SS1, catatan waktu ketiga pereli itu cukup ketat, dengan Ryan Nirwan membukukan waktu 4 menit 08,17 detik, sementara H. Rihan menorehkan 4 menit 9,49 detik, dan Rifat Sungkar mencatatkan 4 menit 9,22 detik.

Selain ketiga pereli nasional yang bersaing meraih trofi, Kelas M1 diramaikan oleh kehadiran duo pereli dari Tim Jagonya Ayam yaitu Sean Gelael dan pereli asal Portugal, Nuno Pinto.

Kedua pereli tersebut cukup menyedot perhatian karena mampu menyaingi para pereli papan atas yang ada di Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2021.

Bahkan, Sean Gelael, yang berlaga di arena Formula 2 dan World Endurance Championship, mampu bertengger di posisi teratas pada SS1.

“Sean Gelael tampil bagus, tapi dia tidak ikut bersaing dalam perebutan gelar, jadi saya tidak mengkhawatirkannya,” ucap Rifat.

Baca Juga:

Pada SS2, terjadi kecelakaan cukup fatal menimpa Sean Gelael. Mobil Citroen C3 yang dikendarainya terguling dan membuat mobil andalan tim Citroen WRC itu hancur.

Beruntung, Sean dan Bambang Soestayo, Ketua PP IMI, yang menjadi navigatornya tidak mengalami cedera.

Lokasi dimana Sean mengalami kecelakaan memang sempat menjadi sorotan para pereli. Pasalnya, area gravel yang menjadi penghubung dengan trek aspal itu cukup berbahaya dengan lumpur yang cukup dalam.

Gravel di bagian itu memang cukup berbahaya, lintasannya bergelombang dan terdapat lumpur yang cukup dalam,” ujar Rifat.

Sean Gelael, Bambang Soesatyo, shakedown seri terakhir Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2021

Sean Gelael, Bambang Soesatyo, shakedown seri terakhir Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2021

Foto oleh: Team Jagonya Ayam

Di area itu juga, Rifat sempat mengalami kendala. Mobilnya sempat mati akibat throttle sensor-nya bergeser akibat terbanting keras di area yang sama seperti Sean mengalami kecelakaan.

Ini membuat catatan waktu Rifat di SS2 tak sesuai harapan dengan menorehkan 4 menit 24,45 detik.

Menurut Rifat, karakter lintasan Meikarta kali ini terbilang tidak beraturan. Keberadaan area gravel dengan permukaan bergelombang dan kehadiran lumpur cukup berbahaya.

Di sisi lain, lintasan Meikarta yang baru ini membutuhkan perhitungan yang matang dalam pemilihan set-up kendaraan. Trek aspal yang mulus sangat berlawanan dengan bagian gravel yang bergelombang.

Menghadapi hari kedua, pada Minggu (28/11), Rifat Sungkar berjanji akan tampil lebih baik menjalani dua SS tersisa. Ia akan berusaha keras untuk meraih gelar Juara Nasional di Kelas Umum.

“Persaingan di Kejuaraan Umum cukup ketat. Di kelas ini Saya memang belum berada di posisi teratas namun masih ada peluang untuk menjadi pemenang,” tutur Rifat.

Rifat Sungkar, M. Redwan, Mitshubishi Xpander Rally Team

Rifat Sungkar, M. Redwan, Mitshubishi Xpander Rally Team

dibagikan
komentar
Sean Gelael Beri Pengalaman Tak Terlupakan untuk Dua Navigator Spesial
Artikel sebelumnya

Sean Gelael Beri Pengalaman Tak Terlupakan untuk Dua Navigator Spesial

Artikel berikutnya

Olahraga Balap Indonesia Tertinggal 10 Tahun dari Eropa

Olahraga Balap Indonesia Tertinggal 10 Tahun dari Eropa
Muat komentar