Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
Special feature

Tekad Bantu Pembalap Muda, Ahmad Jayadi Ingin seperti Rossi

Legenda balap roda dua Indonesia, Ahmad Jayadi, memiliki keinginan mulia. Ia ingin membantu melahirkan pembalap-pembalap generasi baru Tanah Air.

Ahmad Jayadi

Siapa yang tak kenal Ahmad Jayadi? Memulai karier balap roda duanya pada 1993 silam, mantan pembalap nasional ini pernah memperkuat tiga pabrikan berbeda.

Momen tak terlupakannya saat masih aktif balapan tentu saja saat satu grid dengan Valentino Rossi di MotoGP Indonesia 1996 dan 1997 kelas 125cc.

Turun sebagai wildcard, Jayadi berhasil finis di urutan ke-21. Sementara pada 1997, ia gagal menyelesaikan perlombaan.

Baik Jayadi maupun Rossi telah gantung helm. The Doctor pensiun akhir musim 2021 dengan gelar Legenda MotoGP, sebaliknya Jayadi sudah tak lagi memegang setang motor secara reguler sejak 2011.

Walau sudah tak lagi mengaspal, kedua sosok di atas masih menggeluti industri balap. Jayadi kini memiliki bengkelnya sendiri, sementara Rossi kerap melahirkan talenta-talenta baru lewat VR46 Riders Academy.

Baca Juga:

Rossi juga membantuk VR46 Racing Team yang tahun ini berekspansi ke kelas utama dengan menurunkan Luca Marini serta Marco Bezzecchi. Sebelumnya, skuad erkiprah dalam kategori Moto3 dan Moto2.

Jayadi yang pernah menjadi rival Rossi 25 tahun silam pun ingin mengikuti jejaknya. Walaupun tidak mendirikan akademi dan membuka kelas reguler, pria berusia 45 tahun itu tetap ingin membantu Indonesia melahirkan bakat-bakat baru.

"Sebenarnya akademi balap dari dulu sudah ada, hanya saja bentuknya memang bukan akademi, tapi kelas privat," ujar Jayadi kepada Motorsport.com Indonesia.

"Dari dulu sebelum adanya racing school seperti sekarang, saya sudah ada. Salah satu murid saya itu ya Matteo Guerinoni, dia jadi salah satu yang pernah berguru dengan saya.

"Jadi memang saya privat saja, tidak buka kelas reguler. Kapan si murid bisa, saya ikuti jadwal mereka. Jayadi Racing School itu sudah lama berdiri, bahkan saat saya masih aktif balapan. Ya sudah dari 2005 atau 2006an lah."

Akankah kelas privatnya itu akan dibentuk seperti VR46 milik Valentino Rossi, Jayadi masih belum bisa memastikan. Tapi yang jelas, ia terinspirasi oleh sembilan kali juara dunia tersebut.

 

"Saya sih mungkin akan bergerak ke sana, akan dibentuk seperti VR46. Karena saya kan juga ada dukungan dari berbagai pabrikan seperti Honda, Yamaha, mereka kenal sama saya," tuturnya.

"Dan selama karier saya juga sudah bernaung di beberapa pabrikan itu. Jadi kalau untuk pembinaan, edukasi, seharusnya mereka support, sih.

"Tinggal kita tentukan saja sih ingin bergerak ke mana. Apakah ingin dibangun seperti VR46, racing school profesional dengan unit yang mahal atau tidak, itu tinggal ditentukan saja. Intinya sih seperti kita sekolah saja, ada tingkatannya.

"Kalau sekolah kan masuk kelas satu dulu, kelas dua dan seterusnya. Kalau racing school ya paling mulai dari motor bebek dulu, lanjut ke 250cc, naik lagi ke tingkat selanjutnya dan terus menerus sampai Superbike dan lainnya.

"Karena dulu kan tahun 1997 saya pernah belajar di Kenny Roberts Training Range, dan saya dibina olehnya serta Sete Gibernau. Saya ingin seperti mereka, meneruskan ilmu ke generasi selanjutnya."

 

Memiliki Tujuan Mulia

Lebih lanjut, Ahmad Jayadi mengungkapkan alasan mengapa dirinya membuka kelas balap privat. Selain karena hobi, ia tentu saja ingin memberikan wadah bagi para pembalap muda Indonesia yang masih belum mendapatkan panggung.

"Kalau itu lebih kepada hobi saya di situ (balap motor). Alhamdulillah syukur-syukur ilmu yang saya punya bisa dimanfaatkan oleh mereka para pembalap muda," ujarnya.

"Saya kan juga ada tim balap sendiri, Jayadi Racing Team. Dan saya memang suka mengajak pembalap-pembalap muda yang mungkin bisa dibilang tidak memiliki kesempatan untuk tampil di pentas besar.

"Kemudian saya juga ada sponsor, ya ingin berbagi lah intinya. Tujuannya adalah bagaimana saya ingin menciptakan pembalap generasi baru, memberikan mereka yang memiliki potensi sebuah wadah untuk bisa menunjukkan kebolehannya."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Yamaha R3 bLU cRU European Cup Aragon Menanti Wahyu Nugroho
Artikel berikutnya Mario Aji: Layout Circuit of The Americas Menantang

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia