Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Wahyu Nugroho Nyaris Podium di Yamaha R3 bLU cRU Aragon

Performa Wahyu Nugroho terbilang memuaskan pada putaran pertama Yamaha R3 bLU cRU European Cup di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol.

Wahyu Nugroho, Yamaha Racing Indonesia

Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI) Wahyu Nugroho memulai Yamaha R3 bLU cRU European Cup 2022 dengan bagus. Sebagai debutan, pembalap bernomor #89 asal Boyolali, Jawa Tengah, tersebut menunjukkan perkembangan signifikan di setiap sesi yang diikutinya.

Pada sesi Superpole (kualifikasi) Wahyu Nugroho berhasil menembus peringkat ketujuh dengan waktu lap terbaiknya 2 menit 15,483 detik. Ia tertinggal 2,058 detik dari Yeray Ruiz (Yamaha bLU cRU Spanyol) yang merebut start terdepan.

Mungkin jika tidak mendapat penalti akibat insiden di Free Practice – yang memaksanya berdiam di pit pada 15 menit terakhir kualifikasi – Wahyu Nugroho bukan tidak mungkin mampu merebut posisi start yang lebih baik.

Pada Race 1 dan 2 yang berlangsung Sabtu (9/4/2022), performa Wahyu Nugroho layak diacungi jempol. Ia terbukti mampu bersaing di depan melawan 24 pembalap muda (usia 14-19 tahun) asal 12 negara berbeda yang turun, dengan finis P4 pada Race 2.

Pada Race 1, tujuh pembalap langsung melesat ke depan selama lima lap awal. Memasuki lap 6, Ruiz dan Enzo Valentim (AD78 Team Brasil bLU cRU) berhasil melepaskan diri.

Kedua pembalap saling balap pada lap-lap akhir balapan berdurasi sembilan lap (45,693 km) tersebut. Ruiz akhirnya mengatasi pembalap berusia 17 tahun itu dengan unggul hanya 0,273 detik.

Posisi ketiga ditempati pembalap Italia Denis Bergamini (Soradis Yamaha MotoXracing) yang sebelumnya bertarung ketat dengan pembalap Brasil lainnya Kevin Fontainha (AD78 Team Brasil bLU cRU) dan Marc Vich (DS Racing School) asal Spanyol.

Wahyu Nugroho sendiri masuk di posisi kedelapan pada Race 1 ini. Ia memang terpaut hingga 4,543 detik dari Ruiz.

Namun, ia bersaing cukup sengit dengan Maxim Repak (Yamaha MS Racing) yang finis di P7. Gap Wahyu dengan pembalap Slowakia itu hanya 0,063 detik.

Baca Juga:

 

Pada Race 2, duel sengit untuk memperebutkan kemenangan terjadi saat 12 pembalap langsung melesat ke depan.

Ruiz dan Valentim menunjukkan kelasnya lagi tetapi Repak, Bergamini, Fontainha, Wahyu Nugroho, Gustavo Manso (AD78 Team Brasil bLU cRU), dan Andrea Pizzoli (Yamaha bLU cRU Italia) langsung mampu mengejar keduanya di depan.

Pada lap terakhir (kesembilan), Bergamini melakukan manuver untuk merebut P1 diikuti Fontainha dan Pizzoli. Bergamini akhirnya memenangi Race 2 diikuti Fontainha.

Pizzoli yang seharusnya finis P3 terkena penalti pelanggaran track limit pada lap terakhir sehingga Ruiz naik ke podium ketiga. Akibat penalti tersebut, Pizzoli hanya finis di P8.

Wahyu Nugroho terbukti mampu konsisten di barisan depan pada Race 2. Hal itu bisa dilihat dari gapnya yang hanya 0,064 detik dari Bergamini. Wahyu Nugroho juga hanya terpaut 0,043 detik dari Ruiz yang berada di P3.

Hasil di Aragon menempatkan Wahyu Nugroho di peringkat kelima klasemen Yamaha R3 bLU cRU European Cup 2022 dengan 21 poin. Ia tertinggal 20 poin dari Bergamini di posisi teratas.  

Torehan ini jelas menjadi modal bagus bagi Wahyu Nugroho untuk menghadapi putaran kedua yang akan berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda, pada 22-23 April mendatang, bersamaan dengan putaran kedua World Superbike (WSBK).

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Mario Aji Kecewa Berat Alami Crash Saat Kualifikasi
Artikel berikutnya Angin Kencang Bikin Mario Aji Kehilangan Kecepatan

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia