Mobil baru Super Formula jalani tes terowongan angin

dibagikan
komentar
Mobil baru Super Formula jalani tes terowongan angin
Rachit Thukral
Oleh: Rachit Thukral
Diterjemahkan oleh: Aditya Siregar
10 Mar 2018 14.27

Mobil baru Super Formula SF19 telah menyelesaikan tes terowongan angin menjelang debutnya tahun 2019.

Setelah menjalani lima musim dengan SF14, Super Formula akan mengadopsi mobil lebih kencang dan aman untuk mempertahankan reputasinya sebagai seri balap terkencang setelah Formula 1.

Pabrikan sasis Italia Dallara kembali ditunjuk untuk mengembangkan mobil generasi berikut seri, dengan sketsa telah dirilis Oktober tahun silam.

SF19 hadir dengan desain benar-benar baru, meliputi wheelbase lebih pendek dengan tetap menjaga bobot seringan mungkin. Mobil lama SF14 memiliki bobot minimum 660 kg termasuk pembalap, dibandingkan angka 734 kg untuk F1 ber-Halo untuk 2018.

Sebagai bagian dari perombakan desain, beberapa ubahan telah dilakukan terhadap aerodinamika depan, sayap belakang diposisikan lebih rendah dan miring ke belakang, plus winglet di kedua sidepod.

Mobil Super Formula baru tidak dilengkapi Halo sebagaimana diumumkan tahun silam, meski Dallara telah melakukan upaya untuk membuat mobil lebih aman bagi pembalap.

Seri juga akan terus menggunakan tombol push-to-pass seperti IndyCar, dengan penyelenggara tetap yakin akan semakin banyaknya aksi melewati karena mobil baru juga difokuskan pada bagian bawah untuk menghasilkan downforce.

“Pengembangan mobil Super Formula untuk musim 2019 telah berjalan sesuai rencana, dengan produksi pertama sasis tengah dilakukan di fasilitas produksi Dallara,” ucap Fabio Grippa, manager program Dallara.

“Mobil baru mewakili langkah kemajuan penting jika dibandingkan generasi sebelumnya, berkat desain benar-benar baru, aerodinamika dan mengikuti standar keselamatan lebih ketat sesuai tuntutan balap saat ini.

“Seluruh pengembangan difokuskan pada pengendalian bobot, hal utama pada Super Formula. Penggunaan material inovatif dan teknologi konstruksi telah membuat kami bisa menjaga peningkatan bobot, terlepas perubahan aturan, dengan tujuan mempertahankan SF19 sebagai salah satu open-wheel teringan di dunia dalam rentang tenaga ini.

“Hasil aerodinamika menunjukkan data menjanjikan dalam hal downforce, hambatan, keseimbangan aliran udara, pendinginan dan kemampuan melewati.

“ini akan berujung pada peningkatan signifikan performa, berkat kehadiran mesin turbo 4 silinder bertenaga dan efisien dikembangkan Toyota dan Honda, serta ban dari Yokohama.

Prototipe pertama SF19 dijadwalkan akan rampung pada Juni, dengan shakedown dilakukan di Fuji Speedway bulan berikutnya.

Pengiriman mulai dilaksanakan pada Januari 2019, sebelum dimulainya musim baru.

Artikel Super Formula berikutnya
Wehrlein ungkap tak punya 15 juta Euro untuk bertahan di F1

Artikel sebelumnya

Wehrlein ungkap tak punya 15 juta Euro untuk bertahan di F1

Next article

Super Formula Suzuka: Yamamoto gagalkan debut pole Fukuzumi

Super Formula Suzuka: Yamamoto gagalkan debut pole Fukuzumi
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super Formula
Penulis Rachit Thukral
Tipe artikel Breaking news