Cassidy khawatir kebangkitan Nissan di sisa ronde

dibagikan
komentar
Cassidy khawatir kebangkitan Nissan di sisa ronde
Rachit Thukral
Oleh: Rachit Thukral
13 Sep 2018 08.17

Nick Cassidy, pembalap Lexus Team KeePer TOM'S, merasa skeptis terhadap peluangnya mempertahankan gelar Super GT 2018, mengingat Nissan diprediksi akan bangkit pada tiga balapan terakhir.

Cassidy dan rekan satu mobilnya, Ryo Hirakawa, memimpin klasemen di akhir balapan Fuji 500 km, meski Nissan sempat mendominasi dua tempat teratas.

Calsonic Impul GT-R melenggang di depan dengan keunggulan 25 detik, sebelum mengalami kebocoran pipa pada jam terakhir. Akibat mengalami degradasi berat pada ban, NISMO #23 finis kesembilan setelah sempat mencicipi runner-up.

Cassidy merasa masalah ban Michelin pada mobil #23 tak akan terulang lagi. Namun, ia lebih was-was dengan pembaruan mesin Nissan di Sugo yang berpeluang semakin meninggalkan Lexus dan Honda dalam hal tenaga mobil.

“Kami masih memiliki sejumlah kekurangan di balapan terakhir, terutama di trek lurus bila dibanding Honda dan Nissan,” ujar Cassidy, mantan pembalap F3 Eropa, kepada Motorsport.com.

“Di balapan berikutnya [Sugo], Nissan membawa setelan mesin baru. Saya sudah ancang-ancang akan makin sulit mempertahankan posisi di klasemen. Trek lurus di Motegi bisa membawa berkah bagi mereka karena punya keunggulan 10 kilometer per jam.

“Jika tidak terjadi kesalahan pada Motul [NISMO], mereka akan sulit dikalahkan. Namun saya optimis kami selalu berada pada posisi kuat.

Baca Juga:

Slider
List

#1 KeePer TOM'S LC500

#1 KeePer TOM'S LC500
1/7

Foto oleh: Masahide Kamio

#1 KeePer TOM'S LC500

#1 KeePer TOM'S LC500
2/7

Foto oleh: Masahide Kamio

#1 KeePer TOM'S LC500

#1 KeePer TOM'S LC500
3/7

Foto oleh: Masahide Kamio

#1 KeePer TOM'S LC500

#1 KeePer TOM'S LC500
4/7

Foto oleh: Masahide Kamio

#1 KeePer TOM'S LC500

#1 KeePer TOM'S LC500
5/7

Foto oleh: Masahide Kamio

Ryo Hirakawa(#1 KeePer TOM'S LC500)

Ryo Hirakawa(#1 KeePer TOM'S LC500)
6/7

Foto oleh: Masahide Kamio

Nick Cassidy(#1 KeePer TOM'S LC500)

Nick Cassidy(#1 KeePer TOM'S LC500)
7/7

Foto oleh: Masahide Kamio

Pede dengan Super Formula

Cassidy juga menduduki peringkat teratas klasemen pembalap Super Formula, tiga poin di depan Naoki Yamamoto, pembalap Honda, serta jawara bertahan, Hiroaki Ishiura. Ia hanya sekali finis di luar podium hingga ronde Okayama.

Berkat kesamaan arsitektur mesin antara Super GT dan Super Formula, skuat Honda juga menikmati keunggulan di lintasan lurus dibanding Toyota. Namun, pembalap Selandia Baru tersebut tetap optimis meraih gelar dengan sisa dua balapan.

“Saya pede saja, karena tidak menyangka juga bisa berada di posisi ini bersama Kondo Racing,” akunya.

“Tiap orang di tim juga tidak menyangka. Kami tampil melampaui kemampuan mobil. Saya ingin mempertahankannya hingga ronde terakhir.

“Saat datang pertama kali, saya beruntung bisa merasakan pengalaman bersama TOM, salah satu tim teratas. Kalau di Eropa mungkin selevel dengan Prema.

“Saya coba bilang itu kepada Kondo [Masahiko, Team Principal], serta melihat sejauh mana peningkatan tim. Pada akhirnya kami memang berkembang, meski belum terlalu banyak.

“Sekarang bukan lagi soal pengembangan, namun lebih ke tampil maksimal di dua balapan terakhir,” pungkasnya.

Baca Juga:

Slider
List

Nick Cassidy, Kondo Racing

Nick Cassidy, Kondo Racing
1/6

Nick Cassidy, Kondo Racing

Nick Cassidy, Kondo Racing
2/6

Nick Cassidy, Kondo Racing

Nick Cassidy, Kondo Racing
3/6

Foto oleh: Masahide Kamio

Nick Cassidy, Kondo Racing

Nick Cassidy, Kondo Racing
4/6

Foto oleh: Masahide Kamio

Masahiko Kondo(KONDO RACING)

Masahiko Kondo(KONDO RACING)
5/6

Foto oleh: Jun Goto

Nick Cassidy(KONDO RACING)

Nick Cassidy(KONDO RACING)
6/6

Foto oleh: Jun Goto

Artikel Super GT berikutnya
Honda dikenai tambahan penalti beban

Artikel sebelumnya

Honda dikenai tambahan penalti beban

Next article

Preview Super GT Sugo: Duel sengit di trek sempit

Preview Super GT Sugo: Duel sengit di trek sempit
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT
Penulis Rachit Thukral
Tipe artikel Interview