Mother Chassis: Siluet penantang GT3 dan JAF-GT

dibagikan
komentar
Mother Chassis: Siluet penantang GT3 dan JAF-GT
Oleh: Wisnu Setioko
28 Mei 2018 03.03

Kelas GT300 kejuaraan Super GT menghadirkan variasi mobil balap, mulai kelas GT3, JAF-GT, hingga Mother Chassis. Dari ketiga varian tersebut, mother chassis adalah model yang tidak diadopsi dari versi jalanan.

 

GT300クラスのスタートシーン
Aksi start mother chassis

Foto oleh: Takahiro Masuda

Sejak bergulir musim 1993, kejuaraan Super GT yang dulunya bernama Japanese Grand Touring Championship [JGTC] selalu mengalami perubahan kelas. Berbagai kategori mobil sempat berlaga, dari mulai grand touring hingga mobil-mobil legendaris Group C.

Kelas GT500 dan GT300 mulai ditasbihkan musim 1996, menggantikan GT1 dan GT2. Bila pada kelas GT500 selalu didominasi pabrikan Jepang, kelas GT300 selalu menghadirkan perang pabrikan Jepang versus luar Jepang.

Tidak hanya perang pabrikan, kelas GT300 juga menghadirkan perang antara tiga subkategori mobil, yaitu FIA-GT3, JAF-GT, serta Mother Chassis. Kelas Mother Chassis terbilang unik, karena meski terlihat mirip dengan versi mobil jalan raya, mereka bukanlah hasil modifikasi dari mobil pabrikan.

Spek tunggal Mother Chassis

Akhir 2011, beberapa tim kelas GT300 cenderung memilih untuk mengimpor mobil GT3 buatan Eropa ketimbang menggunakan mobil balap prototipe buatan Jepang, misal Shiden, Vemac, maupun mobil JAF-GT seperti Subaru Legacy B4 dan Toyota Corolla Axio.

Hal itu diakibatkan semakin membengkaknya biaya riset untuk mengembangkan produksi mobil balap dalam negeri. Untuk mencegah berkurangnya partisipan, GT Association selaku penyelenggara Super GT memutuskan untuk mengimpor mobil-mobil asal Eropa tersebut.

Melihat fenomena tersebut, Minoru Hayashi, pendiri perusahaan sasis balap Dome, tergerak untuk membuat mobil balap sendiri. Ia dan timnya ingin membuat sebuah mobil balap yang tidak memakan biaya pengembangan terlalu banyak.

Dilansir dari situs resmi, Dome membuat tiga tipe Mother Chassis. Varian GT300 memiliki rollbar di bagian atap. Sedangkan dua varian lainnya, sportscar dan kendaraan listrik, memiliki bentuk serupa, minus kehadiran rollbar.

Bagian utama mother chassis menggunakan struktur tunggal berbahan serat karbon. Masing-masing tim bebas menggunakan casing untuk eksteriornya, dengan terlebih dahulu mengajukan izin resmi dari pabrikan yang mengeluarkan versi produksi masal. Untuk urusan dapur pacu, Mother Chassis menggunakan mesin 4.500 cc V8 berbasis Nissan, serta transmisi seragam dari GT Association.

Pada musim 2015, beberapa tim mulai beralih menggunakan mother chassis. Model yang digunakan sebagai 'wajah' mobil antara lain Toyota 86, Lotus Evora, dan Toyota Mark X.

Meski menggunakan casing yang diadopsi dari mobil sejenis, bukan berarti tiap tim mempunyai aerodinamika yang sama persis. Tim Mach dengan mobil Mach Syaken MC 86 memiliki ventilasi kap mesin lebih banyak dari milik tim Upgarage dengan mobil Upgarage 86 MC.

Pun dengan bentukan sayap belakang. Sisi spoiler Mach Syaken berbentuk segitiga tumpul, sedangkan Upgarage mengambil bentuk persegi panjang.

Akhir musim 2015, mobil subkategori mother chassis berhasil meraih kampiun kelas GT300 dengan perwakilan dari VivaC team Tsuchiya yang menggunakan model Toyota 86.

Kini, mobil spek GT3 asal Negeri Matahari Terbit kian menjamur, terbukti dengan masuknya Honda NSX-GT yang bersaing dengan Lexus RC F dan Nissan GT-R. Meski demikian, mother chassis tetap menjadi penantang yang layak diperhitungkan.

Lihat galeri beberapa mobil mother chassis GT300 di bawah ini...

Slider
List

#25 HOPPY 86 MC

#25 HOPPY 86 MC
1/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#18 UPGARAGE 86 MC(小林崇志)

#18 UPGARAGE 86 MC(小林崇志)
2/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#5 Team Mach Toyota MC86: Tetsuji Tamanaka, Junichiro Yamashita

#5 Team Mach Toyota MC86: Tetsuji Tamanaka, Junichiro Yamashita
3/10

Saitama Toyopet Greenbrave Mark X MC

Saitama Toyopet Greenbrave Mark X MC
4/10

#2 Syntium Apple Lotus

#2 Syntium Apple Lotus
5/10

#25 HOPPY 86 MC

#25 HOPPY 86 MC
6/10

Foto oleh: Tomohiro Yoshita

Start GT300

Start GT300
7/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Start GT300

Start GT300
8/10

Start GT300

Start GT300
9/10

Foto oleh: LAT Images

Start GT300

Start GT300
10/10
Next article
Button: Saya senang jalani debut Super GT

Artikel sebelumnya

Button: Saya senang jalani debut Super GT

Next article

Sirkuit Buriram siap menggelar Super GT hingga 2019

Sirkuit Buriram siap menggelar Super GT hingga 2019
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT
Tim Team Mach , Team Up Garage , VivaC team Tsuchiya , Saitama Toyopet
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature