Naoki Yamamoto: Saya tidak pernah menyerah

dibagikan
komentar
Naoki Yamamoto: Saya tidak pernah menyerah
Oleh: Wisnu Setioko
12 Agt 2018 00.08

Rekan satu mobil Jenson Button di Super GT, Naoki Yamamoto, bicara tentang kesan tim Kunimitsu, serta bagaimana ia menghadapi setiap balapan.

Memulai balap debutnya dari ajang karting kawasan Asia-Pasifik dan Eropa, Yamamoto fokus membalap di Jepang mulai 2007. Tercatat, ia turun di ajang Formula Challenge Jepang sebelum Formula 3 Jepang, 2008-2009.

Musim 2010 menjadi waktu penting baginya, saat pembalap berusia 30 tahun tersebut berlaga di Formula Nippon dan Super GT. Kerja kerasnya membuahkan hasil berupa kampiun Super Formula 2013.

Meski menjadi rekan setim mantan juara dunia F1, Yamamoto nampak mampu mengimbangi ritme balapan Jenson Button sepanjang gelaran Super GT 2018.

Dikutip dari Supergt.net, awalnya Yamamoto cukup takjub dengan postur tubuh Button. Ia juga terkesan dengan cara membalap nan konsisten. Menurutnya, pembalap Inggris tersebut selalu berusaha memaksimalkan jalur balap tanpa melebar.

“Postur badannya tinggi, wajahnya kecil, keren,” kesan Yamamoto dalam rubrik Super GT Drivers Q&A. “[Button] mampu tampil konsisten di trek, jarang sekali melebar.”

Salah satu pilot Raybrig NSX #100 tersebut mengaku, sosok sang ayah yang menggemari Formula 1 dan karting telah membawa dirinya untuk menggeluti dunia balap profesional.

Saat ditanya mengenai atmosfer Kunimitsu, timnya di Super GT kelas GT500 , Yamamoto mengaku suasananya nyaman. Team Principal, sekaligus salah satu pembalap legendaris Negeri Sakura, Kunimitsu-san, ia anggap sebagai sosok suportif.

“Suasana di tim Kunimitsu nyaman. Team Principal kami selalu peduli dengan para pembalapnya. Beliau merupakan figur yang membuat saya selalu nyaman membalap.”

Tidak pernah menyerah, itulah tiga kata utama setiap kali Yamamoto akan menghadapi balapan akhir pekan. Ia ingin semangat itu juga melekat pada pembalap generasi muda.

“Dalam kondisi apapun, saya tak pernah menyerah,” ujarnya dengan tegas. Bagi pembalap generasi muda, rasanya mereka juga harus terus berjuang untuk meraih impiannya.”

Ungkapan tersebut terbukti dengan performa Kunimitsu musim ini. Tercatat beberapa kali mobil Raybrig #100 mengalami kendala, terakhir saat Button mengalami penalti tidak konsisten di Fuji 500 Mil. Meski demikian, ia dan Yamamoto melanjutkan balapan dengan konsisten hingga finis kelima di balapan Super GT terpanjang musim ini.

Yamamoto dan Button bertahan di posisi ketiga klasemen sementara tim, sekaligus menjadi tim Honda terbaik mengalahkan Keihin dengan selisih empat poin. 

Slider
List

#100 RAYBRIG NSX-GT

#100 RAYBRIG NSX-GT
1/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#100 RAYBRIG NSX-GT

#100 RAYBRIG NSX-GT
2/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#100 RAYBRIG NSX-GT

#100 RAYBRIG NSX-GT
3/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#100 RAYBRIG NSX-GT

#100 RAYBRIG NSX-GT
4/10

Foto oleh: Masahide Kamio

#100 RAYBRIG NSX-GT

#100 RAYBRIG NSX-GT
5/10

Foto oleh: Tomohiro Yoshita

Jenson Button dan Naoki Yamamoto(#100 RAYBRIG NSX-GT)

Jenson Button dan Naoki Yamamoto(#100 RAYBRIG NSX-GT)
6/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Jenson Button dan Naoki Yamamoto

Jenson Button dan Naoki Yamamoto
7/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Naoki Yamamoto

Naoki Yamamoto
8/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Naoki Yamamoto

Naoki Yamamoto
9/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Naoki Yamamoto & Jenson Button

Naoki Yamamoto & Jenson Button
10/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Artikel Super GT berikutnya
Penalti stop and go, Button: Kesempatan menang saya buyar

Artikel sebelumnya

Penalti stop and go, Button: Kesempatan menang saya buyar

Next article

Pengalaman pembalap multidisiplin: Lynn dan Rosenqvist

Pengalaman pembalap multidisiplin: Lynn dan Rosenqvist
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT
Pembalap Naoki Yamamoto
Tim Team Kunimitsu
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature