Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Nissan Z GT500 Terbaru Lebih Cepat daripada Perkiraan

Nissan Z GT500 versi teranyar terbukti lebih cepat dari harapan saat tes pramusim balap Super GT yang mereka lakukan.

20220220_#23S.JPG

Pabrikan asal Yokohama, Jepang, tersebut sudah memperkenalkan varian Z terbaru untuk musim balap Super GT 2022. Rencananya, mobil tersebut akan menggantikan Nissan GT-R R35 yang sudah turun di berbagai ajang balap sejak tahun 2008.

Sejak diperkenalkan tahun lalu, Nissan sudah disibukan dengan berbagai tes privat untuk Z terbaru tersebut.

Mobil yang versi standarnya di Jepang diberi nama Nissan Fairlady Z tersebut berhasil mendominasi catatan waktu lap dalam dua hari tes di Suzuka pada Januari lalu. Meskipun, saat itu wakil-wakil dari Honda dan Toyota bisa dibilang terbatas.

Rencananya, bulan ini Nissan akan kembali menguji Z GT500 di dua trek legendaris di Jepang, Fuji Speedway dan Motegi.

Saat diwawancara secara eksklusif oleh Motorsport.com, COO Nissan Motorsport International Co., Ltd (Nismo) Motohiro Matsumura enggan memastikan bila Nissan Z GT500 akan langsung mampu cepat sejak awal musim.

Kendati begitu, ia mengungkapkan bila performa Nissan Z GT500 telah melampaui perkiraan kinerja internal pabrikan sendiri.

Baca Juga:

“Saat ini sulit mengatakan (di mana posisi Nissan) karena tes yang kami lakukan sangat terbatas. Jadi, saya tidak bisa mengatakan ini (kecepatan di luar dugaan) sebuah keuntungan atau kerugian,” tutur Matsumura.

“Namun satu poin bagus adalah waktu lap yang kami buat lebih baik daripada yang kami perkirakan. Saya tidak bisa bicara soal seberapa kompetitif kami dibanding para rival.

“Tetapi, waktu lap kami di depan saat tes di Suzuka dan Motegi. Jadi, kami sudah membuat progres bagus.”

Nissan Z GT500 diambil dari basis mobil produksi massal mereka, Nissan Fairlady Z. Namun, tampilan Z GT500 jauh berbeda dibanding pendahulunya.

Selain lebih rendah, desain bodi yang sangat ramping untuk mengurangi hambatan udara (drag). Faktor-faktor teknis inilah yang menjadi salah satu kelemahan mereka saat menurunkan GT-R di Super GT 2020.

Seperti diketahui, Nissan GT-R kesulitan menandingi Honda dan Toyota di Sirkuit Fuji setelah Super GT mengadopsi aturan Class 1 pada tahun 2020.

Juara Super GT terbanyak (empat: 2011, 2012, 2014, 2015) dari Tim Nismo, Ronnie Quintarelli, berharap dengan mobil terbarunya Nissan mampu kembali kompetitif di trek.        

Kendati begitu, Matsumura menegaskan bila Nissan tidak mudah mengorbankan gaya tekan mobil (downforce) untuk membuat mobil dengan drag kecil, alih-alih membuat mobil yang mampu berperforma bagus di semua sirkuit.

“Bukan hanya mengatasi kelemahan (GT-R), tetapi juga menyiasati bagaimana memaksimalkan (keuntungan) dari bodi mobil. Kami menginginkan mobil yang lebih fleksibel,” tutur Matsumura.

“Penyesuaian yang kami lakukan cukup terbatas musim ini. Kondisi cuaca juga berdampak pada kepadatan udara dan itu berpengaruh besar pada drag.

“Itulah mengapa kami menginginkan mobil yang lebih fleksibel, adaptif dengan keseimbangan aerodinamika. Jadi, ini bukan semata membuat mobil dengan downforce bagus atau low-drag impresif.”

Super GT adalah kejuaraan balap mobil turing yang digelar di Jepang sejak 1993. Sebelum 2005, ajang ini bernama All Japan Grand Touring Car Championship (JGTC).

Melombakan dua kelas, GT300 dan GT500, regulasi dan penanggung jawab kejuaraan ada di bawah Federasi Automobil Jepang (JAF) dan dijalankan oleh GT Association (GTA).

Sejak 2020, regulasi Class 1 yang membatasi pengembangan aerodinamika serta penggunaan ECU dan suspensi standar, diterapkan.

Adapun spesifikasi mesin untuk kelas GT500 tidak berubah dari 2014 sampai saat ini. Kapasitas mesin 2.0 liter (2.000cc) DOHC 4-silinder segaris dengan turbo (Garrett 846519-15), enam percepatan paddle shitf gearbox dengan tenaga mencapai 650 hp.

Tercatat 15 tim di kelas GT500 akan turun pada Super GT 2022 yang melombakan delapan balapan dan dimulai di Sirkuit Internasional Okayama, Jepang, pada 16-17 April.

Musim 2022 ini, hanya tiga pabrikan yang akan turun di Super GT. Nissan mengandalkan Fairlady Z GT500, Honda dengan NSX-Type S GT500, dan Toyota menurunkan GR Supra GT500.

Tahun lalu, hasil terbaik Nissan di kelas GT500 balap Super GT hanyalah peringkat kedelapan lewat Team Impul (Kasui Hiramine dan Nobuharu Matsushita) dengan 45 poin.

Mereka terpaut 19 poin dari #36 TGR Team au TOM’S (Toyota) yang menjadi kampiun lewat duet Yuhi Sekiguchi dan Sho Tsuboi.

      

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Super GT 2022, Inging Motorsport Akan Balapan dengan Toyota GR86
Artikel berikutnya Bertrand Baguette Masuk Pertimbangan Nissan untuk Kendarai NISMO

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia