Panduan Super GT

dibagikan
komentar
Panduan Super GT
Wisnu Setioko
Oleh: Wisnu Setioko
2 Apr 2018 12.40

Super GT mulai diperlombakan sejak 1993 dengan nama awal JGTC (Japan Grand Touring Championship). Kini, kejuaraan tersebut memiliki tempat khusus di kalangan pecinta motorsport, baik di dalam maupun di luar Jepang.

#23 Nismo Nissan GT-R Nismo GT3: Tsugio Matsuda, Ronnie Quintarelli

Awalnya, JGTC digelar sebagai pengganti All-Japan Sports Prototype Championship dan Japanese Touring Car Championship, kejuaraan yang memperlombakan mobil sport Grup C dan mobil turing Grup A.

Supaya tidak terjadi dominasi dan pembengkakan biaya peserta, badan regulasi Japan Automobile Federation (JAF) melalui anak perusahaan GT Association memberi batasan mesin sekaligus penalti bobot kepada mobil pemenang. Hal ini bertujuan untuk menjaga balapan tetap kompetitif. Peserta musim pembuka berasal dari kelas JGTC, yang merupakan modifikasi Grup A serta mobil Japan Super Sport Sedan.

Pada musim 1994, JGTC melombakan kelas GT1 dan GT2 secara bersamaan. Mobil yang digunakan semakin variatif, seperti Toyota Supra, Ferrari F40, hingga mobil Grup C Porsche 962. Meskipun sekilas mobil-mobil tersebut memiliki tenaga yang berbeda, lewat tangan GT Association JGTC tetap bisa kompetitif, tanpa ada dominasi dari satu mobil.

Meskipun demikian, kelas GT1 dan GT2 digantikan oleh GT500 dan GT300 di musim 1996 dikarenakan biaya yang semakin membengkak untuk melombakan kelas GT1. Kedua kelas inilah yang menjadi awal mula dikenalnya JGTC di kalangan pecinta motorsport , baik di dalam maupun luar Jepang, berkat tampilnya mobil-mobil tersebut di video game Gran Turismo.

Sama seperti dua kelas sebelumnya, mobil-mobil Eropa turut meramaikan, seperti McLaren F1 GTR dan Porsche 911 GT2 (GT500), serta BMW M3 dan Porsche 964 (GT300). Khusus kelas GT500, minat terhadap mobil Eropa tidak sebanyak di GT300. Tercatat, mobil Eropa terakhir yang dipakai adalah Aston Martin DBR9 yang dipakai tim Nova musim 2009. Alhasil pilihan mobil GT500 tetap pada konstruktor Toyota, Nissan, dan Honda pada musim-musim berikutnya.

Untuk lebih mengenalkan kejuaraan ini kepada masyarakat di luar Jepang, JGTC berubah nama menjadi Super GT musim 2005. Perubahan tersebut ditandai dengan diadakannya ronde di luar Jepang, yaitu Malaysia dan Thailand. Amerika Serikat juga pernah disambangi untuk ronde eksibisi di California Speedway pada 2004.

Regulasi

Kelas GT500 dan GT300 balapan secara bersamaan, mirip dengan balap ketahanan lain seperti WEC dan IMSA WeatherTech SportsCar Championship yang melombakan hingga empat kelas. Dua sesi kualifikasi digelar di hari Sabtu dengan metode eliminasi.

Tim tercepat di Q1 lanjut ke Q2, masing-masing 14 besar untuk GT300 dan 8 besar di kelas GT500. Strategi yang biasa dipakai jelang balapan adalah pembalap mana yang lebih dulu membawa mobil. Seorang pembalap hanya boleh mengemudi maksimal 2/3 dari total lap yang diperlombakan. Hal ini memaksa tim untuk tetap melakukan pergantian pembalap saat melakukan pit stop.

Meskipun secara teknis masing-masing tim hanya balapan dengan satu mobil, Super GT tetap memberlakukan poin untuk pembalap dan tim, masing-masing dengan distribusi 25-15-11-8-6-5-4-3-2-1.

Khusus ronde Suzuka 10 Hours, perolehan poin adalah 25-18-13-10-8-6-5-4-3-2. Pembeda dari kedua klasemen tersebut adalah adanya tambahan poin. Perhitungan lebih lengkap bisa dicek di tabel.

Poin pembalap

Posisi finis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Poin 20 15 11 8 6 5 4 3 2 1

*Satu poin tambahan diberikan kepada peraih pole.

Poin tim dan tambahan

Posisi finis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Poin 20 15 11 8 6 5 4 3 2 1
Jumlah lap Sama seperti juara satu lap dibelakang juara finis tidak lebih dari 2 lap
GT500 3 poin 2 poin 1 poin
GT300                                  3 poin 1 poin

*Khusus balapan dengan jarak lebih dari 700km, perolehan poin tim adalah 25-18-13-10-8-6-5-4-3-2.

Panitia mewajibkan mobil peserta memakai penalti berat berdasarkan perolehan poin ronde sebelumnya dikali 2 (khusus ronde terakhir dikali 1). Seperti yang telah disebutkan di awal, hal ini bertujuan mencegah dominasi satu tim hingga akhir musim. Anda bisa lihat perhitungan lebih rinci di tabel.

Perhitungan berat

Ronde 1 Semua pemberat dilepas
Ronde 2 Total poin x2 KG




Ronde 3
Ronde 4
Ronde 5
Ronde 6
Ronde 7 Total poin x1 KG
Ronde 8 Semua pemberat dilepas

Contoh perhitungan penalti berat
Ronde

Contoh perolehan

poin

Perolehan pemberat di setiap ronde
Ronde 1 5 0 kg
Ronde 2 3 5x2=10 kg
Ronde 3 15 8 (5+3) x 2= 16 kg
Ronde 4 20 23 (5+3+15) x 2=46 kg
Ronde 5 13 43 (5+3+15+20)×2kg=86 kg
Ronde 6 4  56 (5+3+15+20+13)×2kg=112 kg
Ronde 7 1  60 (5+3+15+20+13+4)×1kg=60 kg
Ronde 8    0 kg

*Maksimal penalti berat yang diterima adalah 100 kg. Seperti contoh di ronde 6, kelebihan beban 12 kg tidak dimasukkan ke mobil

Pendekatan dengan fans

Fans merupakan aset berharga Super GT. Pihak panitia menyediakan berbagai pertunjukan selama balapan akhir pekan, seperti area pertunjukan dimana terdapat toko pernak-pernak resmi Super GT dan panggung talk show pembalap. Atmosfer area starting grid dan pit bisa dirasakan langsung khusus pemegang tiket pit walk/ grid walk. Khusus anak-anak dan pengantarnya, pit walk digratiskan.

Bila masih kurang puas, Anda bisa melihat lebih dekat aksi pemanasan mobil-mobil Super GT dalam safari sirkuit. Bus akan mengelilingi sirkuit di waktu yang sama dengan mobil-mobil balap melakukan lap pemanasan sebelum masuk ke grid.

Simak galeri di bawah untuk foto-foto terbaik di ajang Super GT...

Ikuti Motorsport.com di:

Slider
List

GT300 Start of the race

GT300 Start of the race
1/21

Foto oleh: LAT Images

#12 Calsonic IMPUL GT-R & #6 WAKO'S 4CR LC500

#12 Calsonic IMPUL GT-R & #6 WAKO'S 4CR LC500
2/21

Foto oleh: Masahide Kamio

#6 Eneos SC430: Daisuke Ito, Bjorn Wirdheim

#6 Eneos SC430: Daisuke Ito, Bjorn Wirdheim
3/21

#18 Honda NSX, Sebastien Philippe, Richard Lyons

#18 Honda NSX, Sebastien Philippe, Richard Lyons
4/21

Foto oleh: Hiroshi Yamamura

#28 Porsche 911GT3R (GT300), Yukihiro Hane, Yutaka Yamagishi

#28 Porsche 911GT3R (GT300), Yukihiro Hane, Yutaka Yamagishi
5/21

Foto oleh: Hiroshi Yamamura

3rd #76 McLaren F1 GTR, Naoki Hattori, Eiichi Tajima

3rd #76 McLaren F1 GTR, Naoki Hattori, Eiichi Tajima
6/21

Foto oleh: Hiroshi Yamamura

Loic Duval, Andre Lotterer

Loic Duval, Andre Lotterer
7/21

#18 Takata Dome NSX: Ryo Michigami, Takashi Kogure

#18 Takata Dome NSX: Ryo Michigami, Takashi Kogure
8/21

#18 Takata Dome NSX: Ryo Michigami, Takashi Kogure

#18 Takata Dome NSX: Ryo Michigami, Takashi Kogure
9/21

#11 Jimgainer Dixcel Dunlop F430: Tetsuya Tanaka, Katsiyuki Hiranaka

#11 Jimgainer Dixcel Dunlop F430: Tetsuya Tanaka, Katsiyuki Hiranaka
10/21

#74 CoRolla Axio apr GT: Takuto Iguchi, Yuji Kunimoto

#74 CoRolla Axio apr GT: Takuto Iguchi, Yuji Kunimoto
11/21

#16 Team Mugen Honda NSX-GT: Hideki Mutoh, Daisuke Nakajima

#16 Team Mugen Honda NSX-GT: Hideki Mutoh, Daisuke Nakajima
12/21

Lexus

Lexus
13/21

#23 MOTUL AUTECH GT-R

#23 MOTUL AUTECH GT-R
14/21

#117 EIcars BENTLEY GT3

#117 EIcars BENTLEY GT3
15/21

#23 Nismo Nissan GT-R Nismo GT3: Tsugio Matsuda, Ronnie Quintarelli

#23 Nismo Nissan GT-R Nismo GT3: Tsugio Matsuda, Ronnie Quintarelli
16/21

#1 DENSO KOBELCO SARD LC500

#1 DENSO KOBELCO SARD LC500
17/21

Hideki Mutoh, Jenson Button, Daisuke Nakajima

Hideki Mutoh, Jenson Button, Daisuke Nakajima
18/21

#18 Honda NSX, Sebastien Philippe, Richard Lyons

#18 Honda NSX, Sebastien Philippe, Richard Lyons
19/21

Foto oleh: Hiroshi Yamamura

Audi RS5 DTM, BMW M4 DTM, Honda NSX-GT, Lexus LC500, Mercedes-AMG C 63 DTM, Nismo GT-R

Audi RS5 DTM, BMW M4 DTM, Honda NSX-GT, Lexus LC500, Mercedes-AMG C 63 DTM, Nismo GT-R
20/21

#33 United Ukyo Supra, #12 Calsonic Skyline

#33 United Ukyo Supra, #12 Calsonic Skyline
21/21

Foto oleh: Hiroshi Yamamura

Artikel Super GT berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT
Penulis Wisnu Setioko
Tipe artikel Special feature