Review Super GT 2018: Calsonic Impul

dibagikan
komentar
Review Super GT 2018: Calsonic Impul
Oleh:
16 Des 2018 15.23

Sempat menjadi salah satu harapan Nissan, nyatanya Calsonic Impul tidak mampu berbicara banyak hingga penghujung Super GT 2018.

Daiki Sasaki menggantikan posisi Hironobu Yasuda, rekan satu mobil Jann Mardenborough musim lalu. Pembalap 35 tahun tersebut hijrah ke kelas GT300 membela Gainer Tanax GT-R bersama Katsuyuki Hiranaka.

Mobil biru Nissan mengawali musim dengan hasil kurang memuaskan setelah hanya finis ke-14 di Okayama. Satu bulan berselang, skuat yang dipimpin Kazuyoshi Hoshino membuat progress dengan menempati finis keenam. Peningkatan kembali ditunjukkan duo Sasaki-Mardenborough dengan merengkuh finis keempat di Suzuka.

Tak ayal, hasil itu membawa harapan bagi pabrikan Yokohama, terlebih setelah kemenangan NISMO #23 dengan kedua pembalapnya, Tsugio Matsuda dan Ronnie Quintarelli. Terakhir kali mereka memenangi gelar pada 2015.

Paruh kedua musim, semangat skuat Impul terjegal oleh hasil di putaran kelima, Fuji 500 mil. Meski balapan sebelumnya, Super GT Thailand mereka kembali finis keenam, Calsonic GT-R gagal mempertahankan pimpinan akibat masalah mekanik di Lap 149 dari 177, hingga terlempar ke luar 10 besar.

Sempat mencicipi podium ketiga ronde keenam Sugo, Team Impul kembali menelan pil pahit di dua balapan terakhir, Autopolis dan Motegi dengan hanya finis ke-11. Kedua pembalap bernomor 12 itu hanya mampu membawa timnya ke peringkat 10 klasemen akhir.

Statistik Calsonic Impul Super GT 2018
Nomor Sirkuit Finis Poin
1 Okayama 14 3
2 Fuji 500 km 6 8
3 Suzuka 4 11
4 Thailand 6 8
5 Fuji 500 mil 12 1
6 Sugo 3 14
7 Autopolis 11 3
8 Motegi 11 3
Total   51

Mardenborough, salah satu jebolan GT Academy angkat bicara mengenai buruknya performa Nissan musim ini.

“Kami belum sekuat Honda dan Lexus,” tuturnya kepada Motorsport.com. “Kami mengalami peningkatan dengan mesin kami. Pastinya sektor tenaga juga meningkat.

“Mobil kami telah mengalami peningkatan tahun ini dalam hal aero dibanding tahun lalu, tapi semuanya [tim lain] juga telah mengalami kemajuan. Kami merasa belum, masih ada jarak bila Anda melihat kualifikasi.

“Kami punya masalah saat kualifikasi [di Motegi] tapi GT-R selanjutnya berjarak 1,5 detik [dari peraih pole]. Banyak pekerjaan selama musim dingin untuk membuat mobil makin kompetitif di berbagai area.

“Tahun depan kami harus lebih klinis dalam melakukan pendekatan, mengingat beberapa balapan kami tampil kencang, dan ada sesuatu yang salah, atau terlalu lama melakukan pit stop. Kami belum memaksimalkan potensi kami, contohnya di Sugo dan Fuji,” sesal pembalap asal Darlington, Inggris itu.

Dibanding musim lalu, Impul memang naik tiga peringkat. Tapi dengan hilangnya perwakilan pabrikan di posisi tiga besar, tentu ini menjadi sebuah tanda tanya. Akankah Calsonic Impul kembali menunjukkan tajinya musim depan?

Slider
List

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
1/10

Foto oleh: Tomohiro Yoshita

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
2/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Jann Mardenborough

Jann Mardenborough
3/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
4/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
5/10

Foto oleh: Tomohiro Yoshita

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
6/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
7/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
8/10

Foto oleh: Tomohiro Yoshita

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
9/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Calsonic IMPUL GT-R

Calsonic IMPUL GT-R
10/10

Foto oleh: Masahide Kamio

Next article
Tampilan awal Toyota Super GT terbaru

Artikel sebelumnya

Tampilan awal Toyota Super GT terbaru

Next article

Review Super GT 2018: Denso Sard

Review Super GT 2018: Denso Sard
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan Super GT
Pembalap Jann Mardenborough , Daiki Sasaki
Tim Impul
Penulis Wisnu Setioko