Supercars Adaptasi Perpindahan Gigi Elektrik

Perpindahan dari sistem manual ke sistem perpindahan gigi elektronik menjadi bagian dari aturan Supercars Gen3 tahun depan.

Supercars Adaptasi Perpindahan Gigi Elektrik

Masa depan perpindahan gigi dalam Supercars telah menjadi isu yang diperdebatkan dalam beberapa bulan terakhir. Pejabat kategori tersebut ingin membuang perpindahan gigi manual sekuensial dengan gagang dan diubah dengan paddle shift.

Sementara perdebatan tentang paddle shift masih belum terselesaikan, Supercars telah mengonfirmasi bahwa perpindahan gigi manual yang ada pasti akan digantikan oleh sistem Perpindahan Gigi Otomatis pada mobil Gen3.

Transaxle Xtrac enam percepatan yang akan dibawa sebagai girboks kontrol dapat dikonfigurasi untuk memanfaatkan AGS.

Supercars akan melakukan tes dengan gagang dan paddle shift dalam uji coba prototipe pada awal Agustus mendatang.

“Semuanya akan menjadi perpindahan gigi elektronik, apa pun yang terjadi, akan ada penggerak elektronik pada gearbox yang benar-benar akan melakukan perpindahan gigi,” kata Head of Motorsport Supercars, Adrian Burgess.

“Satu-satunya perbedaan adalah apakah perpindahan gigi itu akan digunakan di belakang kemudi atau menggunakan tuas konvesional.

“Kami akan menguji kedua sistem tersebut ketika prototipe sudah siap dan berjalan.”

Baca Juga:

Langkah AGS juga membuka pintu untuk sistem blip otomatis yang akan digunakan. Meski dianggap sebagai penghematan anggaran dalam hal gearbox dan umur mesin, blip otomatis akan secara efektif menghilangkan kopling dan membuat mobil secara signifikan lebih mudah dikendarai.

Namun, sistem tersebut mendapat sedikit dukungan dari para pembalap saat ini. Menurut Burgess, keputusan akhir tentang apakah akan mengaktifkan blip otomatis belum diambil.

“ECU modern, atau yang kami gunakan saat ini, Anda bisa menghidupkan atau mematikan throttle blip,” ujarnya.

“Di dunia yang ideal, untuk memiliki usia gearbox dan mesin yang panjang, inilah mengapa Anda menginginkan perpindahan gigi elektronik, karena ini akan melindungi mesin dan memiliki putaran lebih baik.

“Anda dapat memiliki perpindahan gigi yang lebih mulus karena ECU dikendalikan throttle blip, sebagai pengganti dari pembalap yang mengendalikan blip.

“Dengan sistem saat ini, pembalap dapat melakukan over-rev dan kami melihat perbedaan besar dari satu tim ke tim lain dalam seberapa baik pembalap mereka dalam melindungi mesin.

“Jadi, kami bisa melakukan salah satunya. Kami dapat membiarkan gearbox apa adanya dan hanya memiliki tuas persneling dan membiarkan pembalap mengendalikan throttle blip.

“Atau kami ingin menekan anggaran dan ingin melindungi mesin dengan lebih baik, dan kami akan memiliki gearbox dengan usia yang lebih panjang.”

Burgess menyadari bahwa ada reaksi balik atas perdebatan perpindahan gigi dari pembalap dan penggemar. Umpan balik itu akan dipertimbangkan oleh komite pengarah Gen3 saat membuat keputusan ini.

“Kami akan menerima masukan dari semua orang. Kami jelas memahami bahwa basis penggemar memiliki vokal besar, dan sebagaimana mestinya, semua hal ini akan diperhitungkan saat kami membuat keputusan,” tuturnya.

Anton De Pasquale, Dick Johnson Racing, Will Davison, Dick Johnson Racing

Anton De Pasquale, Dick Johnson Racing, Will Davison, Dick Johnson Racing

Foto oleh: Dick Johnson Racing

dibagikan
komentar
Supercars Kantongi Tanggal Baru untuk Winton SuperSprint

Artikel sebelumnya

Supercars Kantongi Tanggal Baru untuk Winton SuperSprint

Artikel berikutnya

Supercars Konfirmasi Gen3 Bakal Debut Pertengahan Musim 2022

Supercars Konfirmasi Gen3 Bakal Debut Pertengahan Musim 2022
Muat komentar