Alpine Dipaksa Berkompromi Sepanjang WEC 2021

Raihan tak memuaskan harus dipetik Alpine usai menuntaskan World Endurance Championship (WEC) musim ini, dengan finis di belakang Toyota.

Alpine Dipaksa Berkompromi Sepanjang WEC 2021

Alpine naik ke kelas Hypercar bersama mitranya semasa di LMP2, Signatech, menurunkan A480 yang dirancang Oreca yang sebelumnya berpacu di WEC sebagai Rebellion R-13.

Namun, tim tidak berkutik menghadapi Toyota, terutama karena tangki bahan bakar yang lebih kecil. Sang rival menyapu bersih kejuaraan dengan sepasang GR010 Hibrida yang dibangun berdasarkan aturan LMH baru.

Tahun depan, Peugeot kembali ke balap ketahanan. Lalu, juga ada Glickenhaus dan ByKolles yang semusim penuh. Alpine jelas bakal dipaksa berjuang untuk naik podium, kecuali jika ditawarkan peningkatan Balance of Performance (BoP).

Bos Signatech, Philippe Sinault, menyadari Alpine akan terseok jika sepakat balapan dengan mobil LMP1 generasi sebelumnya di WEC. Namun, dia menegaskan fokus utamanya tetap kemenangan Le Mans 24 Hours.

“Kami tahu (situasi ini) sejak awal proyek,” kata Sinault kepada Motorsport.com sebelum putaran final Bahrain 8 Hours lalu.

“Yang pasti tahun ini dan tahun depan akan menjadi tahun kompromi dan kami harus menerima itu. Inilah permainannya, untuk mempersiapkan 2024 dan masa depan.

“Jadi, kami tidak kecewa dengan itu. Kami harus bermain dengan alat yang kami miliki tahun ini dan tahun depan.”

#36 Alpine Elf Matmut Alpine A480 - Gibson: André Negrão, Nicolas Lapierre, Matthieu Vaxiviere, #36 Alpine Elf Matmut Alpine A480 - Gibson: André Negrão, Nicolas Lapierre, Matthieu Vaxiviere

#36 Alpine Elf Matmut Alpine A480 - Gibson: André Negrão, Nicolas Lapierre, Matthieu Vaxiviere, #36 Alpine Elf Matmut Alpine A480 - Gibson: André Negrão, Nicolas Lapierre, Matthieu Vaxiviere

Photo by: Toyota Racing

Karena Alpine A480 didasarkan pada sasis Oreca LMP2, maka mobil tidak dapat menampung tangki bahan bakar yang cukup besar untuk mengimbangi Toyota.

Hal ini tentunya merugikan Alpine. Pabrikan Prancis itu pun sering harus melakukan setidaknya satu pit stop lagi selama balapan ketahanan berdurasi enam dan delapan jam untuk menyelesaikan jarak yang sama.

Dengan tangki bahan bakar berkapasitas lebih besar sebelum Le Mans 24 Hours, tim akhirnya berhasil memperbaiki masalah konsumsi bensin di seri terakhir WEC Bahrain.

Akan tetapi, Alpine masih tertinggal dua lap dari Toyota ketika long stint, yang berarti itu menyulitkan mereka untuk merebut kemenangan.

Baca Juga:

Sinault mengatakan Alpine telah memaksimalkan ukuran tangki bahan bakar sesuai homologasi A480 saat ini. Tetapi dia tidak ingin penyelenggara memperlambat Toyota hanya untuk membuat timnya lebih kompetitif tahun depan.

“Saya pikir dari segi kapasitas bahan bakar kami sudah maksimal sebelum Le Mans, setelah itu kami harus mendapatkan sesuatu (dari ACO/FIA). Kita lihat saja nanti. Tidak homologasi lagi (kalau bisa ganti tangki bahan bakar),” ucapnya.

“Kami bekerja dengan baik dan kami dapat melakukan pekerjaan yang lebih kuat dengan (pemasok mesin) Gibson. Mereka adalah mitra yang sangat, sangat baik dan kami mendorong banyak konsumsi (bahan bakar) dengan mereka.

“Hari ini masalahnya adalah meminta Toyota untuk lebih lambat, tetapi itu tidak adil. BoP bukanlah semangat olahraga favorit saya. Tidak adil untuk mengatakan, 'Toyota tolong pelan-pelan'.

“Kami harus meningkatkan diri sendiri di setiap area dan FIA dan ACO selalu terbuka. Jika kami menemukan sesuatu, kami dapat bertanya kepada mereka apakah kami dapat melakukan ini. Jadi, sudah cukup jelas.

“Saat ini, kami masih memaksimalkan potensi mobil seperti yang dapat Anda bayangkan, dengan ban, dengan konsumsi, dan kami telah meningkatkan manajemen mesin kami.”

dibagikan
komentar
Nama-nama Besar yang Meninggalkan Lintasan Balap pada Akhir 2021
Artikel sebelumnya

Nama-nama Besar yang Meninggalkan Lintasan Balap pada Akhir 2021

Artikel berikutnya

Sean Gelael Diharapkan Bisa Bantu WRT Pertahankan Titel WEC 2022

Sean Gelael Diharapkan Bisa Bantu WRT Pertahankan Titel WEC 2022
Muat komentar