Gibson umumkan kontrak mesin LMP1

dibagikan
komentar
Gibson umumkan kontrak mesin LMP1
Aditya Siregar
Oleh: Aditya Siregar
16 Feb 2018 10.48

Gibson Technology mengumumkan kontrak suplai mesin LMP1 dengan Rebellion Racing dan konstruktor Oreca untuk WEC 2018/19.

Menyusul pengumuman kembalinya Rebellion ke kelas puncak LMP1 serta ditetapkannya peserta World Endurance Championship superseason 2018/19 dan Le Mans 24 Jam 2018, Gibson menyatakan pihaknya secara resmi telah menjalin kontrak sebagai penyuplai mesin.

Mesin LMP1 diberi kode GL458 dan merupakan pengembangan dari unit GK428 dipakai seluruh peserta LMP2 di World Endurance Championship dan Le Mans 24 Jam. Perancangan, pengembangan dan produksi mesin berkapasitas V8 dilakukan di fasilitas Repton milik Gibson dengan jadwal pengiriman ke Rebellion bulan depan. Akan dipasang pada sasis Rebellion R 13 buatan konstruktor raja LMP2, Oreca.

“Oreca memiliki hubungan baik dan sukses bersama Gibson dalam program LMP2,” jelas Hugues de Chainac, CEO Oreca. “Jadi ketika kami mempelajari opsi berbeda untuk mesin LMP1, sangat masuk akal jika kami membicarakan proyek bersama Gibson.

“Kami membutuhkan partner kuat, tangguh dan kompetitif bagi Rebellion R13 dan kami yakin mendapatkannya pada Gibson V8.”

Kombinasi Oreca dan Gibson menguasai sepenuhnya kelas LMP2 WEC, selain juga berjaya di ELMS, Le Mans dan IMSA. Tak kurang dari total jarak 600 ribu km telah ditempuh dari tim-tim LMP2.

“Semua orang di Gibson Technology sangat senang bahwa mesin kami dipilih oleh salah satu tim dan konstruktor teratas untuk berlaga di tingkat tertinggi balap ketahanan,” ucap John Manchester, direktur operasi Gibson.

“Kontrak baru LMP1 dengan Rebellion Racing dan Oreca merupakan langkah maju alami dari perusahaan dan kami sangat senang meneruskan kesuksesan kerjasama dijalin sepanjang 2017, memberikan kami kesempatan mengembangkan teknologi melawan pabrikan dan pembuat mesin terbaik.”

Rebellion berhasil menjadi juara LMP2 WEC 2017 menggunakan Oreca 07 bermesin Gibson. Sebelum itu, Rebellion sempat tampil di kelas LMP1 menggunakan mesin Toyota dan AER.

“Kami sangat senang bisa kembali ke LMP1 dan mengerjakan proyek ini bersama Oreca dan Gibson,” jelas Calim Bouhadra, VP Rebellion Group. “Kami memiliki paket luar biasa pada 2017 dengan sasis Oreca dan mesin Gibson V8 dan berhasil memenangkan gelar WEC.”

Artikel WEC berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan WEC
Penulis Aditya Siregar
Tipe artikel Breaking news