Hebatnya kualitas LMP1 pasca mundurnya Porsche

dibagikan
komentar
Hebatnya kualitas LMP1 pasca mundurnya Porsche
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
Diterjemahkan oleh: Aditya Siregar
24 Feb 2018 13.37

Pembalap ByKolles Oliver Webb mengatakan dirinya terkejut melihat hebatnya kualitas grid LMP1 di FIA World Endurance Championship tahun ini.

#4 ByKolles Racing CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Marco Bonanomi
#4 ByKolles Racing CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Marco Bonanomi
ByKolles Enso CLM P1/01 in azione

Webb baru-baru ini mengumumkan penampilannya di musim ketiga WEC bersama ByKolles, merupakan satu-satunya tim privat kelas LMP1 sebelum mundur dari kompetisi pertengahan musim.

Akan tetapi, kini tim Austria tersebut telah ditemani dua Ginetta dioperasikan skuad Manor, trio Dallara BR1 dari SMP Racing dan DragonSpeed dan sepasang Oreca dari Rebellion pada daftar peserta superseason 2018/19.

Ini berarti sebanyak 10 mobil akan mengikuti kelas LMP1, terbanyak dalam sejarah WEC bersama dengan kategori GTE Pro.

Webb mengatakan bahwa kualitas tim privat dalam divisi puncak yang menantang satu-satunya pabrikan Toyota lebih mengejutkan dibandingkan jumlah peserta.

“Kami menduga akan ada sekitar 8-12 mobil [di LMP1], namun lebih terkejut dengan kualitas pembalap dibandingkan kuantitas peserta,” ucapnya kepada Motorsport.com. “Sangat menyenangkan.”

“Kompetisi merupakan hal bagus, meski akan membuat kami lebih sulit menggapai podium mengingat adanya merek besar seperti Dallara yang membuat mobil hebat.”

Ditanya jika situasi saat ini akan membuat tontonan lebih mengasyikkan jika dibandingkan Porsche tetal tinggal, ia menjawab, “Tentu saja, karena apa yang dulu terjadi saat masih ada Porsche dan Toyota akan terjadi lagi.

“Kini, penonton tidak tahu apa akan terjadi. Menakjubkan bisa memiliki hal seperti itu dan saya pikir keberadaan kompetisi ketat merupakan hal terbaik dibandingkan lainnya.”

ByKolles bergabung dengan tim LMP1 lain Manor dan SMP Racing pada tes di Aragon minggu silam dengan Webb berada di balik kemudi ENSO CLM P1/01 bermesin Nismo bersama Tom Dillmann, Pierre Kaffer dan James Rossiter.

Web menekankan bahwa fokus tim bukan pada laju tetapi daya tahan, menyusul keluarga ByKolles dari awal lomba di Le Mans tahun silam akibat mesin panas.

“Perbaikan datang secara perlahan tapi pasti, tetapi terdapat perbedaan dengan mobil tahun lalu,” tambahnya. “Masih dengan mesin Nismo, jadi tinggal bagaimana membuat lebih tahan dibandingkan meningkatkan performa.

“Kami berhasil memecahkan catatan lap privatir di Le Mans tahun lalu, tetapi tidak ada artinya jika Anda menemui masalah setelah satu putaran. Kami tidak bisa meneruskan sampai akhir tahun lalu, jadi perlu memastikan kemampuan daya tahan.

“Saya berharap [kami memiliki keunggulan dari pendatang baru] dari sisi data tahan. Untuk performa, mustahil untuk dikatakan.”

Artikel WEC berikutnya

Tentang artikel ini

Kejuaraan WEC
Pembalap Oliver Webb
Tim Kolles Racing
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Interview