WEC
R
Sebring
17 Mar
Dibatalkan
R
Spa-Francorchamps
29 Apr
Event berikutnya
56 hari
R
Monza
16 Jul
Event berikutnya
134 hari
R
Fuji
24 Sep
Event berikutnya
204 hari
R
Bahrain
18 Nov
Event berikutnya
259 hari
Selengkapnya:

GALERI: Sejarah aksi Toyota di balap sportscar

Sejarah aksi Toyota di berbagai cabang balap sportscar sejak 1968 hingga saat ini. Mulai dari Group 7, Group C, hingga GT1 dan LMP1 saat ini.

GALERI: Sejarah aksi Toyota di balap sportscar

Sambil menunggu keputusan Toyota mengenai kelanjutan partisipasi di WEC, mari kita mengenang aksi raksasa Jepang itu di sejumlah cabang balap sportscar dalam 50 tahun terakhir. 

Program sportscar Toyota bisa diurut sejauh tahun 1968 dengan membangun Toyota-7 menganut regulasi Group 7. Diterjunkan di kejuaraan spotscar lokal Jepang seperti Japan Grand Prix, Fuji 1000 atau Can-Am Japan Series. 

Keseriusan semakin diperlihatkan pada masa keemasan Group C. Berpuncak pada kehadiran TS010 tahun 1991. 

Sungguh disayangkan, meski meraih gelar WEC pada 2014, hingga saat ini Toyota belum pernah memenangkan Le Mans 24 Jam sekali pun! Dengan drama tersedih terjadi tahun silam ketika TS050 Hybrid berhenti lima menit sebelum finis. 

Semoga, kisah panjang Toyota di balap sportscar belum akan berakhir dalam waktu dekat. 

1968: Toyota 7

1968: Toyota 7
1/16
Munculnya sports-prototype racer pertama buatan Toyota. Dinamai Toyota-7 dan tampil di seri Japan GP maupun Can-Am Japan hingga setahun kemudian.

1982: Toyota Celica C

1982: Toyota Celica C
2/16
Dibuat oleh Dome, Toyota Celica C merupakan mobil Group C pertama dibuat pabrikan Jepang. Tampil di Fuji 6 Jam 1982 dan finis P5 keseluruhan dan P2 kelas.

1983: Toyota 83C

1983: Toyota 83C
3/16
DIterjunkan di arena All-Japan Sports Prototype Championship dan sempat tampil di WEC Fuji 1000, meski gagal finis.

1985: Toyota 85C-L

1985: Toyota 85C-L
4/16
Toyota pertama tampil di Le Mans dan menjadi mobil Jepang pertama yang finis di sana

1987: Toyota 87C-L

1987: Toyota 87C-L
5/16

Foto oleh: Sutton Images

Toyota turun penuh sebagai tim pabrikan untuk pertama kalinya tahun ini. Meski diperkuat eks juara dunia F1 Alan Jones, gagal menyelesaikan lomba.

1991 - 1993: Toyota TS010

1991 - 1993: Toyota TS010
6/16

Foto oleh: LAT Images

Seiring regulasi baru Group C mewajibkan mesin 3.500 cc, muncul TS010 pada 1991. Setahun kemudian berhasil finis P2 di Le Mans, kalah dari Peugeot 905.

1991 - 1993: Eagle Toyota MkIII

1991 - 1993: Eagle Toyota MkIII
7/16
Eagle Mk.III bermesin Toyota 3S-GTM berdaya 800 dk menyapu bersih 21 dari 27 balap IMSA periode 1991 – 1993.

1994: Toyota 94C-V

1994: Toyota 94C-V
8/16

Foto oleh: Jean-Philippe Legrand

Akhir terakhir mobil Group C di Le Mans. Dengan 94C-V, Toyota kembali menjadi runner-up. Kali ini kalah dari Dauer 962 GT

1995 - 1996: Toyota Supra LM

1995 - 1996: Toyota Supra LM
9/16

Foto oleh: Jean-Philippe Legrand

Beralih ke kategori GT1 di Le Mans dengan Supra LM berbasis mobil Super GT. Finis P14 tahun 1995, namun gagal finis tahun berikutnya.

1995 - 1996: Sard MC8-R Toyota

1995 - 1996: Sard MC8-R Toyota
10/16

Foto oleh: Jean-Philippe Legrand

Selain dengan Supra LM, Toyota menerjunkan Sard MC8-R berbasis roadster MR2. Hasilnya kurang menggembirakan. Bahkan tidak lolos kualifikasi Le Mans 1996.

1998 - 1999: Toyota GT-One

1998 - 1999: Toyota GT-One
11/16

Foto oleh: Jean-Philippe Legrand

Tahun 1998 Toyota Kembali ke kelas utama GT1 dengan model GT-One alias TS020. Setahun kemudian, ban kempis membuat GT-One gagal menjadi juara.

2011: Lola B 10/60 Coupe-Toyota

2011: Lola B 10/60 Coupe-Toyota
12/16

Foto oleh: Eric Gilbert

Mesin Toyota kembali ke Le Mans. Unit RKV8 menjadi sumber tenaga Lola B10/60 milik Rebellion Racing. Finis P6.

2012 - 2013: Toyota TS030 Hybrid

2012 - 2013: Toyota TS030 Hybrid
13/16

Foto oleh: Toyota Racing

Merayakan kembalinya tim pabrikan Toyota ke arena balap sportscar sejak 1999. Mengandalkan teknologi hybrid dengan kapasitor super. Memenangkan lima seri WEC dan runner-up Le Mans 2013.

2014 - 2015: Toyota TS040 Hybrid

2014 - 2015: Toyota TS040 Hybrid
14/16

Foto oleh: Andy Chan

Menggantikan TS030 Hybrid dan dibuat sesuai regulasi LMP1-H formula energi. Menjadi juara WEC 2014, meski sama sekali tidak menang tahun 2015.

2014: Rebellion R-One - Toyota

2014: Rebellion R-One - Toyota
15/16

Foto oleh: XPB Images

Tahun 2014 Rebellion mengganti Lola dengan R-One buatan Oreca. Tetap bermesin Toyota. Meski mendominasi kelas LMP1-L privat, tetap tidak bisa menandingi mesin-mesin hybrid. Tahun 2015 beralih ke mesin AER.

Sejak 2016: Toyota TS050 Hybrid

Sejak 2016: Toyota TS050 Hybrid
16/16

Foto oleh: JEP / Motorsport Images

Andalan dipakai hingga saat ini. Jika Toyota tetap ikut, maka TS050 akan tetap dipakai hingga 2020 hingga muncul regulasi baru. Semoga akan menjadi Toyota pemenang Le Mans pertama.
dibagikan
komentar
FIA WEC bersama Motorsport Network luncurkan survei untuk fans

Artikel sebelumnya

FIA WEC bersama Motorsport Network luncurkan survei untuk fans

Artikel berikutnya

Toyota: Harus ada kompetitor non-hybrid

Toyota: Harus ada kompetitor non-hybrid
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WEC
Penulis Aditya Siregar