GTE, penyelamat WEC dan Le Mans 24 Hours?

Kehadiran BMW M8 GTE tahun depan menjadikan kategori GTE diikuti setidaknya enam pabrikan. Akankah GTE menjadi penyelamat FIA WEC dan Le Mans 24 Hours dan membuatnya kembali menarik perhatian publik?

Mundurnya Porsche dari kategori LMP arena WEC dan Le Mans 24 Hours membuat masa depan kejuaraan ketahanan ini terancam. Tanpa Porsche, Toyota mungkin akan mundur. Tanpa Toyota, maka World Endurance Championship tak lagi pantas disebut kejuaraan dunia. FIA mensyaratkan kehadiran dua manufaktur agar WEC layak menyandang status World Championship.

Terlepas aksi disajikan kategori LMP2 yang nyaris memenangkan Le Mans 24 Hours 2017, kategori ini sama sekali tidak ada menarik perhatian. Tanpa hingar bingar aksi pabrikan, media dan publik akan melirik LMP2 sebelah mata.

Celaka bagi WEC dan Le Mans jika LMP2 menjadi kelas utama pengganti LMP1.

Debut BMW M8 GTE

Di arena FIA WEC, prototipe LMP1 dan LMP2 masih ditemani kategori GTE PRO dan AM. Dan tahun depan, GTE PRO akan kedatangan tamu baru. Menemani Ferrari, Porsche, Aston Martin, Ford serta Corvette (khusus di Le Mans), BMW mengonfirmasi partisipasi kategori GTE musim depan.

“Mobil akan melakukan debut balap di Daytona 24 Hours Januari 2018,” jelas Jens Marquardt, direktur BMW Motorsport. “Impresi awal kami pada mobil sangat menjanjikan.”

Sebelumnya, BMW hanya tampil di arena IMSA dengan mengandalkan M6 GTLM. Berbasis M6 GT3 dan mendapatkan dispensasi khusus untuk berlaga di IMSA, tidak legal di arena WEC dan Le Mans.  

Tentu masih segar dalam ingatan bagaimana duel memperebutkan juara GTE PRO pada Le Mans 2017. Ketika impian gelar juara Corvette Racing harus pupus. Corvette C6.R #63 dikemudikan Jan Magnussen, Jordan Taylor dan Antonio Garcia mengalami kempis ban pada putaran terakhir. Dilewati oleh Aston Martin #65 dan Ford GT #67, hingga harus puas finis posisi ketiga.

Dari Le Mans tahun sebelumnya duel ulangan Ferrari vs Ford 50 tahun sebelumnya juga mewarnai tajuk berita media-media internasional. Pertarungan pun terjadi sengit hingga putaran terakhir. Bahkan, sampai diwarnai aksi saling protes antara Ford GT #68 dengan Risi Competizione Ferrari 488 GTE #82. Balap 2016 dimenangkan Ford.

Komitmen Porsche Dan Aston Martin

Walau mundur dari LMP1, aksi Porsche di kategori GTE terus lanjut. Bahkan akan meningkatkan komitmennya bertarung di arena GT, baik FIA WEC maupun IMSA WeatherTech SportsCar Championship.

“Keragaman dan kualitas pabrikan baik di WEC dan IMSA telah memotivasi kami untuk memperkuat komitmen dan memfokuskan energi pada 911 RSR,” jelas Michael Steiner dari Research and Development Porsche AG.

“Kami ingin menjadi nomor satu. Untuk itu kami harus berinvestasi dengan tepat.”

Peserta lama seperti Aston Martin Racing pun dikabarkan telah menyiapkan model pengganti Vantage V8 GTE. Masih beredar rumor seputar kemunculan Lamborghini dan McLaren.

Akan tetapi, gap performa antara GTE dan LMP2 merupakan isu terbesar harus dientaskan jika ingin kategori ini mendapatkan sorotan utama. Juara kelas tentu takkan mendapatkan publikasi sebesar dengan menjadi juara umum.

Di Le Mans 2017 Aston Martin #65 menjadi juara GTE dengan selisih tertinggal 27 putaran dari pemenang LMP1. Selisih catatan waktu kualifikasi peraih pole GTE PRO pun terpaut 25 detik dari LMP2.

Terlepas mungkin belum bisa menjadi kategori utama FIA WEC dan Le Mans, keberadaan enam pabrikan tentu menjadikan kelas GTE PRO begitu menarik untuk diikuti. Juga membuat WEC tetap layak mendapatkan predikat World Championship. 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Tipe artikel Komentar
Tag bmw m8 gte, fia wec, le mans 24 hours, porsche 911 rsr