Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
WEC Bahrain

Bikin Sejarah, Iron Dames Tim Wanita Pertama Menang di WEC Bahrain

Michelle Gatting, Sarah Bovy, dan Rahel Frey yang memperkuat Iron Dames "sangat emosional" setelah mereka mencetak sejarah dengan mencetak kemenangan di kelasnya pada seri terakhir World Endurance Championship (WEC) Bahrain.

Podium: #85 Iron Dames Porsche 911 RSR - 19: Sarah Bovy, Michelle Gatting, Rahel Frey

Menggunakan Porsche 911 RSR-19 #85 di divisi GTE Am, Gatting, Bovy dan Frey berhasil bertahan dari tekanan di menit-menit akhir dari D'station Aston Martin Vantage GT3 yang dikemudikan oleh Tomonobu Fujii, Casper Stevenson, dan Liam Talbot untuk meraih podium dengan selisih waktu 5,548 detik.

Hasil ini menjadikan mereka sebagai tim wanita pertama yang berhasil meraih kemenangan di kelas apapun WEC sejak dimulainya seri ini pada 2012.

Kemenangan ini juga terjadi pada balapan terakhir untuk mobil GTE, dengan kelas GTE Am yang saat ini akan dihapuskan dan digantikan dengan kategori baru untuk mesin GT3 pada 2024.

Berbicara dalam konferensi pers setelah balapan, Gatting sangat gembira mengatakan bahwa hasil balapan, Sabtu (4/11/2023), membuktikan bahwa ia dan rekan-rekan setimnya memiliki kemampuan yang setara dengan para pembalap pria di ajang balap GT.

"Saya sangat menikmati perjalanan terakhir saya dengan mobil ini," ujar pria berusia 29 tahun ini. "Sungguh menyenangkan memiliki kesempatan untuk mengendarai Porsche tahun ini dan akhirnya meraih kemenangan ini.

Baca Juga:

"Ini adalah sesuatu yang ingin kami raih sejak lama dan akhirnya bisa mendapatkannya di balapan terakhir, ini adalah sesuatu yang cukup emosional bagi kami semua.

"Saya sangat bangga dengan seluruh tim dalam proyek ini. Inilah yang ingin kami raih dan kami ingin membuktikan bahwa kami bisa bersaing di level yang sama dengan tim lain dan kami di sini untuk memenangi balapan."

Gatting harus menepis ancaman dari Aston Martin yang dikendarai Stevenson setelah mengambil alih mobil Porsche #85 di bagian akhir balapan. Tapi, pembalap Denmark ini mengatakan bahwa ia mampu mengendalikan balapan meskipun sempat mendapat tekanan serius di satu titik.

"Sejujurnya ada sedikit tekanan dan juga stres bagi saya di dalam mobil, tetapi pada akhirnya kami bisa mengatasinya bersama teknisi kami. Dengan umpan balik yang saya dapat, ia membuat saya tetap tenang di dalam mobil,” katanya.

"Pada satu titik, saya benar-benar bisa melihat Aston sudah sangat dekat. Jadi saya berpikir, 'Saya mungkin harus mulai mendorong lebih keras'. Tapi, ini tentang menemukan keseimbangan untuk tidak membunuh ban pada satu titik.

"Saya mencoba untuk tetap tenang. Ketika dia terlalu dekat, saya mendorong sedikit lebih banyak untuk menambah jarak, dan pada akhirnya dengan lalu lintas dan sebagainya, saya berhasil menambah jarak lebih jauh lagi. Rasanya cukup terkendali, jujur saja."

 

Mobil #60 Iron Lynx Porsche memimpin selama hampir tiga perempat balapan, tetapi tim harus mengistirahatkan mobilnya ketika diketahui bahwa pembalapnya, Claudio Schiavoni, tidak dapat menyelesaikan waktu mengemudi yang diperlukan karena sakit.

Hal ini mendorong mobil Iron Dames yang telah ditempatkan Bovy di posisi terdepan untuk kembali memimpin balapan, dengan Porsche #85 yang berada di posisi kedua pada saat itu.

#85 Iron Dames Porsche 911 RSR - 19: Sarah Bovy, Michelle Gatting, Rahel Frey

Photo by: JEP / Motorsport Images

#85 Iron Dames Porsche 911 RSR - 19: Sarah Bovy, Michelle Gatting, Rahel Frey

Bovy merasa bahwa manajemen ban merupakan kunci kemenangan perdana Iron Dames di GTE Am, dengan Sirkuit Internasional Bahrain yang dikenal sangat kasar dan sulit bagi ban Michelin.

"Balapan ini adalah tentang manajemen ban dan saya rasa kami berhasil melakukannya dengan baik," ujarnya. "Kami mengantisipasi kondisi balapan dan fakta bahwa kami akan memasuki malam hari dan kami benar-benar mencoba merawat ban Michelin kami yang sangat bagus untuk yang terakhir kalinya.

"Dan dalam tugas saya, saat saya juga mengambil start, kami seperti tidak tahu apa yang diharapkan dalam suhu seperti itu, tetapi pada akhirnya kecepatannya ada di sana dan saya pikir seluruh kru melakukan pekerjaan dengan baik.

"Saya sangat bangga dengan semua orang. Kami telah bekerja sangat keras untuk ini dan akhirnya bisa meraihnya dan saya pikir perjalanannya sangat panjang tapi kami sangat senang berada di sini malam ini."

#60 Iron Lynx Porsche 911 RSR - 19: Claudio Schiavoni, Matteo Cressoni, Alessio Picariello

Photo by: JEP / Motorsport Images

#60 Iron Lynx Porsche 911 RSR - 19: Claudio Schiavoni, Matteo Cressoni, Alessio Picariello

Sebagai pembalap yang paling berpengalaman di antara kru Iron Dames, Frey memiliki sejarah panjang di dunia balap sportscar, setelah pertama kali membalap di Le Mans 2010 dengan mengendarai Ford GT1.

Ketika ditanya di mana posisi hasil ini di antara pencapaiannya yang lain, ia mengatakan, "Apa yang selalu menjadi tujuan kami adalah membuat tim menjadi lebih kuat. Saya menambahkan nilai yang cukup besar bagi tim dengan pengalaman saya.

"Melihat bahwa kami bisa memenangkan balapan dengan Iron Dames di level tertinggi balap GT membuat saya sangat bangga. Saya terus mewariskan pengalaman saya kepada generasi muda, ada Iron Dames yang lebih muda yang akan datang. Ini juga merupakan sesuatu yang menjadi fokus kami untuk masa depan. Hal ini membuat saya sangat bangga.

"Namun demikian, saya tetaplah seorang pembalap dan saya senang membalap dan saya ingin terus melanjutkannya untuk terus berjuang demi meraih lebih banyak kemenangan."

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Alpine Ingin Gaet Schumacher Jadi Pembalapnya di WEC
Artikel berikutnya Mick Schumacher Perkuat Alpine dalam WEC 2024

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia