Keuntungan Toyota "bagai F1 bermesin V12"

Pembalap SMP Racing, Mikhail Aleshin, menyamakan keunggulan Toyota di kelas LMP1 FIA World Endurance Championship seperti sebuah tim Formula 1 yang diizinkan menggunakan mesin "V12 twin-turbo".

 

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson
#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson

Foto oleh: JEP / LAT Images

Kompatriot tetap Aleshin di tim SMP Racing, Vitaly Petrov, mencetak waktu terbaik dengan mobil non-hybrid dalam tes WEC Prologue di Sirkuit Paul Ricard. Namun raihan tersebut masih kalah 4,372 detik dari standar waktu yang diraih Toyota. Hal itu tidak terlepas dari TS050 Hybrid yang menafikan aturan ekuivalensi teknologi supaya tampil maksimal.

Pihak penyelenggara WEC telah mencari cara untuk menyamakan laptime antara Toyota dan tim privateer lainnya untuk musim ini. Konstruktor asal Jepang itu telah dijanjikan penghematan bahan bakar setara dengan jarak satu lap pada Le Mans 24 Jam.

Mereka juga telah menyatakan bahwa akan ada penalti bagi mobil non-hybrid yang mampu tampil lebih kencang dari TS050. Hal ini akan menyiratkan penyimpangan terhadap ekuivalensi teknologi.

Dari sekian pendapat yang menyatakan bahwa Toyota berhak mendapat keuntungan karena tetap membalap di WEC, mantan pembalap IndyCar Aleshin berkata bahwa situasi ini tidak masuk akal.

Ia berujar kepada Motorsport.com: “Bisakah Anda bayangkan satu tim di F1 diizinkan untuk menggunakan mesin V12 twin-turbo tanpa adanya [batas] penggunaan mesin sepanjang musim? Kira-kira bagaimana hasilnya?

“Meskipun itu tim Ferrari, yang telah sejak awal berada di sana [F1], Anda menanyakan pendapat pembalap yang mengemudikan [mesin] 1,6 liter. Seperti itulah [situasinya].

“Saya mengerti situasi [Toyota]. Namun kami juga berhak menerima hasil yang sepantasnya. Saya rasa mereka juga tidak ingin menang mudah, karena akan membosankan.

“Hal ini tidak menarik bagi kami, serta buruk bagi kejuaraan. Saya rasa kita berada dalam satu pemikiran untuk mencari jalan terbaik.”

Aleshin dan Petrov akan turun di ronde pembuka WEC di SPA, bulan depan, dengan pembalap ketiga mobil SMP #11 BR1-AER untuk ajang Le Mans 24 Jam masih belum ditentukan.

‘Masih ada dua kelas’

Pembalap ByKolles Oliver Webb mengaku jarak yang dibuat Toyota di Paul Ricard tidaklah mengherankan. Mobil non-hybrid masih bisa merebut podium ketiga, kecuali satu dari dua TS050 terkena masalah.

Pembalap Inggris yang mengemudikan ENSO CLM P1/01-Nissan bersama Dominik Kraimamer dan Tom Dillmann pada ronde Spa dan Le Mans merasa bahwa Toyota membalap di kelas tersendiri.

“Ketika Anda berada tiga hingga empat detik lebih lambat, rasanya cukup gila untuk tetap berjuang meraih posisi pertama dalam balapan berdurasi enam jam,” ungkap Webb kepada Motorsport.com.

“Kami akan tetap berjuang hingga lap terakhir. Bila mereka mendapat sial, kami akan manfaatkan hal itu. Namun, tetap ada pemisah antara kelas privateer dan konstruktor, meskipun hanya tersirat.

“Ini cukup mengecewakan karena kami masih ingin berjuang. Akan menyenangkan dengan adanya kategori privateer. Namun saya rasa hal itu tidak akan terjadi karena Toyota tetap bersikukuh menjadi diri mereka sendiri.

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson
1/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Mike Conway

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Mike Conway
3/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Alexander Wurz, Jose Maria Lopez, Sébastien Buemi, Anthony Davidson
4/10

Foto oleh: Paul Foster

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, Mathias Beche, Gustavo Menezes, Thomas Laurent

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, Mathias Beche, Gustavo Menezes, Thomas Laurent
5/10

Foto oleh: Paul Foster

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling
6/10

Foto oleh: Paul Foster

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling
7/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling

#4 ByKolles Racing Team Enso CLM P1/01: Oliver Webb, Dominik Kraihamer, Tom Dilmann, Kang Ling
8/10

Foto oleh: Paul Foster

#11 SMP Racing BR Engineering BR1: Mikhail Aleshin, Vitaly Petrov

#11 SMP Racing BR Engineering BR1: Mikhail Aleshin, Vitaly Petrov
9/10

Foto oleh: JEP / LAT Images

#11 SMP Racing BR Engineering BR1: Mikhail Aleshin, Vitaly Petrov

#11 SMP Racing BR Engineering BR1: Mikhail Aleshin, Vitaly Petrov
10/10

Foto oleh: JEP / LAT Images
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Pembalap Mikhail Aleshin , Oliver Webb
Tim Toyota Racing , SMP Racing
Tipe artikel Breaking news
Tag le mans 24 jam, lmp1, toyota, wec