Motivasi WEC di balik Pengenalan GT3 Premium

World Endurance Championship (WEC) menjelaskan alasan pengenalan mobil GT3 Premium, dengan bodywork yang harus dipesan lebih dahulu ketimbang mobil GT3 pada 2024.

Motivasi WEC di balik Pengenalan GT3 Premium

Kategori baru GT3 Premium telah resmi diumumkan sebagai pengganti GT3 di Le Mans 24 Hours dan WEC, serta European Le Mans Series.

Presiden Automobile Club de l’Ouest (ACO), Pierre Fillon, menjelaskan pihaknya berkeinginan untuk menciptakan apa yang disebutnya sebagai “kit premium”, yang akan berdampak kecil pada performa mobil.

Fillon menambahkan, idenya adalah untuk memiliki bodywork yang membuat penggemar tahu ini merupakan bodywork balap ketahanan, serta untuk memberi produk premium kepada pembalap.

“Targetnya tidak ada proyek Le Mans (untuk setiap merek yang berpartisipasi), karena kami tidak ingin pabrikan mengeluarkan uang. Kami ingin memiliki sesuatu yang berbeda,” ucapnya.

 

Perihal biaya, Fillon memperkirakan target paket bodywork adalah sebesar 50 ribu Euro (setara Rp768,7 Juta), dengan idenya adalah mobil dapat dengan cepat diubah kembali ke spesifikasi GT3 biasa.

Direktur Teknis ACO, Thierry Bouvet, mengatakan keputusan untuk memberikan mobil GT3 bersaing dihasilkan dari diskusi bersama pembalap dan tim, yang bakal berkompetisi di divisi Pro-Am mulai 2024.

“Kami berbicara dengan para pembalap dan tim karena mereka adalah pengguna akhir,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bouvet menyatakan bahwa bodykit baru dapat digunakan sebagai bagian dari proses Balance of Performance (BoP), serta sarana untuk menyempurnakan mobil.

Ketika diminta untuk menjelaskan sejauh mana modifikasi yang diizinkan, Bouvet menjawab: “Ini masih harus didefinisikan.”

Nama untuk kelas baru belum diumumkan, tetapi Presiden Komisi Ketahanan FIA, Richard Mille, menuturkan bahwa LMGT adalah kemungkinan yang kuat.

Lampu leader, iluminasi di bagian samping mobil yang menunjukkan jika mobil dalam posisi tiga besar pada kelas, juga akan menjadi bagian dari paket bodywork.

Generasi baru mobil GT untuk WEC nantinya akan menjalankan pengukur torsi gandar belakang untuk membantu proses BoP.

 

Namun, keputusan untuk tidak mengadopsi aturan GT3 murni dalam WEC dan kejuaraan rekanannya dipertanyakan oleh bos Porsche Motorsport, Thomas Laudenbach.

“Pertanyaannya adalah, apakah kita benar-benar membutuhkannya? Apakah itu membuat olahraga lebih menarik? Saya tidak tahu,” ucapnya.

“Pendapat pribadi saya adalah kami tidak membutuhkannya, karena saya pikir penonton tidak akan menyadarinya.”

“Sebagai pabrikan, saya akan senang menggunakan mobil spek GT3, karena kami membalap di mana-mana. Ini juga berkaitan dengan biaya.

“Bagi saya, yang spesial di sini adalah Le Mans, bukan karena kami punya mobil yang dimodifikasi. Saya tidak berpikir itu membutuhkan mobil yang dimodifikasi."

ACO dan FIA turut mengkonfirmasi bahwa pada 2023 tidak akan ada lagi kelas GTE Pro lantaran dihapuskannya aturan GTE.

Baca Juga:
dibagikan
komentar
22 Fakta Menarik 24 Hours of Le Mans
Artikel sebelumnya

22 Fakta Menarik 24 Hours of Le Mans

Artikel berikutnya

Le Mans: Pembalap United Autosports Geram Disenggol Rene Rast

Le Mans: Pembalap United Autosports Geram Disenggol Rene Rast