Persiapan Khusus Sean Gelael Hadapi Le Mans 24 Hours

Pembalap asal Indonesia, Sean Gelael, melakukan latihan khusus di Ibiza, Spanyol, untuk menghadapi Le Mans 24 Hours.

Persiapan Khusus Sean Gelael Hadapi Le Mans 24 Hours

Sean menyadari untuk mengikuti balapan legendaris, Le Mans 24 Hours, harus memiliki kondisi fisik dan stamina yang kuat.

Pasalnya, balapan tersebut digelar selama 24 jam tanpa henti. Meski bergantian dengan Tom Blomqvist dan Stoffel Vandoorne, tapi tubuh yang benar-benar prima sangat dibutuhkan oleh Sean. Terlebih lagi, ini pertama kalinya ia mengikuti ajang tersebut.

Oleh karena itu, sepanjang pekan pertama Agustus ini, Sean Gelael melakukan persiapan matang sebelum melakoni balapan yang akan digelar pada 21-22 Agustus mendatang.

Dalam melakukan pelatihan, Sean tidak sendirian, ia juga ditemani Blomqvist dan Vandoorne.

Program khusus ini juga semakin menarik, karena pembalap Formula 1 dari tim AlphaTauri, Pierre Gasly, dan mantan rekan setim Sean di Formula 2, Norman Nato, juga ikut bergabung.

Program di Ibiza Spanyol lebih difokuskan  untuk meningkatkan level kebugaran. Faktor ini sangat penting karena balapan Le Mans 24 hours sangat melelahkan dan butuh konsentrasi yang tinggi.

Balapan di Le Mans akan berbeda dengan balapan malam di sirkuit modern yang ada lampu penerangan di sisi trek, seperti di Marina Bay, Singapura, atau Yas Marina di Abu Dhabi.

Setiap pembalap akan menghadapi tantangan balapan malam tanpa lampu penerangan sirkuit dan hanya mengandalkan lampu utama mobil.

“Tentu saja, ini menjadu tantangan yang menarik, tapi tidak mudah,” kata Sean.

“Oleh karena itu, saya harus memiliki persiapan matang. Di Ibiza, bisa dikatakan seperti training camp. Kami harus total dalam persiapan, sekaligus ingin membangun hubungan lebih dekat dengan Tom dan Stoffel.”

#28 JOTA Oreca 07 - Gibson: Sean Gelael, Stoffel Vandoorne, Tom Blomqvist

#28 JOTA Oreca 07 - Gibson: Sean Gelael, Stoffel Vandoorne, Tom Blomqvist

Foto oleh: Paolo Belletti

Le Mans 24 Hours merupakan balapan yang digelar dengan kodisi yang berubah-ubah, dan itu membutuhkan konsentrasi tinggi.

Durasi kondisi gelap di Sirkuit Le Mans diprediksi hanya berlangsung selama sembilan jam, dan setiap pembalap hanya memiliki waktu istirahat untuk tidur selama tiga jam.

Balapan akan semakin sulit dan menantang jika hujan besar turun. Kondisi gelap dan trek yang licin menuntut setiap pembalap untuk membuat keputusa dengan sangat tepat.

Sean Gelael yang belum pernah mengikut Le Mans 24 Hours, ia harus melakukan adaptasi lewat simulator spesial sirkuit sepanjang 13,6 kilometer itu.

Adaptasi balapan simulator akan disetel sama persis dengan keadaan nyata. Bagi Sean, adaptasi balapan lewat simulator sangat penting terutama untuk balapan malam. Semua pembalap harus menjalani sesi malam, tak terkecuali Sean yang berstatus rookie.

Bagi Sean, balapan di Le Mans akan menjadi catatan penting dalam karier balapnya. Dia akan tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang mengikuti balapan Le Mans 24 hours.

Ini juga kesempatan yang bagus bagi Sean untuk mencetak prestasi. Balapan di Le Mans memiliki poin double. Sehingga Sean dan kawan-kawan masih berpeluang menyodok ke posisi atas klasemen.

Saat ini, tim JOTA #28 berada di posisi ketiga dengan mengoleksi 53 poin. Mereka hanya terpaut tiga poin dari tim JOTA #38, dan 21 poin dari tim United Autosport USA.

Baca Juga:

Seri keempat FIA World Endurance Championship, 24 Hours of Le Mans, digelar pada 21-22 Agustus dan akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube KUY Entertainment dan www.sean-gelael.com.

Balapan akan dimulai pada pukul 15:00 waktu setempat dan finis di jam yang sama pada hari berikutnya.

dibagikan
komentar
WEC Bakal Gelar Balapan Siang Hari Pertama di Bahrain

Artikel sebelumnya

WEC Bakal Gelar Balapan Siang Hari Pertama di Bahrain

Artikel berikutnya

Lamborghini Bersiap Luncurkan Prototipe LMDh pada 2024

Lamborghini Bersiap Luncurkan Prototipe LMDh pada 2024
Muat komentar