Sam Bird: Rekor 100 persen berlanjut di Spa

Sam Bird melanjutkan rekor 100 persen kemenangannya di balapan kedua sebagai pembalap pabrikan Ferrari di Spa, tetapi hanya setelah rekan setimnya harus mengalami sakit hati.

Spa terlihat sangat bagus di bawah sinar matahari minggu lalu, saat kami akan membalap di ronde kedua FIA World Endurance Championship dengan mengemudikan mobil Ferrari 488 GTE kami dari tim AF Corse.

Setelah Silverstone, tempat Davide dan saya merebut pole dan meraih kemenangan di kelas LMGTE Pro, kami memiliki momentum yang luar biasa, tetapi seperti yang saya katakan kepada beberapa orang pada minggu lalu, saya masih mencari pijakan saya di mobil GT karena mobil ini sungguh berbeda dari mobil LMP2 yang saya kendarai musim lalu.

Aston Martin menunjukkan penigkatan performa di sesi kualifikasi, terutama Sektor 1 dan Sektor 3, dan tidak ada yang bisa memprediksi bagaimana mereka dan Ford akan tampil di Le Mans bulan depan.

Sejujurnya, kami hanya harus berkonsentrasi pada kami sendiri, meskipun kami meraih poin dan hasil, kami masih mengembangkan mobil ini, dan sayangnya seperti yang dialami oleh Gimmi [Bruni] dan James [Calado] di balapan, mereka masih bekerja keras mencari realibilitas mobil.

Kualifikasi berjalan dengan sangat baik, Davide melakukan pekerjaan yang sempurna, dan juga dari tim. Kalau saya boleh jujur, saya cukup bersusah payah saat latihan. Sungguh momen yang membuka mata anda di tikungan Eau Rouge, ketika anda sudah terbiasa dengan mobil ber-downforce tinggi. Membutuhkan nyali tinggi untuk dapat menancap gas di sana terutama ketika anda mencobanya pertama kali!

Saya bekerja keras bersama teknisi-teknisi di AF Corse dan Michellin sepanjang malam, dan kualifikasi berjalan lebih baik bagi saya dan kombinasi catatan waktu kami cukup untuk meraih pole. Davide juga sangat membantu perjuangan kami, dan menurut saya ia pembalap Ferrari terbaik sepanjang minggu di Spa.

Kami sadar bahwa pengelolaan ban akan sangat krusial di balapan. Kami mengetahui titik persilangan ban tersebut dalam segi temperatur, dan akibat temperatur yang lebih hangat dari yang diperkirakan masih terdapat faktor-faktor yang belum kami ketahui.

Kami bekerja sama sebagai tim untuk memastikan pilihan ban yang tepat dan kemudian semuanya bergantung pada kami untuk menggunakannya pada saat stint-stint balapan.

Hal yang menarik pada minggu itu adalah kecepatan mobil-mobil di garis speed trap. Mobil-mobil Aston dan Ford memiliki kecepatan yang lebih kencang dari kami, rata-rata sekitar 8-10kpj lebih kencang, dan kami benar-benar tidak dapat mengejar mereka.

Namun, seperti yang kami tunjukkan di bagian trek yang lebih ketat, bagaimana kami bekerja sebagai tim dan mengelola ban yang baik. Pertarungan yang sengit terjadi antara semua teknisi-teknisi tim dan juga antara para pembalap.

Balapan itu sungguh sulit, dan kami harus bertarung habis-habisan melawan Gimmi dan James, ban dan bahan bakar kami telah dalam kondisi yang kritis.

Saya berhasil memperkecil jarak yang sempat tertinggal akibat kehilangan posisi saat start, ketika mobil saya terkepung oleh beberapa mobil LMP2 dan saya sempat mengalami momen mengerikan di Pouhon di mana saya melebar dari trek. Kami dapat menyamai laju mobil #51, tetapi safety car membantu kami dan pada 30 menit terakhir, kami hanya berjarak sekitar lima detik di belakang mobil mereka, dan pada saat itulah mobil James berhenti berjalan.

Saya harus berkata, meskipun saya cukup senang dengan raihan poin maksimal, anda tidak dapat mengelak untuk memberikan simpati kepada Gimmi dan James. Balapan ini terlihat menjadi kemenangan WEC pertama bagi James, dan hasil ini sungguh sulit ia terima. Tetapi saya yakin kemenangan itu akan dapat ia raih pada kesempatan-kesempatan berikutnya, karena ia sungguh kencang dan ia memiliki pembalap GT terbaik di dunia sebagai rekan satu mobilnya.

Keunggulan poin yang kami miliki dari hasil balapan Spa tentu kami terima, tetapi saat ini sungguh terlalu awal untuk dapat membuat prediksi yang liar karena persaingan masih terbuka, terutama dengan poin ganda yang diberikan dari balapan Le Mans, kemudian masih terdapat enam balapan di sisa musim.

Le Mans hanya tinggal enam minggu lagi, dan masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan sebelum kami pergi ke sana untuk melakukan uji coba. Untuk membalap di La Sarthe sebagai pembalap pabrikan tentunya menjadi momen yang spesial.

Saya menantikan kunjungan anda di sana bulan depan, dan setelah itu tentunya, saya tidak sabar untuk menceritakan semuanya di sini, di Motorsport.com.

Sam

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Event Spa-Francorchamps
Trek Spa-Francorchamps
Pembalap Sam Bird
Tim AF Corse
Tipe artikel Special feature