Solusi penyeimbang performa LMP1

FIA mengumumkan sejumlah solusi teknis guna menyeimbangkan performa LMP1 non-hybrid dengan mobil hybrid dipunyai tim pabrikan.

Isu terpenting guna menjamin keberlangsungan kelas LMP1 di arena WEC adalah bagaimana menyeimbangkan performa antara mobil pabrikan berteknologi hybrid dengan tim privat bermesin konvensional.

Pertanyaannya, bagaimana FIA dan ACO akan melakukan hal tersebut? Mengingat disparitas performa antara LMP1 hybrid dengan biasa sangatlah jauh. Sebagai contoh, pada kualifikasi Le Mans kemarin, selisih catatan waktu kualifikasi antara Toyota TS050 Hybrid peraih pole terpaut hampir 10 detik dengan satu-satunya LMP1 privat, ByKolles.

Melalui sidang World Motor Sport Council, FIA mengumumkan amandemen Regulasi Teknis LMP1 untuk “musim super” WEC 2018/2019. Mulai dari penggabungan LMP1 hybrid dan non-hybrid ke dalam satu klasifikasi kelas.

Guna menjamin LMP1 ada saat ini dapat terus digunakan, termasuk yang masih dalam taraf pengembangan, spesifikasi teknis untuk musim depan masih tetap sama.

Untuk menyamakan performa, FIA mengusulkan diadakannya pengaturan aliran bensin dan pembatasan bbm per lap bagi mobil non-hybrid. LMP1 hybrid hanya akan memiliki keunggulan satu lap ekstra di Le Mans.

Akan diberlakukan koefisien teknologi untuk menyamakan performa mesin turbo dan non-turbo, untuk mendapatkan sebanyak mungkin pilihan mesin bagi LMP1 non-hybrid.

Mulai 2019 akan melarang perubahan aliran fluida dan energi yang mengakibatkan perubahan aerodinamika mobil. Mencegah terjadinya perang senjata di area ini.

Kembali, menarik untuk melihat apakah semua hal ini cukup untuk memastikan kehadiran konstruktor privat yang tengah menyiapkan mobil seperti Ginetta dan SMP Dallara. Juga membuat pihak tengah mengintip LMP1 seperti Oreca dan McLaren menjadi yakin dan memberikan komitmennya, paling tidak untuk musim 2019. 

Juga seperti apa reaksi Toyota.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Tipe artikel Breaking news