Timo Bernhard: WEC butuh mobil cepat dan “seksi”

Menurut juara dunia WEC 2017, WEC harus diposisikan ulang dan menghadirkan mobil yang cepat dan seksi.

Timo Bernhard: WEC butuh mobil cepat dan “seksi”

Saat ini WEC tengah memasuki masa transisi usai mundurnya Porsche di akhir 2017 dan berlaganya Toyota sebagai satu-satunya pabrikan melawan rombongan tim privat. Perubahan kalendar dengan ‘superseason’ berakhir di Le Mans 2019 juga telah ditetapkan.

Pada saat bersamaan, pihak-pihak terkait terus melakukan pembahasan regulasi 2020 dengan tujuan mengundang pabrikan baru untuk bergabung.

“Anda butuh lebih banyak mobil, lebih banyak pabrikan, dan paling penting seri harus memiliki mobil yang cepat dan seksi,” ucap Bernhard.

“Saya memiliki beberapa teman dan kenalan yang tidak terlalu menyukai balap, tetapi menyukai apa mereka lihat saat datang ke [WEC] Nurburgring dua tahun lalu.

“Suara berbeda, mobil berbeda dan semuanya bisa dilihat dengan jelas. Bagi banyak orang adalah pengalaman baru untuk bisa mengenali Ferrari - merek identik mobil kencang– dan lalu melihat LMP melesat dengan cepat.”

Komposisi harus dipertahankan dalam bentuk serupa. Tidak perlu diperdebatkan apakah regulasi mendatang harus membolehkan mobil berteknologi canggih di kategori puncak.

Saat ini, beberapa konsep tengah dipertimbangkan. Mulai dari prototipe seperti DPi Amerika, atau serupa kategori GTP zaman dahulu.

“Saya ingin WEC lebih bisa dikenali, jauh diatas apa terjadi di dunia balap pada umumnya. Sesuatu yang sayangnya tidak bisa Anda lakukan ketika jauh dari Le Mans,” tutupnya.

dibagikan
komentar
Dallara LMP2 hadir di WEC 2018/19

Artikel sebelumnya

Dallara LMP2 hadir di WEC 2018/19

Artikel berikutnya

Pasang surut tim privat LMP1

Pasang surut tim privat LMP1
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WEC
Penulis Roman Wittemeier