WEC: LMP1 tetap akan gunakan hybrid

Hybrid tetap akan menjadi bagian dari LMP1. Meski peraturan 2020 yang baru saja diumumkan Juni akan dirombak total.

Bos FIA dan ACO menyatakan bahwa peraturan baru harus berubah seiring mundurnya Porsche. Yang sebetulnya ikut merumuskan.

“Peraturan LMP1 2020 akan berubah banyak dari apa diumumkan di Le Mans 24 Hours,” ucap Gerard Neveu, bos WEC.

“Tetapi, ACO dan FIA [sama-sama menulis peraturan] yakin bahwa teknologi dan sistem hybrid harus tetap hadir di balap ketahanan. Meski biaya harus ditekan.”

Vincent Beaumesnil, direktur sport ACO menjelaskan bahwa, “Harus ada target biaya lebih rendah untuk sistem hybrid sehingga memudahkan pabrikan bergabung.”

Peraturan LMP1 akan mulai berlaku pada awal musim 2020/2021.

Rencana emisi nol dibatalkan

Keharusan emisi nol bagi pabrikan LMP1 hybrid dalam menyelesaikan satu kilometer dengan tenaga listrik setelah berhenti untuk bensin akan dibatalkan.

Neveu menyebut, “Detail penting regulasi teknis baru akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.”

Ia berkeras bahwa “ada keinginan kuat dari sejumlah pabrikan namun dengan kondisi tertentu”.

“Masalah utama adalah tingkatan hybrid. Kita harus menyediakan tempat bagi hybrid, tetapi pertanyaannya adalah hybrid seperti apa,” jelasnya. “Anda bisa membuat hybrid berbiaya rendah.”

Melibatkan Peugeot

Peugeot, salah satu pihak diajak merumuskan regulasi 2020 bersama Porsche dan Toyota, disebut-sebut meminta tingkatan teknologi lebih rendah dan juga biaya.

Neveu juga menepis wacana perubahan regulasi WEC yang mengacu pada konsep serupa IMSA DPi berbasis LMP2.

Ia menyatakan bahwa seri harus menghormati pabrikan seperti Toyota, atau proyek tim privat dilakukan SMP Racing / BR Engineering dan sejenisnya.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WEC
Tipe artikel Breaking news