WEC seimbangkan performa Toyota dan kompetitor LMP1 lainnya

dibagikan
komentar
WEC seimbangkan performa Toyota dan kompetitor LMP1 lainnya
Jamie Klein
Oleh: Jamie Klein
20 Jul 2018 03.29

FIA World Endurance Championship akan menyamaratakan kemampuan mobil Toyota dengan mobil-mobil LMP1 non hibrida dengan mengulik aturan kesetaraan teknologi.

Perubahan tersebut dikeluarkan pascabalapan Le Mans 24 Jam yang didominasi Toyota. Mobil TS050 mereka finis dengan jarak 12 lap dari privateer terbaik, Rebellion R-13 #3.

Hal tersebut memicu sejumlah desakan kepada FIA dan Automobile Club de l'Ouest (ACO) untuk segera mengurangi jomplangnya performa kedua mobil Toyota dengan kompetitor nonhibrida lainnya.

Mulai ronde ketiga di Silverstone, sejumlah aturan kesetaraan teknologi baru akan diterapkan, termasuk penghapusan keuntungan waktu lap 0,25 detik terhadap pabrikan Jepang tersebut.

Sebagai tambahan, aliran bahan bakar mobil tanpa sistem hibrida telah dinaikkan menjadi 115 kg/jam, dari sebelumnya 108 kg/jam. Diameter selang pun akan dinaikkan.

Mobil bermesin Naturally Aspirated (NA), Rebellion R-13 dan DragonSpeed BR Engineering BR1, juga telah mengalami pemangkasan berat sebanyak 15 kg.

Dalam pernyataan resminya, WEC mengungkapkan,”Perubahan tersebut dirancang untuk memastikan kategori nomor satu tetap menarik, serta meraih keseimbangan performa dan teknologi antara hibridan maupun non hibrida.”

Delegasi Teknis ACO, Thierry Bouvet, menambahkan, “Sebagai hasil dari studi sepanjang musim dingin, kami memberikan tim-tim private [tambahan] aliran bahan bakar untuk menaikkan performa mereka supaya setara dengan mobil hibrida.

“Kami lalu memanfaatkan berbagai data sepanjang tes Prologue [pramusim], ronde pertama di Spa, serta saat tes Le Mans. Sebagaimana yang diketahui oleh para kompetitor, tidak semua hal bisa diprediksi di Le Mans.

“Misalnya, saat sesi tes dan kualifikasi di Le Mans, waktu tercepat kategori LMP2 naik 2,4 detik, lebih baik daripada raihan LMP1 nonhibrida sebanyak 0,2 detik.

“Beberapa faktor bisa mempengaruhi, semisal kondisi trek atau tim memutuskan tidak mau mengorbankan reliabilitas.

“Pada akhirnya, berbagai macam parameter bisa menentukan kesetaraan teknologi.”

Slider
List

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna, #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso
1/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez

#7 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Mike Conway, Kamui Kobayashi, Jose Maria Lopez
2/10

Foto oleh: Scott R LePage / LAT Images

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso
3/10

Foto oleh: Scott R LePage / LAT Images

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso

#8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso
4/10

Foto oleh: Scott R LePage / LAT Images

Start: #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso leads

Start: #8 Toyota Gazoo Racing Toyota TS050: Sébastien Buemi, Kazuki Nakajima, Fernando Alonso leads
5/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
6/10

Foto oleh: Marc Fleury

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
7/10

Foto oleh: Paul Foster

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna
8/10

Foto oleh: Ashleigh Hartwell / LAT Images

#10 Dragonspeed BR Engineering BR1

#10 Dragonspeed BR Engineering BR1
9/10

Foto oleh: Nikolaz Godet

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna crashes into #10 Dragonspeed BR Engineering BR1: Henrik Hedman, Ben Hanley, Renger Van der Zande at the start

#1 Rebellion Racing Rebellion R-13: Andre Lotterer, Neel Jani, Bruno Senna crashes into #10 Dragonspeed BR Engineering BR1: Henrik Hedman, Ben Hanley, Renger Van der Zande at the start
10/10

Foto oleh: Sam Bloxham / LAT Images

Artikel WEC berikutnya
Ginetta LMP1 jadi pondasi kuat bagi Manor

Artikel sebelumnya

Ginetta LMP1 jadi pondasi kuat bagi Manor

Next article

Jelang regulasi baru, SCG pamerkan varian 007

Jelang regulasi baru, SCG pamerkan varian 007
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan WEC
Event Silverstone
Lokasi Silverstone
Tim Toyota Racing
Penulis Jamie Klein
Tipe artikel Breaking news