Tak Lanjut bersama Alpine, Laurent Mulai Cari Tim

Thomas Laurent masih berupaya mencari skuad baru untuk 2021 usai kehilangan kursi di tim kejuaraan balap ketahanan dunia (WEC), Alpine.

Tak Lanjut bersama Alpine, Laurent Mulai Cari Tim

Pembalap Prancis itu sudah tak yakin bisa berlaga lagi di WEC. Dia pun kini mengalihkan fokus utama ke European Le Mans Series dan Le Mans 24 Hours.

Laurent adalah bagian dari skuad Signatech Alpine di LMP2 pada WEC 2019/20. Tetapi, awal bulan lalu, dia tidak dipertahankan seiring keputusan tim yang naik ke divisi teratas Hypercar pada 2021 dengan mobil bekas Rebellion LMP1.

Nicolas Lapierre, Matthieu Vaxiviere serta Andre Negrao telah diumumkan sebagai tiga pembalap Alpine A480-Gibson, yang mana ketiganya diturunkan untuk menghadapi Toyota dan Glickenhaus musim ini.

“Kami masih berdiskusi dengan beberapa tim, dan belum ada yang dikonfirmasi. Namun penting bagi saya untuk mengatakan, bahwa saya ingin balapan di WEC atau ELMS,” tutur Laurent kepada Motorsport.com.

“Orang bilang tertarik, tapi mereka ingin saya membawa uang. Sebagai pembalap profesional sejak tiga tahun lalu, saya tidak bisa membawa uang. Itu masalah utama saat ini.

“Situasinya sangat sulit, juga karena saya sangat terlambat di pasar pembalap. Saya berada dalam posisi yang baik untuk bersama Alpine dalam proyek LMP1, dan sayangnya mereka harus memperpanjang sponsor serta mereka menginginkan lebih banyak uang.

“Kami pikir itu akan mungkin terjadi. Namun, pada awal Januari kami menerima telepon dan kami menemukan hal itu tidak mungkin untuk tahun ini.”

#36 Signatech Alpine Elf Alpine A470: Thomas Laurent, Andre Negrao, Pierre Ragues

#36 Signatech Alpine Elf Alpine A470: Thomas Laurent, Andre Negrao, Pierre Ragues

Photo by: JEP / Motorsport Images

Laurent memiliki karier balap yang tidak biasa, menghindari single-seater junior dan membalap mesin LMP3 di Asian Le Mans Series bersama Jackie Chan DC Racing.

Dia memainkan debut WEC pada 2017 dan berhasil peringkat kedua dalam klasemen akhir Le Mans 24 Hours bersama duo rekan setimnya, Ho-Pin Tung dan Oliver Jarvis.

Laurent kemudian promosi ke LMP1 dengan tim privateer Rebellion Racing pada 2018/19,. Dia naik podium lagi pada Le Mans 24 Hours 2018, sebelum turun kembali ke LMP2 bersama Signatech Alpine musim 2019/20.

“Kami berbicara tentang proyek LMP1 (dengan Alpine) selama Le Mans (September 2020 lalu, dan saya benar-benar siap untuk itu. Mereka juga senang memiliki saya di dalam tim. Sayang sekali, hal itu tidak terjadi, seperti itulah yang terjadi,” ucapnya.

Pembalap berusia 22 tahun itu mengatakan, bahwa rating pembalap gold-nya saat ini menyulitkannya untuk mencari skuad baru setelah berakhirnya program SMP Racing and Rebellion LMP1, serta beberapa proyek GTE.

“Terkadang saya berharap menjadi silver karena untuk saat ini lebih baik menjadi silver  daripada gold. Banyak pembalapi gold dan platinum yang belum memiliki program apa pun (untuk 2021). Jadi, saya bukan satu-satunya pada posisi ini,” kata Laurent.

“Masalahnya adalah banyak pengemudi GT di pasar dan mereka ingin mengemudikan (mobil) prototipe. Mungkin seorang mantan pembalap pabrikan lain lebih menarik di atas kertas dibandingkan pengemudi prototipe murni.”

Baca Juga:

dibagikan
komentar
2023, Ferrari Comeback ke Le Mans dengan Hypercar

Artikel sebelumnya

2023, Ferrari Comeback ke Le Mans dengan Hypercar

Artikel berikutnya

Demi Fan, Le Mans 24 Hours Rela Molor hingga Agustus

Demi Fan, Le Mans 24 Hours Rela Molor hingga Agustus
Muat komentar