Akhir 2018, Audi mundur dari World RX

dibagikan
komentar
Akhir 2018, Audi mundur dari World RX
Oleh: Hal Ridge
31 Agt 2018 11.44

Baru dua musim terlibat penuh sebagai pabrikan World Rallycross, Audi menghentikan operasionalnya pada akhir tahun ini.

Rabu lalu, Audi mengumumkan akan fokus di Formula E dan DTM. Selain itu, mereka juga mengonfirmasikan kepada Motorsport.com pihaknya akan menyudahi keterlibatannya dalam World RX.

Audi mulai terlibat dengan World RX saat menyuplai Audi S1 Supercar kala tim memulai debutnya pada musim 2014, sebelum akhirnya menyokong penuh operasional EKS tahun lalu.

Awalnya, Audi juga sudah terlibat dalam diskusi Technical Working Group yang membahas rencana peralihan menuju mobil elekrtik untuk kategori Supercar (yang akhirnya ditunda hingga 2021), namun pabrikan Jerman itu memutuskan mundur setelah balapan terakhir di Afrika Selatan, November mendatang.

Diduga, keputusan Audi untuk fokus sepenuhnya pada program DTM dan Formula E mengorbankan proyek WRX, yang mereka jalani bersama EKS.

“Pada dasarnya, kami tidak akan turut serta dengan keterlibatan pabrikan di relikros ke depannya. Kami telah memutuskan untuk melanjutkan Formula E dan DTM, pada akhirnya ini adalah soal program besar yang bisa kami jalankan secara bersamaan,” ujar bos Audi Motorsport, Dieter Gass kepada Motorsport.com.

“Kami telah terlibat di Formula E, jadi kami telah memiliki program di kejuaraan mobil elektrok. Meski kami sangat tertaring dengan EWRX, namun pada akhirnya ini lebih kepada pilihan antara DTM dan EWRX.

“Bagi kami, jika melihat sisi pengembalian investasi, dan luasnya cakupan dari motorsport tradisional dan motorsport elektrik, ini adalah opsi yang lebih baik. Terutama, ini merupakan konsekuensi dari keputusan positif fokus di DTM, dibanding keputusan negatif untuk EWRX.”

Kendati demikian, Audi masih berkomitmen dalam pengembangan S1 Supercar hingga akhir musim, dan menargetkan kemenangan pada lima balapan sisa dengan EKS.

“Kami akan terus melakukan pengembangan, dan akan habis-habisan hingga akhir musim. Saya masih berharap kami mampu memenangi balapan, atau lebih banyak balapan sampai akhir musim,” jawab Gass.

Komitmen Audi dengan DTM ada kaitannya dengan prasyarat tiga pabrikan bertarung di kejuraan balap turing Jerman untuk tahun 2020. Meski demikian, Gass tidak mengesampingkan opsi relikros listrik kedepannya.

“Saya mengatakan tidak ada hal mustahil, saya pikir relikros adalah konsep yang sangat menarik, kami akan tetap memperhatikannya, dan kemudian akan membuat keputusan,” tambah Gass.

“Tentu, masih terlalu dini untuk mengatakan ‘ya, kami akan melakukannya’, namun kami pasti akan memperhatikan situasinya.”

Saat ini, Gass sedang dalam pembicaraan dengan Esktrom terkait kerjasama kedua belah pihak di masa yang akan datang. Diketahui EKS belum memastikan keterlibatan mereka di World RX tahun depan.

Gass juga memuji pembalap EKS, Andreas Bakkerud, yang baru bergabung musim ini dari Ford. Bukan hanya itu, ia juga tertarik untuk bekerjasama dengan mantan juara relikros Eropa itu di masa depan.

“Saya sangat menghargai pekerjaan yang telah kami lakukan bersama Andreas, dan juga performanya. Jika ada hal lain yang bisa kami lakukan, kami akan senang untuk bekerja dengannya.”

Mattias Ekström, EKS Audi Sport, Andreas Bakkerud, EKS Audi Sport

Mattias Ekström, EKS Audi Sport, Andreas Bakkerud, EKS Audi Sport

Photo by: Red Bull Content Pool

Artikel World Rallycross berikutnya
EKS turunkan empat mobil di Latvia

Artikel sebelumnya

EKS turunkan empat mobil di Latvia

Next article

WRX Prancis: Kristofferson menang, Peugeot melempem

WRX Prancis: Kristofferson menang, Peugeot melempem
Load comments

Tentang artikel ini

Kejuaraan World Rallycross
Penulis Hal Ridge
Tipe artikel Breaking news