Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Bagaimana Perubahan Haluan FIA Menghasilkan Roket untuk WRC

Setelah enam bulan penuh ketidakpastian dan perdebatan sengit mengenai peraturan teknis Kejuaraan Reli Dunia (WRC), keputusan FIA berbalik arah. Tak ada perubahan regulasi hingga akhir 2026.

Sami Pajari, Enni Mälkönen, Printsport Toyota GR Yaris Rally2

Selama periode ini, WRC telah mengalami perubahan besar. Ada sebuah konsep untuk meninggalkan mobil Rally1 bertenaga hibrida sepenuhnya dan menjadikan Rally2 sebagai kelas teratas.

Muncul ide untuk menciptakan kategori Rally2 plus dengan menurunkan mobil Rally1 dan meningkatkan kualitas mobil Rally2 yang ada saat ini. Namun, stabilitas seimbang dalam peraturan teknis Rally1 dan Rally2 untuk dua tahun ke depan adalah hasil yang paling masuk akal dan logis.

Penting untuk dicatat bahwa pada dasarnya para pemangku kepentingan di WRC menginginkan perubahan untuk mendongkrak kejuaraan ini; mulai dari keterlibatan pabrikan hingga promosi yang lebih baik.

Inilah yang memicu FIA, pada awalnya mengambil tindakan dengan membentuk kelompok kerja, untuk mengevaluasi arah reli di masa depan, yang menghasilkan sejumlah proposal, termasuk langkah untuk mengubah peraturan teknis untuk 2025, yang disampaikan pada Februari.  

Seperti yang dijelaskan oleh direktur olahraga jalan raya FIA, Andrew Wheatley, April lalu, ada beberapa alasan mengapa FIA mengambil tindakan untuk membantu WRC mencapai potensinya.

"Ada tiga elemen kunci, yang pertama adalah Pirelli tidak berkomitmen (untuk kesepakatan ban baru)," kata Wheatley. "Yang kedua, para pembalap yang tidak ingin mengikuti kejuaraan (secara penuh) (Kalle Rovanpera yang menjadi pembalap paruh waktu) dan yang ketiga, dan kami selalu berdiskusi mengenai Ford, apakah mereka menang atau kalah, namun ada satu elemen lagi, yaitu mengenai kelanjutan Hyundai (di WRC). Hal tersebut merupakan perubahan mendasar dalam diskusi ke depannya."

Tim dan pabrikan pada akhirnya adalah pelanggan. Apabila pelanggan tidak menyukai apa yang ditawarkan, mereka tidak akan membelinya.

Singkatnya, inilah yang terjadi di WRC. FIA mempresentasikan sebuah visi radikal yang dengan lantang ditolak ketika tim-tim WRC bersatu dan menulis surat kepada FIA, April silam dan meminta agar peraturan teknis tidak berubah.

Dipikir-pikir, jika reformasi dipaksakan, perubahan tersebut dapat beresiko hilangnya salah satu dari tiga tim Rally1 yang ada saat ini karena mereka khawatir akan menginvestasikan lebih banyak dana untuk mengganti mobil edisi sekarang dalam waktu dua tahun, sebelum peraturan baru pada 2027. Kehilangan satu pabrikan akan membuat kejuaraan ini berada dalam situasi yang jauh lebih sulit.

Hal ini akan dilihat sebagai kemenangan bagi tim dan Promotor WRC, yang juga tidak mendukung perubahan tersebut. Melakukan perubahan untuk 2025 dan 2026 selalu tidak mungkin untuk menarik pabrikan baru dan dapat mengguncang kepercayaan diri di antara para pembuat mobil jika siklus homologasi lima tahun dipotong menjadi tiga tahun.

Pengujian prototipe 2025 Toyota juga membuktikan bahwa produk papan atas tidak akan semenarik formula hibrida saat ini, yang telah menghasilkan lima pemenang berbeda dalam enam putaran. Setelah penolakan dari para produsen, memutuskan peraturan teknis tidak berubah adalah satu-satunya pilihan yang logis.

Hal ini juga menunjukkan bahwa mengikuti cetak biru Kejuaraan Ketahanan Dunia (WEC) yang secara hati-hati dan metodis menavigasi jalannya dari keruntuhan LMP1 ke formula Hypercar yang sekarang sangat sukses mungkin merupakan praktik terbaik daripada mencoba untuk menempatkan perban langsung pada sebuah formula untuk menyelesaikan masalahnya.

Baca Juga:

Ada argumen bahwa perdebatan ini telah membuang banyak waktu dan energi yang seharusnya bisa difokuskan untuk memastikan regulasi 2027 adalah yang terbaik dan paling menarik bagi para calon pabrikan.

Namun, sebenarnya ada hikmah dari semua pergolakan ini. Selama enam bulan terakhir, setiap aspek WRC telah dianalisis secara menyeluruh yang telah memicu banyak diskusi dan mendorong perubahan yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aspek promosi yang mungkin tidak akan terjadi seandainya FIA tidak bertindak.

Promotor WRC yang baru saja terpilih menyampaikan visinya untuk masa depan di Portugal untuk menjawab kekhawatiran para pembalap dan tim. Penyelenggara kini telah melakukan investasi untuk mewujudkan usaha yang telah lama ditunggu-tunggu oleh WRC di Amerika Serikat pada 2026, yang dapat menjadi pengubah permainan untuk kejuaraan.

Hal ini bertepatan dengan langkah untuk meningkatkan pengalaman penggemar di berbagai acara. Bagi mereka yang menonton di rumah dengan pengujian paket radio tim gaya F1 yang sedang berlangsung, sementara kamera helm juga sedang dites.

Adrien Fourmaux, Alexandre Coria, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Adrien Fourmaux, Alexandre Coria, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Foto oleh: M-Sport

Beberapa pihak di bengkel telah menyarankan bahwa ada lebih banyak kemajuan untuk meningkatkan daya tarik kejuaraan. Oleh karena itu, laba atas investasi bagi para produsen - daripada sebelumnya sebagai produk sampingan dari kelompok kerja FIA.   

"Dengan semua yang telah dilakukan baru-baru ini, satu hal yang bisa saya katakan adalah bahwa meskipun banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan tim dan membuang banyak sumber daya, kami tidak dapat membantah bahwa hal itu tidak membuat kejuaraan ini menjadi lebih baik," ujar team principal M-Sport, Richard Millener, kepada Motorsport.com.

"Kami sekarang memiliki banyak pergerakan, beberapa strategi, beberapa target, dan banyak pembicaraan. Kami tahu apa yang akan terjadi. Promotor telah memberi tahu kami bagian mereka dan FIA telah memberi tahu kami bagian mereka.

“Kami harus menjaga momentum itu tetap berjalan dan saya tidak yakin kami akan mendapatkannya tanpa beberapa hal yang telah didiskusikan dan dikemukakan (oleh FIA) dan itu membuat semua orang bekerja sama untuk mewujudkannya, jadi itu adalah hal yang positif."

Menariknya, Thierry Neuville dari Hyundai, yang telah menjadi orang yang paling vokal dalam hal stabilitas peraturan teknis dan meningkatkan promosi WRC, dikutip dalam pengumuman FIA minggu ini bersama dengan para perwakilan tim.

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Neuville bisa dibilang merupakan orang yang paling kritis terhadap proposal teknis FIA dan penyelenggaraan kejuaraan oleh Promotor WRC, namun tampaknya keputusan yang muncul dari periode ketidakpastian selama enam bulan ini telah mulai memenangkan ronde Belgia.

"Kami sudah mendapatkan roadmap beberapa minggu yang lalu (dari Promotor WRC) dan ini terlihat menarik dan menjanjikan," tutur Neuville.

"Saya pikir beberapa pekerjaan akan dilakukan dan itu positif, tetapi saya pikir masukan kami masih dibutuhkan oleh tim dan para pereli. Itulah mengapa kami sangat senang bahwa akan ada komunikasi antara kami dan promotor melalui (mantan co-driver Sebastien Ogier) Julien Ingrassia, yang akan memiliki peran penting dan juga Scott Martin (co-driverElfyn Evans) yang menjadi suara para pereli di Komisi WRC. Saya rasa ini bagus dan kami akan mendapat masukan besar dalam hal promosi event berkat kesempatan komunikasi melalui Julien."

Namun seperti yang mereka katakan, berbicara adalah satu hal dan tindakan adalah hal lain. Seperti yang dijelaskan oleh Millener, kuncinya sekarang adalah untuk mewujudkan pembicaraan tersebut.

"Kami memiliki banyak berita selama empat atau lima minggu terakhir. Kuncinya sekarang adalah menyampaikannya. Sangat mudah untuk membicarakannya, tetapi berbicara adalah elemen pertama. Kami harus menyampaikannya sekarang dan hal itu masih tergantung pada semua orang yang terlibat. Kami tidak bisa hanya melakukan satu dorongan besar dan kemudian mundur,” tandasnya.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Regulasi Teknik Baru WRC Segera Ditentukan
Artikel berikutnya Ogier Tak Tertarik Tampil di Dakar tapi Memikirkan Balap Ketahanan

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia