Ban Salju Diturunkan untuk Lomba Penentu Gelar WRC

Prinsipal Tim M-Sport Ford, Richard Millener, yakin salah satu dari pereli top WRC 2020 mampu memenangi Reli Monza dengan ban salju.

Ban Salju Diturunkan untuk Lomba Penentu Gelar WRC

Federasi Automobil Internasional (FIA) telah setuju mengamandemen regulasi penggunaan ban untuk Reli Monza dan mengumumkannya kepada seluruh peserta Kejuaraan Dunia Reli (WRC) 2020 pada Rabu (2/12/2020) pagi.

Perubahan regulasi tersebut mengizinkan digunakannya delapan buah ban salju untuk lomba terakhir penentu gelar juara dunia reli 2020 yang akan berlangsung selama empat hari mulai Kamis (3/12/2020) sampai Minggu (6/12/2020).  

Dengan begitu, jika sebelumnya hanya tiga, kini seluruh kompetitor kategori Rally1, kelas utama WRC yang menggunakan mobil spesifikasi reli dunia (World Rally Car/WRC), bakal disediakan empat jenis ban dari Michelin.

Rinciannya adalah 24 ban berkompon keras (Michelin Pilot H5), 18 kompon lunak/soft (Michelin Pilot Sport S6), 12 ban basah/ekstrem (Michelin Pilot Sport FW3), dan 8 ban salju tanpa paku atau non-studded (Michelin Pilot Alpin A4).

Reli Monza yang akan terbagi dalam 16 trayek khusus (SS) – sejauh 241,14 km – menjadi satu-satunya seri medan aspal dari tujuh lomba WRC 2020. Itu terjadi karena sejumlah lomba seri aspal seperti Corsica, Catalunya, dan Jerman, batal digelar karena pandemi Covid-19.

Dari foto dan video yang muncul di media sosial terlihat, jalan-jalan di sekitar Pegunungan Alpen sudah tertutup salju tebal. Padahal, pada Sabtu (5/12/2020), seluruh peserta akan melibasnya.

Lebih krusial lagi karena dari 16 SS, tujuh di antaranya (SS 7-SS 12) akan berlangsung di daerah sekitar 15 km sebelah utara-timur laut dari kota Milan, Italia, tersebut. SS terpanjang juga akan digelar Sabtu, yakni SS 7 Selvino 1 dan SS 10 Selvino 2 yang masing-masing berjarak 25,06 km.

Baca Juga:

Selvino dimulai dengan medan menanjak dengan 15 tikungan tusuk konde (hairpin). Di SS ini ada lintasan menurun yang sempit lalu melebar.

Trayek khusus di Gerosa (SS 8 Gerosa 1 dan SS 11 Gerosa 2) juga baru. Berjarak 11,09 km, SS ini diawali dengan medan tanjakan, sejumlah jalan sempit, plus beberapa area cepat.

Sekira 40 persen lintasan Reli Monza adalah medan menurun dengan sudut kemiringan (gradien) mencapai 18 persen. Tidak hanya sempit dan menantang, ada sejumlah hairpin yang bisa dilibas dengan kecepatan tinggi di Reli Monza ini.

“Kami tenang karena Michelin sudah mempersiapkan ban salju yang bisa dipakai sepanjang akhir pekan. Jadi, tunggu saja akan seperti apa lomba nanti,” ucap Millener.

Millener menyebut, lomba Reli Monza nanti akan sulit ditebak karena akan banyak hal tak terduga muncul (tricky). Pria yang menggantikan Malcolm Wilson sejak 2019 itu menambahkan, potensi turunnya salju akan membuat segalanya mungkin terjadi.

“Ini akan menjadi lomba penentu juara yang bagus. Saya sudah tidak sabar menunggu dimulainya lomba,” kata Millener. “Mereka yang bakal bagus di sini adalah yang mampu mengatasi kendala cuaca.”

Millener menyebut, salju kemungkinan besar akan turun di SS yang digelar di pegunungan. Karena itu, menarik dilihat apa yang bakal dilakukan tim-tim dan pereli untuk mengatasi cuaca yang sulit ditebak di Reli Monza.

Menjelang lomba terakhir WRC, pereli tim pabrikan Toyota, Elfyn Evans, memimpin klasemen pereli. Namun, ia hanya unggul 14 poin dari rekan setimnya yang juga juara dunia enam kali, Sebastien Ogier.

Adapun pereli M-Sport Ford dengan posisi terbaik di klasemen saat ini adalah Teemu Suninen, keenam.

 

dibagikan
komentar
Jadwal dan SS Lengkap Reli Monza 2020

Artikel sebelumnya

Jadwal dan SS Lengkap Reli Monza 2020

Artikel berikutnya

Demi Sang Putra, Legenda WRC Akan Hadiri Reli Monza

Demi Sang Putra, Legenda WRC Akan Hadiri Reli Monza
Muat komentar