Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia
WRC Reli Portugal

Bos Toyota Tawarkan Solusi Atasi Suhu Panas dalam Mobil Rally1

Suhu dalam kabin mobil Rally1 hybrid yang sangat tinggi telah memicu kekhawatiran kru tim-tim WRC, terutama para navigator. Prinsipal Toyota Gazoo Racing WRT Jari-Matti Latvala punya solusi untuk itu.

Sébastien Ogier, Benjamin Veillas, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Setelah putaran Kejuaraan Dunia Reli (WRC) 2022 di jalur gravel Portugal akhir pekan lalu, tim-tim peserta terlibat dalam dialog yang intens dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Sebuah kesalahan dalam desain mobil Rally1 hybrid menyangkut penempatan sistem pembuangan telah menempatkan pereli bersama navigatornya pada posisi yang sulit dalam Reli Portugal, 19-22 Me lalu.

Selama Special Stage (SS), suhu mencapai hingga 30 derajat celsius, membuat kabin terasa sangat panas. Situasinya jadi lebih buruk bagi para navigator karena pipa knalpot berada tepat di bawah kursi mereka.

Pereli M-Sport Ford Craig Breen bahkan mengatakan dirinya dapat mencium aroma sepatu co-driver-nya, Paul Nagle, yang mulai meleleh karena kepanasan, ketika tengah berlomba.

Baca Juga:

Keadaan tersebut juga bisa mengakibatkan kejadian yang sangat serius apabila para pengemudi dan navigator pingsan karena suhu panas berlebihan di dalam mobil. Fokus pun tentu akan terganggu jika suhu kabin juga terlalu dingin. Ini memunculkan problem lain dari mobil Rally1.

Jari-Matti Latvala menawarkan alternatif yang relatif sederhana guna menurunkan temperatur panas. Seperti diketahui, mobil reli tak punya AC atau pendingin, yang umumnya ada pada kendaraan publik.   

“Ini adalah pendapat pribadi saya. Kami bisa memasang AC di mobil, tetapi itu harus sama untuk semua orang,” ujar Prinsipal Tim Toyota Gazoo Racing memberi solusi seperti dilansir dari DirtFish.

“Model peralatan, berat dan yang lainnya harus sama bagi setiap tim. Itu bisa jadi salah satu solusi dari permasalahan. Untuk (Reli) Sardinia kami butuh alternatif, tetapi kami harus memikirkan sesuatu.

Craig Breen, Paul Nagle, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Craig Breen, Paul Nagle, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Foto oleh: M-Sport

Ide Latvala itu pun didukung oleh Prinsipal Hyundai Shell Mobis WRT Julian Moncet. “Kami tidak punya waktu memasang AC di setiap mobil untuk Reli Sardinia pada pekan depan, tetapi bisa melakukannya menghadapi Reli Safari (Kenya) akhir Juni mendatang, misalnya,” tuturnya.

“Setidaknya itu akan menjadi sesuatu, dan mereka sudah ada di mobil generasi sebelumnya. Ini solusi yang masuk akal dan tidak terlambat (diterapkan) untuk di Kenya,” Moncet menambahkan.

Opsi memasang pendingin udara di dalam mobil juga diamini salah satu pereli andalan Hyundai, Thierry Neuville. Menurutnya, mereka beruntung pada dua hari terakhir Reli Portugal karena cuaca mendung.

“Saya juga setuju dengan ide tersebut. Kami telah mengerjakan ini sebelumnya, tetapi seperti yang kami tahu, masalahnya menjadi lebih buruk dengan mobil baru,” ucap Neuville.

“Pada hari Sabtu dan Minggu, kami beruntung di Portugal sebab cuacanya mendung. Jumat adalah hari yang sangat sulit dan kami semua kelelahan (karena suhu sangat panas).”  

Jari-Matti Latvala, Team principal Toyota Gazoo Racing

Jari-Matti Latvala, Team principal Toyota Gazoo Racing

Foto oleh: Toyota Racing

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Hyundai Motorsport Masih Hadapi Isu Reliabilitas
Artikel berikutnya Sebastien Loeb Akan Turun di Reli Safari Kenya

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia