FIA Akui Ada Salah Prosedur dalam Insiden Gus Greensmith

Federasi Otomotif Internasional (FIA) akhirnya angkat bicara tentang pasifnya marshal WRC Safari Kenya, saat mobil yang dikemudikan Gus Greensmith terbalik.

FIA Akui Ada Salah Prosedur dalam Insiden Gus Greensmith

Sabtu (25/6/2022), pereli M-Sport itu mengalami kecelakaan di Special Stage (SS) 8. Mobil Ford Puma Rally1 keluar dari jalur sebelum akhirnya terbalik.

Setelah menunggu 3 menit tak ada bantuan, Greensmith dan navigatornya Jonas Anderson, harus menendang kaca depan dan merangkak keluar dari mobil. Ironisnya di sekitar lokasi ada banyak orang, termasuk beberapa marshal, yang malah merekam mereka dengan ponsel alih-alih menolong.

Lampu hijau juga menyala dari sistem hybrid yang menandakan mobil aman untuk dipegang. Situasi itu membuat Greensmith sangat marah dan melontarkan makian kepada marshal.

Mengetahui pengabaian tersebut, FIA lantas menggelar investigasi. Mereka menemukan bahwa memang ada prosedur yang tak diikuti dalam kasus ini.

“Menyusul insiden mobil #44 pada SS8 Reli Safari Kenya, tim keselamatan event kemarin, Sabtu 25 Juni, melakukan penyelidikan insiden dan khususnya keadaan yang menyebabkan keterlambatan bantuan yang diberikan kepada kru,” bunyi pernyataan FIA dilansir Dirtfish.

“Disimpulkan bahwa prosedur yang benar untuk menangani kecelakaan jenis ini tidak diikuti pada kecelakaan ini.

Baca Juga:

“Pada pukul 08.30, mobil berguling, terekam dampak awal 5G dan berhenti dengan mobil di sisinya. Para kru, tidak cedera dalam insiden, mereka segera memencet tombol OK pada sistem pelacakan tapi mereka tidak bisa keluar dari mobil lewat pintu dan tanpa bantuan marshal memecahkan kaca depan untuk keluar dari mobil.

“Tercatat bahwa selama insiden yang melibatkan mobil #44 pada SS8, sistem hybrid berfungsi dengan benar, dengan status keselamatan ditampilkan melalui cahaya di mobil.”

Lebih lanjut, para marshal sudah dikumpulkan dan diingatkan tentang pentingnya memperhatikan sinyal pada mobil. Mereka juga harus memprioritaskan keselamatan pihak dalam ajang tersebut.

“FIA dan promotor Reli Safari Kenya memperlakukan keselamatan semua yang terlibat dalam acara tersebut sebagai prioritas nomor satu. Tim keselamatan acara telah menghubungi semua marshal dan menegaskan pentingnya mengikuti aturan pertama dari keselamatan di era mobil hybrid baru, ‘Cari Lampu Hijau’,” mereka melanjutkan.

“Kita perlu belajar dari insiden ini, kita semua harus tetap waspada dan ‘Mencari Lampu Hijau’. Cahaya hijau pekat yang terlihat pada bagian depan atau samping mobil menunjukkan bahwa mobil aman disentuh, marshal boleh mendekati mobil dan membantu kru sesuai yang diperlukan.

Mobil  Gus Greensmith usai terguling

Mobil Gus Greensmith usai terguling

“FIA, dengan dukungan dan kolaborasi erat dengan semua penyelenggara acara WRC, telah bekerja keras untuk memberikan materi pendidikan, pengarahan dan kesadaran kepada penonton untuk memastikan bahwa semua orang yang bersentuhan dengan mobil hybrid Rally1 dapat melakukan dengan aman.

“Bagaimana pun, kami sadar bahwa baru beberapa bulan bekerja dengan mobol ini di WRC dan peserta, marshal, media dan penggemar terus berkembang dalam pemahaman mereka tentang bagaimana kami perlu mengelola era baru ini.

“Kami ingin berterima kasih kepada promotor Reli Safari Kenya atas aksi cepat mereka menangani problem ini untuk memastikan lingkungan aman untuk semua yang hadir untuk menikmati reli.”

dibagikan
komentar
Demi Lanjut di WRC Safari, Dua Pereli M-Sport Harus Mau Jadi Mekanik
Artikel sebelumnya

Demi Lanjut di WRC Safari, Dua Pereli M-Sport Harus Mau Jadi Mekanik

Artikel berikutnya

Torehan Toyota di Reli Safari Ulang Sejarah 29 Tahun Lalu

Torehan Toyota di Reli Safari Ulang Sejarah 29 Tahun Lalu