Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

FIA Bantah Sedang Berselisih dengan Pabrikan terkait Regulasi WRC 2025

FIA tidak sedang berseteru dengan para pabrikan terkait peraturan teknik WRC 2025. Namun, kata sepakat terkait regulasi teknik baru masih jauh.

Sébastien Ogier, Vincent Landais, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

WRC saat ini menghadapi ketidakpastian mengenai peraturan teknis untuk musim depan setelah FIA mengusulkan perubahan yang ditentang keras oleh para pabrikan.

Pada Februari, FIA merilis visinya untuk masa depan jangka pendek dan jangka panjang kejuaraan ini, yang mencakup usulan perubahan pada aspek olahraga, teknis dan promosi seri.

Meskipun tim-tim sebagian besar mendukung sebagian besar visi yang diusulkan, Toyota, Hyundai dan M-Sport Ford secara kolektif menulis surat kepada FIA yang meminta agar peraturan teknis Rally1 yang ada saat ini tetap dipertahankan dan bukannya diubah seperti yang diusulkan oleh FIA.

Perubahan pada peraturan tersebut meliputi penghapusan tenaga hibrida, pengurangan aero, yang dicapai dengan sayap belakang yang dimodifikasi, dan pembatas udara lebih kecil, untuk mendekatkan mobil-mobil tersebut dengan kendaraan Rally2.

Proposal tersebut juga mencakup rencana untuk memperkenalkan upgrade kit untuk mobil Rally2, yang belum ditanggapi secara positif oleh pabrikan Rally1 dan Rally2.

Gagasan di balik proposal tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah mobil yang bersaing di ujung-ujung tajam reli. Sementara, langkah ini dilihat oleh FIA sebagai yang pertama menuju pengenalan peraturan Rally1 yang baru untuk 2027 dan seterusnya.

Para produsen percaya bahwa FIA harus fokus pada 2027 setelah menyuarakan keprihatinan mereka mengenai kerangka waktu yang singkat dan pengeluaran sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan mobil Rally1 yang telah direvisi, yang mendorong munculnya surat penundaan tersebut.

Berbicara pada Reli Kroasia pekan lalu, para bos tim menyebut ketidakpastian pada 2025 sebagai situasi "kritis" yang harus diselesaikan dengan para produsen yang harus mengkomunikasikan masa depan kepada dewan mereka.

Setelah pertemuan Komisi WRC selama dua hari di awal bulan ini, FIA kini yakin bahwa mereka semakin dekat dengan sebuah kompromi, dengan target pada Mei untuk menyampaikan keputusannya kepada para tim sebelum World Motor Sport Council (WMSC), Juni.

Baca Juga:

"Posisi kami saat ini adalah kami harus menemukan keselarasan dengan para pabrikan dan sejujurnya saya rasa kami belum terlalu jauh," ujar direktur olahraga jalan raya FIA, Andrew Wheatley, dalam sebuah acara dengan media termasuk Motorsport.com.

"Kami akan mengadakan World Motor Sport Council pada Juni di mana kami harus melakukan persiapan enam pekan sebelumnya dan kami sedang dalam proses dan kami terus bertemu dengan para pabrikan dan bertukar pikiran.

"Tanggal terakhir (untuk mengkomunikasikan aturan teknis) adalah World Motor Sport Council, Juni. Ada kesan bahwa ada perang antara FIA dan para pabrikan, padahal tidak. Kami mengadakan pertemuan di Jenewa yang tidak 100 persen negatif, kami melakukan diskusi yang sangat baik selama dua hari tentang sejumlah topik.

"Kami sepenuhnya memahami posisi para pabrikan. Mereka hanya ingin tidak melakukan apa-apa, tidak ada apa-apa."

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

Ketika ditanya apakah rencananya adalah untuk mengupayakan kompromi mengenai regulasi dengan para pabrikan, ia menambahkan, "Saya rasa di situlah posisi kami saat ini. Di situlah pembahasannya. Kami memiliki semua opsi di atas meja. Kami tahu apa targetnya dan apa tujuannya."

Wheatley juga mengklarifikasi tiga alasan mengapa FIA melakukan intervensi untuk mengusulkan perubahan pada 2025 dan 2026, alih-alih hanya berfokus pada 2027.

Ia menambahkan: "Ada tiga elemen kunci, yang pertama adalah Pirelli tidak berkomitmen (untuk kesepakatan ban baru). Yang kedua, para pembalap tidak ingin mengikuti kejuaraan dan yang ketiga adalah, dan kami selalu berdiskusi tentang Ford, apakah mereka akan menang atau kalah, tetapi ada lapisan tambahan dan itu adalah tentang Hyundai yang akan terus berlanjut (di WRC). Hal tersebut merupakan perubahan mendasar dalam diskusi ke depannya."

Komisi WRC akan bertemu lagi pada 25 April.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Kemenangan Dramatis Ogier di Penutup WRC Kroasia
Artikel berikutnya FIA Menyerukan "Status Khusus" Tetap Dipertahankan di Paris

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia