Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

FIA Ingin WRC Mulai Kembangkan Mobil Generasi Berikutnya

Federasi Otomotif Internasional (FIA) ingin mulai merancang generasi berikutnya dari aturan dan mobil WRC, meski sistem Rally1 baru saja menjalani debutnya dalam kejuaraan pada Reli Monte Carlo, Januari lalu.

Gus Greensmith, Jonas Andersson, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Musim 2022, regulasi Kejuaraan Dunia Reli (WRC) telah dirombak total dan seluruh tim menurunkan mobil yang menggunakan bahan bakar berkelanjutan 100 persen.

Ini adalah langkah pertama WRC menuju masa depan yang lebih hijau, mengikuti jejak disiplin motorsport lainnya, termasuk Reli Dakar, di mana Audi menurunkan mobil listrik.

Setelah Rally1 melakukan debut sukses dalam Reli Monte Carlo, putaran pembuka WRC 2022, bulan lalu, Wakil Presiden FIA Robert Reid percaya seri ini sekarang harus mulai bekerja untuk masa depan.

Ia mengakui bahwa langkah WRC menuju era hibrida merupakan sebuah langkah yang sangat baik, namun hal tersebut datang lebih lambat dari yang seharusnya.

Baca Juga:

“Tentu salah satu hal yang saya katakan kepada promotor adalah bahwa kami harus mulai memikirkan mobil berikutnya sekarang. Kami perlu memastikan kami terus berkembang,” ujar Reid.

“Langkah yang kami ambil sekarang bagus. Saya akan mengatakan kami mungkin beberapa tahun di belakang dari yang kami inginkan, tetapi saya tak berpikir itu masalah besar,” imbuhnya.   

Eks navigator peraih 10 kemenangan WRC tersebut mengakui ada beberapa opsi untuk dipertimbangkan. Namun sebagian besar keputusan soal mobil generasi berikutnya akan diserahkan kepada pabrikan.

“Terserah pabrikan dan kami akan melihat ke mana mereka ingin pergi. Jelas bahwa industri kemungkinan akan didorong oleh keputusan politik dan sangat condong ke arah elektrifikasi,” kata Reid.

“Saya pikir ini adalah peluang besar bagi FIA dan motorsport secara umum untuk dapat mencoba banyak solusi berbeda. Ada gas hidrogen, hidrogen cair, hybrid, listrik, ada bebas bahan bakar fosil, bahan bakar sintetis, yang tersedia tetapi masih dengan harga tinggi.

M-Sport Ford World Rally Team, Ford Puma Rally1 Toyota Gazoo Racing WRT, Toyota GR Yaris Rally1, Hyundai World Rally Team, Hyundai i20 N Rally1

M-Sport Ford World Rally Team, Ford Puma Rally1 Toyota Gazoo Racing WRT, Toyota GR Yaris Rally1, Hyundai World Rally Team, Hyundai i20 N Rally1

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

“Kami memiliki banyak pilihan dan solusi berbeda untuk banyak masalah dan berbagai bidang keahlian yang berbeda yang dapat kami sesuaikan dengan teknologi-teknologi ini,” ia menambahkan.

Namun Robert Reid percaya bahwa WRC akan menjadi sepenuhnya listrik tidak dapat diwujudkan dalam waktu dekat mengingat teknologi baterai saat ini.

“Saya kira dengan apa yang kita ketahui saat ini sulit untuk dibayangkan. Saya tahu dari mengendarai Tesla bahwa Anda tidak mendapat jangkauan dalam cuaca dingin seperti di musim panas,” ucapnya.

“Saat ini, ada pilihan terbatas. Saya akan mengatakan bahwa mobil dengan penggerak listrik sepenuhnya lebih untuk disiplin (balap) jarak pendek,” Reid menyimpulkan.  

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Thierry Neuville Ingatkan Hyundai untuk Segera Bangkit
Artikel berikutnya Jari-Matti Latvala Tegaskan Gelar WRC Jadi Tujuan Utama Toyota

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia