Perbandingan Puma Rally1 dan Fiesta WRC di Mata Adrien Fourmaux

Pereli M-Sport, Adrien Fourmaux, memberikan pendapat terkait perbedaan mobil terbaru timnya, Ford Puma Rally1, dengan Ford Fiesta WRC.

Perbandingan Puma Rally1 dan Fiesta WRC di Mata Adrien Fourmaux

Mulai musim 2022, mobil-mobil dalam Kejuaraan Dunia Reli (WRC) akan menggunakan mesin hibrida. M-Sport sebagai salah satu tim besar pun telah melakukan serangkaian tes dengan mobil barunya, Ford Puma Rally1.

Sejauh ini, hanya M-Sport menjadi tim yang lebih sering menjalani uji coba dengan mobil Rally1 2022 tersebut. Tahun ini, mereka telah menjalani tes di Inggris Raya, Finlandia, Prancis dan Sardinia (Italia).

M-Sport juga menjadi tim WRC pertama yang memperkenalkan mobil terbarunya itu ke publik, tepatnya saat ambil bagian dalam Goodwood Festival of Speed.

Perkembangan Ford Puma Rally1 dianggap memuaskan. Ini berbanding terbalik dengan nasib M-Sport di musim ini, yang mana kesulitan bersaing dengan Hyundai dan Toyota di papan atas.

Baca Juga:

Rangkaian tes pun kembali digelar M-Sport pada akhir Agustus lalu. Pereli mereka, Adrien Fourmaux, ikut berpartisipasi dalam sesi uji coba tersebut selama dua hari.

Ini menjadi kali pertama Fourmaux kembali ke belakang kemudi, setelah menderita kecelakaan besar pada Reli Ypres Belgia. Ia mengaku senang bisa kembali mengemudikan mobil reli.

"Senang rasanya bisa kembali (ke belakang kemudi) setelah beberapa pekan lalu mengalami kecelakaan di Ypres," ujar Fourmaux dilansir Rally Insight.

"Ini menjadi tes pertama mobil terbaru kami di aspal. Saya rasa ada perkembangan signifikan dalam dua hari tersebut," tambahnya.

Ford Puma Rally1, Adrien Fourmaux, Renaud Jamoul

Ford Puma Rally1, Adrien Fourmaux, Renaud Jamoul

Foto oleh: Kevin Mauconduit

Lebih lanjut, pereli asal Prancis ini kemudian membeberkan perbedaan antara Ford Puma Rally1 dengan Ford Fiesta WRC yang digunakan M-Sport pada musim ini.

"Yang pasti, masih terlalu awal untuk membandingkannya secara langsung dengan Fiesta WRC. Mobil (Puma Rally1) sih terasa lebih berat," ungkapnya.

"Tapi karena menggunakan mesin hibrida, kekuatan mobil jadi lebih besar. Sementara jika tidak menggunakan mesin hibrida, kekuatan mobil akan berkurang.

"Dan juga, dalam beberapa kondisi, akan sulit bagi kami untuk mempertahankan mobil di atas trek jika belum menemukan keseimbangan yang pas," Fourmaux menambahkan.

dibagikan
komentar
Kimi Raikkonen Tertarik Kembali ke Reli dengan Satu Syarat

Artikel sebelumnya

Kimi Raikkonen Tertarik Kembali ke Reli dengan Satu Syarat

Artikel berikutnya

Toyota Tak Bisa Berikan Kimi Raikkonen Sesi Tes Reli

Toyota Tak Bisa Berikan Kimi Raikkonen Sesi Tes Reli
Muat komentar